17. It's Time to Duel

7.1K 475 8
                                    

Adi melihat David dengan tatapan ramah, dia sama sekali tidak ingin membuat masalah dengan orang lain, apalagi sebuah masalah yang disebabkan oleh kesalahpahaman.

"Menurut aku, tidak ada yang perlu di bicarakan" Kata Adi, mecoba tetap terlihat ramah.

"Baik kalau itu mau kamu, tapi asal kamu menjauhi Friska" Kata David, Adi tak ingin menanggapi perkataan David tapi kata kata itu seperti mengusik hati Adi, dia merasa tidak terima dengan David yang mengatur siapa saja yang boleh dia hubungi.

"Aku tidak janji" Kata Adi tenang.

"Kamu masih berharap pada Friska, padahal dia sudah menjadi mantan kamu" Kata David sambil tersenyum kecut.

"Mantan suami saja bisa rujuk dengan istrinya, apalagi hanya sekedar pacar" Sanggah Adi, sejenak kemudia dia bingung, kenapa dia malah terus berakting menjadi mantan pacar Friska yang seolah oleh sedang mengajak Friska balikan.

"Aku setuju dengan kata kata kamu, tapi yang kamu harus pahami aku yang akan mendapatkan hati Friska, Jujur, selama ini aku ga tahu kalau Friska sudah punya pacar, karena dia bersikap normal normal saja di kampus,kecuali pacarnya hanya dibuat menjadi selingan" Sindir David.

Adi tak merasa tersindir, karena memang kenyataannya apa yang dikatakan Friska hanya kebohongan semata, Adi merespon dengan senyum, sebuah senyun yang membuat David tambah emosi karena merasa sindirannya tidak mempan kepada Adi.

"Kalau memang aku hanya selingan, kenapa kamu harus takut bersaing" Lanjut Adi, Kata kata itu tiba tiba saja keluar dari mulutnya, seolah olah dia sudah benar benar berakting menjadi soerang mantan.

"Jangan menyesal, karena aku tidak pernah bersaing dengan cara biasa, Hati hati"

=================================================

"Mbak apa yang harus aku lakuin sekarang" Kata Friska, setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Maksud kamu ?" Kata Rahma bingung.

"Aku ga bisa bohong mbak, beberapa hari ini aku berharap Adi menghubungi aku lagi, aku mencoba untuk memulai menghubunginya tapi selalu saja raga ini selalu tidak bisa bergerak menurut kata hatiku, tadi setelah melihat Adi disini aku senang Mbak, sampai akhirnya setelah Adi mengatakan dia kesini untuk bertemu mbak, aku kecewa, bukan berarti aku tidak senang bila adi bertemu dengan mbak, tapi aku tidak bisa menjelaskan perasaan ini mbak" Kata Friska.

"Pemuda yang bernama Adi itu memang aneh Friska, Pemuda itu juga membuat hati Mbak terasa begitu nyaman, membuat wajah Mbak selalu dipaksa untuk tersenyum, aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama denganku, dan kini mbak juga bingung, aku ingin mendukungmu agar hati kalian saling bersambut, tapi jauh dari dalam lubuk hati Mbak, aku tak ingin itu terjadi, aku yang harusnya bersama dia, aku Friska" Kata Kata Rahma itu hanya bisa dia ucapkan dalam Hati, tak ada keberanian untuk membicarakan isi hatinya kepada Friska.

"Dengarkan kata hatimu Friska, jangan pernah ragu" Begitulah yang keluar dari mulut Rahma, kata kata yang sebenarnya tidak ingin dia ucapkan.

"Aku harus mengejar Adi, sekarang , mungkin dia belum jauh" Kata Friska yakin.

"Kalau kata hatimu berkata begitu, lakukan sayang" Kata Rahma.

"Terima kasih Mbak" Friska langsung bergegas berlari mencari Adi.

===============================

"Maksud kamu ?" Kata Adi melihat Tatapan David yang terlihat kesal.

"Level kita jelas berbeda, aku tak ingin menyesuaikan persaingan kita dengan level kamu, aku punya uang, aku punya badan yang jauh lebih keren dari pada kamu, jadi jangan pernah merasa aku tidak adil karena memanfaakan semua kelebihan yang aku punya" Kata David sombong.

"Silahkan saja, kamu lakukan apa yang kamu suka " Kata Adi tenang.

"Termasuk dengan cara ini" Kata David, David turun dari kendaraannya, tiba tiba tangannya langsung melesat mencoba meninju wajah Adi, Adi tidak punya pengalaman berkelahi sama sekali, melihat tangan itu melesat menuju wajahnya, dia hanya diam pasrah.

Sesaat tangan itu akan bersentuhan dengan wajah Adi, seorang berteriak sambil menghentikan pukulan itu dengan memukul lengan David, sehingga pukulan david meleset dan tidak mengenai wajah adi.

"Stop, Apa yang kamu lakukan"

David terkejut ada yang bisa menagkis pukulannya.

"Kamu " Kata David gugup.

"Kenapa dengan aku ?" Kata suara itu tegas. "kamu ga apa apa beb, aku khawatir kamu belum balik sampai jam segini jadi aku mencari kamu kesini" Kata Febri terdengar khawatir.

"Kamu punya Bodyguard Banci ?" Kata David melihat Febri jijik.

"Sini lo anji*g, kalo memang kamu bilang aku banci, sini lawan aku" Kata Febri dengan suara yang berat, David panik melihat Febri yang menghampirnya, Spontan dia mencoba melayangkan Pukulannya ke wajah Febri namun dengan cepat Febri meninju lengan David untuk mengkis pukulan itu sampai David meringik kesakitan.

Dengan sekuat tenaga Febri langsung mengibaskan tangannya menuju pipi David dan sebuah tamparan keras mendarat tepat di wajah David sampai terdengar bunyi Plakkkk yang keras, David langsung memegang wajahnya meringis kesakitan, Wajahnya tergambar tangan Febri dengan cap berwarna merah.

"Apapun masalah kamu dengan Bebeb aku, jangan pernah sekali kali kamu selesaikan dengan kekerasan, kecuali kalau kamu mau menerima tamparan aku lagi" kata Febri masih dengan suara beratnya.

David hanya terdiam, dia geram dengan apa yang terjadi, dia akan membalas semua perbuatan Adi kepada dirinya, tapi tidak sekarang.

"Ayo beb" Kata Febri berubah kambali mendayu, dia berjalan menuju motornya yang terparkir tidak jauh dari keributan itu. Febri dan adi lalu pergi meninggalkan David yang masih kesakitan memegang Pipinya.

==================================

"Itu adi " Batin Friska saat melihat Adi naik keatas motor bersama seorang cowok, baru saja dia akan mencoba memanggil Adi namun setelah melihat ada David disana dia mengurungkan Niatnya, Friska bingung dengan apa yang telah terjadi disana, Adi terlihat lemas, sedangkan cowok yang membonceng adi terlihat begitu emosi, dan david sedang meringis kesakitan memegang pipinya. Friska terdiam, dia hanya memandang Adi berlalu pergi dan akhirnya diikuti oleh David yang melaukan motornya penuh emosi.

Apa yang sedang terjadi disini, apa Adi dan David terlibat masalah, kenapa Adi terlihat begiti Shock, kenapa cowok gemulai yang membonceng adi terlihat marah, dan kenapa David meringis kesakitan, Friska sama sekali tidak bisa menebak apa yang terjadi, namun dalam hatinya dia berharap Adi tidak apa apa.

=============================


Celana Dalam Merah MudaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang