12. Usia Hanya Sekedar Angka

9.6K 522 33
                                        

"Beneran kita mau makan disini beb" Febri ragu, meliat hanya motornya kendaraan paling kecil di parkiran itu selebihnya adalah Mobil Mobil dengan ukuran yang cukup besar yang bisa menampung 5 sampai 6 orang.

Adi ternyata juga ragu, dia pertama kalinya kerumah makan ini , Rumah makan yang di tujukan untuk pelanggan dalam jumah banyak setidaknya untuk minimal 4 orang. Adi masih berfikir kenapa Bu Dhani mengajaknya kesana \, bila dia tidak mengajak Febri, maka otomatis dia hanya akan akan berdua dengan Bu Dhani, karena mereka tidak ada kemiripan bisa bisa mereka bisa di anggap ibu ibu dan simpanan mudanya.

"Selamat datang, Apa sudah memesan tepat sebelumnya" Kata seorang pelayan wanita yang duduk disebuah meja dengan pakaian batik berwarna coklat lengkap dengan seyum ramah dengan wajah yang di balut dengan make up tipis.

"E.. E sudah mbak " Adi bingung

"Kamu so sweet banget Beb" Kata Febri dengan wajah yang memerah, Febri bingung dengan sikap Febri.

"Ternyata aku ga nyangka kamu udah persiapin ini semua buat aku" Lanjut Febri sambil tersipu, Pelayan itu terlihat shock , mungkin itu pertama kalinya sang pelayan menemui pelanggan menjijikan seperti Febri.

"Terserah kamu aja deh Feb." Kata adi pasrah tidak mau menjelaskan panjang lebar.

"Jadi Mas, dan Mbak, eh sis pesanan tempat atas nama siapa ? biar kami antar ke meja pesanannya " Kata sang pelayan ragu mengidentifikasi jenis kelamin Febri.

"Aku udah tau tempatnya mbak, jadi boleh aku sendiri aja yang kesana, sama ini" Kata Adi menunjuk Febri seolah olah Febri adalah benda menjijikan.

"Tapi Prosedur kami, harus seperti itu mas, biar tidak mengganggu pelanggan lain, jadi kami harus anter mas sama sis ke meja pesanan yang sudah di pesan"

"Nakk Adi " Tiba tiba ada suara wanita berteriak, Adi langsung menengok, adi terkejut melihat penampilan Bu Dhani, dengan Make up tebal dan lipstik merah merona dan pakaian yang ketat, Bu dhani tak terlihat seperti ibu ibu tapi malah seperti tante tante. Yang membuat Adi lebih kaget lagi, Bu Dhani tidak sendiri, namun Bu Dhani bersama tante tante yang dandanannya tidak kalah menor.

Febri shock dia melihat adi kecewa, matanya berkaca kaca dia memukul dada Adi dengan kedua tangannya.

"kamu jahat" kata Febri sedih, pelayan menatap serius seolah olah sedang menonton sinetron cinta akhir zaman.

"kamu kenapa?" Kata adi bingung.

"Tega kamu mau menjual aku Adi, padahal aku selalu didekatmu, tapi kamu malah mau memanfatkanku"

"Dengar dulu penjelasanku Feb" kata adi yang terdengar seperti opera sabun.

"Sejak kapan kamu kenal dengan dunia gelap ini beb, kamu mau menjualku ke mucikari, aku tahu aku seksi tapi, bukan berarti tubuh ini bisa di obral" lanjut Febri.

"Kamu jahat Mas " celetuk pelayan sambil mengusap air matanya dengan tisu.

"Lah ini pelayan malah ikut ikutan baper" Batin Adi

"Aku pergi saja dari sini "Kata Febri berbalik namun masih berdiri di tempat,adi hanya geleng geleng kepala.

"Tahan aku dong beb" Protes febri.

"Ye kalo mau pergi, langsung lari aja" Ketus adi

"Itu Bu Dhani mitra bisnis aku, aku tuh butuh kamu jadi asisten aku"

"Beneran ?" kata Febri manja

"bener !!!" adi kesal.

"Aku jadi asisten dunia aja atau di akhirat juga beb"

"Di Neraka" Ketus adi " ya udah hayo udah di tunggu tuh".

"Yang langgeng mas"Kata pelayan itu puas dengan tontonan murahan yang dia lihat. adi geleng geleng kepala.

"Nak Adi sama siapa" Tanya bu Dhani.

"Ini asisten aku bu"

"Iya bu, aku Febri asisten Adi di dunia dan di akhirat "

"haahaha ada ada aja anak muda zaman sekarang" Tawa seorang tante tante yang bersama bu dhani.

"ibu kenalin dulu ini Bu Danes" Tunjuk Bu Dhani kepada seorang tente yang umurnya sedikit lebih muda dari pada bu Dhani.

"Kok ibu sih jenk, tente dong" Kata bu danes dengan suara yang mendayu dayu. Di banding ibu ibu yang lain , tante danes pakaianya paling terbuka, dengan dress merah ketat. tipikal tante tante yang menjaga tubuh.

"ini bu Amel, eh tante amel " Kata bu Dhani, bu amel sedang hamil.

"Kalau ini tante echa" lanjut bu dhani, tante echa adalah orang yang paling muda, pakaianya juga paling terliat fresh dengan baju blouse putih dengan pita hitam di bagian lehernya.

"Habis kemana bu, kok rombongan begini " Kata Febri mencoba berbaur

"Cuci mata aja, lihat lihat daun muda " Kata bu danes.

"Ngawur jeng Danes, bukan dik Febri, mau cari perlengakapan buat adik bayi ini, sekalian liburan dik" Sanggah Bu Amel.

"Adi udah punya pacar "Tanya Bu Echa.

"Belum tante, masih nyari nyari aja yang cocok" Jawab adi.

"Cocoknya sama anak tante"

"Anak kamu baru kelas 1 SD jeng, mana mau Adi sama anak kecil, masak mau nunggu anak jeng gede dulu" Sewot Bu Danes.

"Kan cocoknya jadi bapak anak aku loh bu" Canda Bu Echa.

"Baru aja jadi janda dua bulan udah kegatelan jeng Echa, udah jadi jablay " celetuk bu danes

"Kan anak saya juga butuh kasih sayang Jeng Danes" Kata Bu Echa menbela diri.

"Anaknya atau induknya" Sindir Bu Danes.

"Kalau induknya seneng, anaknya juga pasti senenglah Jeng, siap kok aku bagi bagi" Kata Bu Echa 

"Ini temen temen ibu emang lucu lucu nak adi"Kata bu dhani mencoba meluruskan situasi.

"Begini loh nak Adi, kebetuan lagi di malang,ibu-ibu ini juga mau lihat produk produk nak Adi, mesennya sih ke ibu, tapi kan dulu nak adi belum kasih katalognya, jadi sekalian kalau bisa nak adi tunjukin ke ibu ibu ini " Lanjut bu dhani. Febri melihat adi bingung,dia sedang menganalisis situasi yang terjadi.

"Feb, kamu ada contoh jenis jenis produk kita kan" tanya Adi sambil mengedip ngedipkan matanya.

"Produk apa Di " Kata fabri bingung.

"Celana dalam yang lucu lucu" Jawab Adi sambil berdoa semoga Febri bisa mengerti apa yang dia maksud.

"ohhh jelas ada dong"Febri mengambil ponselnya dia lalu membuka galeri ponselnya, di tunjukan ratusan gambar jeroan, dari celana dalam hingga Bra yang bentuknya lucu lucu.

"Bagus Bagus ya jeng" kata Bu Amel kepada Bu Dhani.

"Kan sudah aku bilang, ga rugi kan kita ketemu nak adi disini" Kata Bu Dhani

"Ga dong, malah beruntung banget" Kata tbu Echa yang bukannya Fokus melihat gambar gambar di ponsel Febri tapi malah meliat Adi dengan tatapan aneh, Adi yang merasa di tatap dengan tatapan aneh itu hanya bisa memalingkan muka.

Febri terus cuap cuap ala penjual obat di pasar, adi masih takjub karena febri punya ratusan gambar celana dalam yang dia simpan di ponselnya. sehingga kini adi malah tambah merinding punya teman seperti Febri, apa motiasi febri menyimpan gambar gambar itu, Adi lebih banyak diam,kadang kadang dia harus mencoba mementahkan tatapan genit dari bu echa.

Di tengah obralan itu tiba tiba seorang gadis memanggil ke arah salah satu tante itu.

"Mama kok kesini ga bilang bilang" adi dan Febri kaget,suara itu tidak asing bagi mereka.  

Celana Dalam Merah MudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang