Beberapa hari berlalu setelah kejadian aneh di rumah makan itu. Hari hari Adi kembali membosankan, Adi merasa setiap orang yang ditemuinya beberapa hari yang lalu seolah olah kembali kekehidupannya masing masing lalu mendelete kejadian aneh yang pernah terjadi.
Friska dan Rahma bagai hilang di telan bumi, Adi begitu takut untuk menghubungi kedua gadis itu apalagi pertemuan terakhir Adi dengan mereka berdua kurang begitu baik.
Begitupun Dery, Dery tidak pernah mengungkit masalah pada malam itu, sehingga Adi merasa mungkin kejadian beberapa hari yang lalu hanya sebuah imajinsinya saja yang terkesan begitu nyata.
Adi duduk termenung sendiri di kursi urutan belakang, menunggu kuliah berikutnya yang akan dimulai 15 menit lagi. Dery sibuk berdiskusi dengan beberapa temannya yang lain tentang mata kuliah, hal yang selalu dilakukan para golongan golongan yang memang berniat kuliah dengan sungguh sungguh, berbeda dengan Adi yang terkesan cuek.
Dery kini tidak lagi memakai kaca mata dan terlihat dia sedikit berdandan, tentu perubahan Dery itu mengundang decak kagum teman teman kelas Adi yang dulu mungkin memandang Dery sebelah mata, Tapi bagi Adi, Dari dulu dia sudah mengangap Dery cantik, sekarang dia hanya lebih cantik.
Berbeda dengan Dery, Febri lebih memilih Bergosip dengan cewek cewek, sesekali dia mengoda beberapa cowok cowok yang sedang berkumpul juga di kelas itu.
"Minta perhatiannya teman teman" Kata dery tiba tiba berdiri.
"Hari ini pak Nyoto tidak masuk karena sakit, dan juga tidak ada tugas pengganti" Kata Dery.
Yeeeee........... semua isi kelas itu bersorak senang, kata kata "tidak masuk" adalah sebuah kehagiaan tersendiri bagi seisi kelas itu sehingga berita duka "Karena sakit" hanya sebagai imbuhan pelengkap kalimat yang tidak perlu diingat.
Walau tidak ada jam kuliah, tapi teman teman adi tidak langsung pulang, mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk berbincang bincang dikelas dengan bebas.
"Adi ngelamun aja" Kata Dina.
"Biarin aja Din, dia lagi sibuk mikirin Bisnis"Sahut Yuva.
Adi yang belum connect, hanya celingak celinguk bingung.
"Kita siap jadi pelanggan tetapmu kok Di, tapi jangan lupa sekali kali kasih diskon ya" Kata Dina.
Adi masih diam melongo tidak mengerti.
"Tau ga Din, tadi saking lucu lucunya aku sampai pesan sampai 5 buah " Kata Yuva berbicara ke Dina " Kalau nanti pesanannya datang, aku juga masih bingung bayar pake apa, boleh bon ga ya sama adi" Bisik Yuva walau masih terdengar oleh adi.
"Untung tadi aku bisa kontrol diri, kalau bablas, bisa selusin lebih aku beli hahaha" Kata Dina, kedua itu kembali mengobrol berdua seolah olah Adi tidak ada disana.
Adi benar benar tidak mengerti apa yang dibacarakan dua teman kelasnya itu hingga akhirnya Febri menghampiri Adi.
"Beb ?" Febri duduk disamping Adi
"Iya " Kata Adi cuek.
"Kita sukses besarrrr" Kata febri memegang tangan adi.
"Apa sih pegang pegang,sukses apa lagi ?" Kata Adi bingung.
"FF PINKY STAR " Kata Febri berdiri sambil beraksi layaknya bintang iklan yang sedang menpromoskan sebuah produk.
"Kami siap melayani anda sampai puas, dengan produk kami yang cantik dan bikin gemas" Kata Febri dengan imut mengatakan Slogan baru yang dia buat.
"Kamu kesurupan ya feb" Kata adi tambah bingung"
"ini loh beb" Febri menunjukan aku Facebook yang berisi promosi celana dalam berbagai macam bentuk, selain itu dia menunjukan akun , Instagram, BBM, Line dan WA. "Semuanya sudah lengkap, bebeb Adi sebagai CEO aku jadi COO oke, tenang aku yang urus semuanya bebeb tinggal bantu promosi plus jadi maskot FF PINKY STAR okeh"
Adi cuma melongo bingung, otaknya sedang berusaha menerima semua informasi yang diberikan Febri,
"Beb, kamu ga apa apa ?"
"Jadi kita resmi jadi Juragan Celana dalam ?" Tanya adi, tapi badannya masih kaku mematung.
" Resmi beb, aku sudah kerja sama dengan berapa grosiran khusus daleman, jadi nanti sistemnya kita cukup menjual barang barang yang menurut kita menarik, pembagaian keuntungannya bisa sampai 20% beb, aku sudah siapkan untuk pembukuannya, pokonya sudah lengkap" Kata Febri.
"Dan sebagai pembuka, maka Febri serahkan pesanan dari pelanggan pertama kita Neng Nana " kata febri menyerahkan sebuah paper bag pink lengkap dengan tulisan FF PINKY STAR.
"Ada paperbagnya juga" Adi takjub
"Iya dong,ini spesial untuk yang beli lebih dari 8 buah, maka akan pakai paper bag khusus dar FF PINKY STAR"
"Tadi kata kamu pelanggan pertama kita siapa ?"
"Neng Nana ?"
"Dery ?"
"Iya siapa lagi beb, udah pokoknya sekarang kamu kasih neng nana ya"
Adi benar benar tidak bisa berkata kata lagi, ternyata apa yang terjadi sekarang, jauh melebihi ekspektasinya, bahkan tidak pernah terbayang sedikitpun, sambil membawa paper bag berwarna pink, adi langsung menuju kearah Dery, dia menguatkan mental.
"Dery, eh Nana, ini pesanan kamu "
"Eh Nata, e e e makasih ya, sukses ya bisnisnya" Kata Dery, Tiba tiba satu kelas tepuk tangan melihat kejadian itu , adi kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Sekarang kami resmi membuka FF PINKY STAR" teriak Febri.
"Yeeeeee " Kata semua orang bersorak
***
"Kamu marah Beb sama aku ?" kata Febri, melihat Adi yang hanya diam saja saat mereka berjalan menuju parkiran untuk pulang
"Marah ? kamu sudah melakukan semua itu dan mana pantas aku marah Feb" jawab Adi
"Tapi Kok kamu murung Gitu " Tanya Febri gelisah.
"Aku sedang memikirkan apa yang terjadi, tadi dikelas aku merasa begitu senang, anak anak mengajak aku bercanda, aku tertawa dengan lepasnya, aku seperti menikmati momen tadi, dan anehnya momen tadi berawal dari sebungkus celana dalam yang aku temukan di terminal, dan semua terjadi gara gara Friska" Deg, Jantung adi bergedegup kencan saat mengatakan Nama gadis itu.
Febri tersenyum, adi sudah menceritakan semua kejadian yang terjadi setelah kejadian di rumah makan itu.
"Dan aku rasa aku harus menemui Friska, hatiku dari kemarin terus terketuk ingin menemui gadis itu tapi aku terlalu takut untuk memulai menghubunginya" Kata Adi.
"Aku akan mendukung semua keputusan kamu beb, semangat !!" Kata Febri, Adi berjalan sambil merenung.
"Kalau begitu aku ke kost friska dulu ya, lebih cepat lebih baik kan"
"Iya beb, semangat"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...
