Cukup lama Dery dan Adi terdiam dalam hening. Dery sudah melepaskan pelukannya kepada Adi. Dery sempat malu saat melihat baju Adi basah oleh tangisnya. Adi mengusap rambut Dery. Ia memandangi wajah gadis manis itu. Sebuah wajah yang masih ingin terus dilihatnya. Bukan sebagai tambatan hati namun sahabat yang selalu menemani.
"Waktu kalian sudah habis!" teriak Febri dari arah pintu. Dery dan Adi kaget setengah mati melihat Febri bertolak pinggang menatap mereka dengan serius. Tampak mata Febri memerah, ia tak bisa menyebunyikan bahwa ia baru saja selesai menteskan air mata.
"Feb?" tanya Adi bingung. Febri langsung mendekati Adi lalu menarik tangan sahabatnya itu.
"Maaf Ya Der. Waktu kalian sudah habis. Sudah cukup main peluk-pelukkannya." Ucapan Febri membuat wajah Dery memerah. Ia tak menyangka ada orang yang melihatnya memeluk Adi. "Sekarang giliran aku!" Febri menarik Adi keluar dari ruangan itu. Dery melihat tingkah Febri dengan bingung namun akhirnya ia paham bahwa Febri sedang ingin menghabiskan waktunya dengan Adi.
"Feb? Kita mau kemana?" tanya Adi bingung.
"Diem aja Beb! Ikut aja jangan protes!" kata Febri kembali dengan sapaan mesranya. Walau kali ini Adi tambah jijik, suara Febri sudah tidak mendayu seperti dulu. Saat ia memanggilnya Beb dengan suara seperti itu Adi bener-benar merinding.
"Apa susahnya kasih tahu dulu Feb?" protes Adi. Febri tidak menjawab. Febri melangkah dengan cepat melewati gedung Fakultas. Ia lalu berjalan menuju taman tempat teman-teman kelasnya berkumpul. Untuk mencapai parkiran ia harus melewati jalan itu. Teman-temannya tampak kaget saat melihat wajah Febri yang serius sambil menarik tangan Adi. Febri berhenti saat ia sudah berada di tengah-tengah kerumunan teman kelasnya.
"Semuanya tolong dengar baik-baik Ok!" kata Febri. Walau yang lain terlihat bingung mereka langsung menangguk saat mendengar ucapan Febri. "Dengar baik-baik. Tidak ada pertanyaan setelah aku mengumumkan ini. Setuju?" teman-temannya secara kompak berteriak setuju bagai kelompok paduan suara.
"Baik! Aku akan mengumumkan secara singkat poin per poin" Febri menarik nafas panjang. "Pertama, Adi tidak menikah. Kedua, gadis yang bernama Vina itu adalah adik kandung Adi. Ketiga, Mama Adi yang akan menikah bukan Adi," kata Febri. Teman-teman kelas Adi melongo mendengar ucapan Febri. Berapa detik kemudian mereka langsung menatap tajam ke arah si tersangka penyebar gosip. Zainudin hanya bisa cengir cengir sambil mengaruk kepalanya. "Satu lagi. Adi akan pindah kuliah semester depan jadi Adi tak akan kuliah disini lagi. Ia akan pindah ke Aceh. Dengar semua? Sekian berita dari aku. Aku mewakili Adi mengucapkan maaf dan terima kasih banyak telah membantu Adi selama ini. Wassalam." Kata Febri singkat. Febri langsung melengos pergi sambil menarik Adi yang terlihat bngung dengan pengumuman dadakan Febri.
"Feb? setidaknya gw ngomong sesuat...."
"Sudah sudah ga ada waktu lagi. Waktu kamu sekarang milik aku." Febri tidak mempedulikan Adi. Ia hanya menarik tangan Adi menuju parkiran. Teman-teman Adi tampak melongo, mereka sedikit demi sedikit mencerna omongan Febri. Beberapa detik kemudian mereka terdiam dalam lamunan lalu mulai menatap satu sama lain. Walau mereka baru setahun bersama namun mereka tetap merasa kehilangan. Apalagi Adi dan Febri adalah sosok yang selalu menjadi maskot kelas yang menarik perhatian mereka. Walau mungkin dulu Adi merasa hidup dengan tenang, tidak banyak berinteraksi dengan yang lain namun teman-teman kelasnya selalu tersenyum dengan interaksi Adi dan Febri di kelas. Mereka senang Adi memulai membuka diri dan banyak berinteraksi dengan mereka berapa bulan belakangan ini. Namun kini mereka akan kehilangan sosok teman yang baru saja mencoba untuk bisa lebih akrab.
"Naik!" perintah Febri. Adi menurut tanpa protes.
"Peluk,"
"Apaan sih Feb," protes Adi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...
