"Kak.'' Zen menatap Orion heran.
Orion balik menatapnya heran. "Ada apa?''
"Kau memiliki tato?''
"Apa maksudmu?'' katanya tak mengerti.
"Yang dilehermu itu apa?'' Tunjuk Zen kearah leher bagian samping kiri Orion.
"Pangeran!'' Zelya menjerit tertahan dan berlari menghampirinya.
"Oh sial!'' Zelya menjerit kaget.
"Ada apa?'' Orion menatapnya penasaran.
"Mungkin aku tahu alasan kenapa Putri pergi.'' Ia mendekati Orion lalu menarik sedikit kerah belakang bajunya sehingga ia bisa melihat dengan jelas tanda hitam yang menjulur dari punggung hingga leher belakang Orion seperti akar pohon.
"Ini... kutukan akar hitam.''
"Apa?!" Ersy tanpa sadar berteriak kaget dan langsung berlari kearah Orion dan ikut melihat punggungnya.
"Pangeran.." Zelya menatap Orion khawatir, karena sedari tadi ia hanya diam.
"Bisa jelaskan padaku apa itu kutukan akar hitam? dilihat dari ekspresi kalian sepertinya itu sesuatu yang sangat buruk." Zen meminta penjelasan.
Orion memijat keningnya dan menghela napas kasar, "Biar aku yang jelaskan." katanya pelan lalu menghempaskan bokongya ke atas sofa yang ada diruangan itu.
"ini bukan tato, tapi kutukan. Kalian tahu apa itu kutukan?" Orion bertanya balik pada Zen dan yang lainnya.
"Seperti kutukan yang ada di film Harry Potter?" El bertanya asal.
"Ya, kurang lebih seperti itu. dan kutukan sihir hitam jenis ini adalah yang paling berbahaya diantara kutukan-kutukan lainnya. Kutukan ini bisa membuat orang mati dalam kurun waktu 20 hari, dan bisa dipastikan si pemakai sihir hitam ini adalah orang dengan ilmu hitam tinggi. Kalian pasti tahu siapa yang kumaksud." Orion menatap kosong ke lantai.
"Itu pasti Lili." Gumam Dev pelan. "Oh ya, pasti ada suatu syarat atau kondisi saat melakukan sihir ini kan? aku pernah membaca buku mengenai mitos dan sihir sebelumnya."
"Aku tak tahu banyak soal sihir hitam." Keluh Kian.
"Pengguna sihir ini harus menyentuh langsung tubuh target saat ia mengutuknya." Jawab Zelya pelan.
"Pangeran, apakah sebelumnya kau pernah bertemu Lili? Ah tidak. tidak. Lili pasti menyamar agar kau tak mengenalinya. Apa sebeumnya kau pernah bertabrakan atau bersenggolan dengan seseorang saat kau berjalan?" Zelya menatap Orion tepat dimanik mata.
Orion mencoba mengingat-ngingat saat sebelum Luna pergi.
"Oh ya, aku ingat waktu dirumah sakit aku menabrak seseorang lagi setelah bertabrakan dengan Zen dan Sasi. Tapi aku tak melihat wajahnya dengan jelas karena ia memakai jaket dengan penutup kepalanya. Ia menabrakku dan langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun.''
"Astaga pangeran. Mengapa kau tak menyadarinya..'' Zelya langsung mengeluh.
"Aku tak bisa merasakan sihir apapun darinya, karena itu aku tak sadar ia telah mengutukku.'' Katanya kesal, tapi kemudian ekspresinya berubah menjadi khawatir lagi.
"Ini semua salahku sehingga Luna menyerahkan dirinya.''
"Kak, tenanglah sedikit. Inilah alasan kalian meminta bantuan kami kan. Kami akan membantu kalian, jadi tak usah khawatir.'' Zen menepuk pundak Orion.
"Kalau boleh tau, bagaimana tato..maksudku kutukan itu bekerja? Apakah tak ada cara untuk menghilangkannya?'' Sepertinya Glenn semakin tertarik dengan sihir. Itu sangat kentara di wajahnya yang berbinar-binar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silver Moon (END)
Fantasy#1 in Fantasy (12-03-2017) Sebuah cermin menuntun seorang gadis bernama Luna ke dunia penuh keajaiban. Di sana, pangeran berambut perak yang terlahir di bulan perak telah menunggu sekian lamanya untuk membawanya pada takdir berbahaya. Orion, itulah...
