10. Non Stop Drama ~ Bukan Tersanjung Reborn

12.5K 607 15
                                        

"Friska !! " Kata Adi memanggil Friska setengah berbisik mencoba menyadarkan Friska dari keobodohannya.

" Kenapa Di " Kata Friska santai. Bola mata Adi bergerak gerak menunjuk ke arah Rahma yang terlihat mematung bingung dengan situasi aneh itu.

"Kenapa? itu Mbak Rahma, kan kemarin di Festival kalian ketemu " Tubuh Adi lemas, dia tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap dengan tingkah Friska yang belum sadar sama sekali dengan situasi yang mereka hadapi, mungkin karena masih pagi jadi sel otak Friska masih banyak yang membeku.

"Mbak udah mau telat nih, Friska, Adi , aku berangkat dulu ya." Kata Rahma, Kata kata yang di ucapkan Rahma terdengar berat, ada kekecewaan yang besar saat melihat Adi dan Friska bersama, apalagi Friska dengan lugas berkata menginap di tempat Adi, fikiran Rahma berkecamuk, bertanya sejauh apa hubungan Adi dan Friska padahal baru tadi malam Friska banyak bertanya tentang Adi kepadanya, bahkan dia sangat paham bahwa Adi satu satunya cowok yang bisa dengan cepat akrab dengannya, apa yang diperbuat Friska seperti merusak harapannya.

Namun Rahma merasa tidak berhak untuk marah, Adi bukanlah siapa siapa bukan teman dekat bukan sahabat apalagi kekasih, Adi hanya junior dia di kampus yang tidak sengaja bertemu di sebuah festival yang diadakan oleh FIB, mereka hanya bercakap cakap tidak lebih dari 2 jam, Adi masih orang asing, orang asing yang dengan cepat membuat dirinya nyaman.

Rahma melangkah dengan berat, Adi terlihat bingung, dia merasa respon Rahma terlihat aneh bagi seorang kakak kost dari Friska yang mengetahui adik kostnya menginap dirumah cowok yang baru saja dia kenal. Adi mengira Rahma hanya akan keget dan menasihati adik kostnya, bukan malah terlihat seperti sedang memendam kesedihan.

"Astaga !!!" Tiba tiba otak Friska mulai menyatu, menyadari apa yang sedang terjadi. 

"Mbak Rahma" Panggil Friska sambil mengejar Rahma. "Mbak, ini bukan seperti yang mbak kira, Friska akan jelasin mbak" Kata Friska dengan perasaan bersalah.

"Ga ada yang perlu di jelasin Friska." Rahma tersenyum. "kan setiap orang punya privasi yang tidak perlu di ceritakan", Rahma kembali berjalan menuju kampus. Friska hanya terdiam mematung, melihat Rahma berjalan semakin menjauh.

"Bukannya situasi ini terlihat terlalu berlebihan" Tanya Adi yang sudah berdiri tepat di belakang Friska."Apa ada cerita yang aku lewatkan dari situasi ini" Lanjut Adi.

"Ini urusan aku sama Mbak Rahma, dan kamu ga perlu tahu" kata Friska berbalik, dan hampir menabrak Adi yang berdiri di belakang, "Minggir" Kata Friska.

"Kamu nangis ?" Kata Adi yang melihat pipi Friska basah.

"Aku cuma kelilipan" Kata Friska tak berani menatap Adi.

"Maaf " Kata Adi bergerak agar tidak menghalangi jalan dari Friska

Friska lalu melangkah menuju gerbang Kos, namun sebelum Friska akan masuk kedalam kost Adi berkata." Kalau butuh teman untuk cerita, aku siap kapan aja" Friska mengehentikan langkahnya, dan memandang Adi dari kejauhan.

Apa yang istimewa dari kamu sih , batin Friska. hanya satu hari tapi terasa seperti sudah lama kita bercengkrama. Hanya satu hari dan kamu membuat Mbak rahma menangis, hanya satu hari kau membuat aku merasa bersalah, dan satu hari saja sudah membuat aku ingin terus bertemu denganmu. Friska lalu melangkah masuk hingga tak bisa melihat sosok dari Adi.

Adi berdiri mematung melihat Friska lenyap dari pandangannya, apa masalah ini telah selesai keluhnya tapi kenapa dia merasa masalah yang dia hadapi terasa lebih besar namun Adi tetap tak tahu inti masalah dari semua kejadian ini.

Celana Dalam Merah MudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang