Yang dimulmed itu Zelya sama Indri waktu di Diores, Gerwish. Ya kira-kira pakaian mereka begitu. 😂
***
"Kamu nggak perlu mengantarku.'' kata Indri pada Zelya saat sampai dirumah Luna dan Orion.
"Aku perlu, aku harus memasang pelindung sihir disekitar rumahmu. Dan ini, pakailah kemanapun kau pergi.'' Zelya memberikan sebuah kalung berbandul bulat seperti kelereng berwarna hijau.
"Apa ini.'' Indri meneliti kalung pemberian Zelya.
"Ini akan melindungimu. Kalung ini berisi sihirku.'' Zelya tersenyum hangat sambil mengacak-acak rambut Indri.
"Ma..makasih.'' Jawab Indri gugup, tak biasanya ia gugup didepan laki-laki. Jantungnya berdetak berkali-kali lipat lebih keras dari biasanya ketika Zelya menyentuh kepalanya. Lagi... ia pernah seperti ini sebelumnya, yaitu ketika ia mencium pipi Zelya sewaktu berada di Gerwish.
Zelya mengantar Indri dengan mobil yang biasa ia bawa saat bersama Orion dan juga Luna. Memang tugas menyetir sudah Orion serahkan pada Zelya karena ia malas dan tak mau repot.
"Masuklah.'' Kata Zelya ketika mobilnya telah sampai dan berada teat didepan rumah Indri.
"Tapi...'' Indri ingin mengatakan sesuatu tapi Zelya langsung memotongnya.
"Tak perlu mengkhawatirkan apapun, kamu hanya perlu menjaga dirimu sendiri. Aku juga akan menjagamu. Setelah aku memasang pelindung untuk rumahmu, aku akan segera pergi.'' Zelya tersenyum lembut menatap Indri yang masih berada dimobil dan duduk di sebelahnya.
Indri menatapnya dalam diam, ia berfikir semua yang telah Zelya lakukan untuknya dan tanpa ia sadari ia tersenyum.
"Ada apa? Kenapa kamu tersenyum?'' Zelya membuyarkan lamunan Indri.
Indri terkesiap dan menatapnya. Tapi kemudian, entah setan apa yang merasuki dirinya... dengan beraninya ia memeluk Zelya.
Setelah beberapa detik ia kembali sadar, ''Ah maaf!'' Katanya ingin melepaskan pelukannya.
Grepp!
Zelya menahan tubuhnya, tak membiarkan Indri melepaskan pelukannya.
"Jangan minta maaf.'' Kata Zelya pelan. "Jangan minta maaf, seakan-akan kamu memelukku karena suatu kesalahan.'' Ia memeluk pinggang Indri semakin erat.
"Maaf.'' Kata Indri lagi.
"Bisakah kamu mengucapkan hal lain selain maaf?'' Protes Zelya menenggelamkan wajahnya dibahu Indri, posisi mereka belum berubah sama sekali, masih tetap berpelukan.
"A..aku.. entah kenapa aku tak tahan ingin memelukmu. Mungkin.. aku..'' Indri gelagapan.
"Stop! Itu bagianku, ndri. Kamu nggak boleh mengatakannya.'' Kata Zelya malu-malu.
"Eh?'' Indri bingung, tak mengerti maksud laki-laki yang berada dipelukannya ini.
"Kamu.. tanpa sadar menjadi sangat penting untukku. Awalnya kukira aku terus menjagamu karena kamu adalah sahabat putri, tapi.. entah kenapa aku selalu mengkhawatirkanmu setiap waktu saat aku tak melihat sosokmu. Aku sadar.. saat kamu dibawa pergi ke Shinra.. aku sangat marah pada diriku sendiri karena tak bisa menjagamu. Karena itu.. kurasa.. aku menyukaimu. Aku menyayangimu. Aku tak ingin kamu terluka.'' Zelya melepaskan pelukannya. Wajahnya memerah, tapi ia tetap menahannya dan menatap Indri yang hanya diam.
Tapi kemudian..
"Ini.. pengakuan cinta terpanjang yang pernah aku dengar.'' Indri terkekeh.
"Kamu nggak bisa baca situasi ya. Ini sangat memalukan tahu.'' Zelya menutup wajahnya dengan punggung tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silver Moon (END)
Fantasy#1 in Fantasy (12-03-2017) Sebuah cermin menuntun seorang gadis bernama Luna ke dunia penuh keajaiban. Di sana, pangeran berambut perak yang terlahir di bulan perak telah menunggu sekian lamanya untuk membawanya pada takdir berbahaya. Orion, itulah...
