Adi sedang duduk bersama Vina di sofa ruang tunggu di depan kantor akademik. Adi masih menunggu beberapa berkas dari Mamanya. Mamanya sedang tidak di rumah jadi butuh waktu sampai Mamanya men-scan lalu mengirimnya melalui email.
"Kamu enggak perlu ikut juga kali Vin." Kata Adi kepada Vina. Vina tampak jengkel mendengar ucapan Adi.
"Kakak jangan cerewet deh. Kakak masih belum sehat betul. Aku juga tidak ingin cowok kemarin datang lagi dan menyakiti kakak. Aku harus melindungi kakak," kata Vina serius. Adi mengerti kekhawatiran Adiknya, tindakan bodohnya kemarin membuat Adi sedikit kesal dengan dirinya sendiri. Namun di samping itu Adi merasakan perasaan yang aneh. Setiap ia mengingat kejadian kemarin, hal pertama yang tampak adalah wajah Friska yang menatapnya dengan kecewa. Tatapan itu membuat hatinya terasa tertusuk ribuan jarum. Ia merasa bahwa Friska memperlakukannya dengan tidak adil, ia tak rela melihat gadis itu lebih membela David daripada dirinya. Ia bingung kenapa ia terus memikirkan itu sejak kemarin.
"Kakak jangan sedih lagi ya," kata Vina seraya menggandeng tangan kakaknya sambil menaruh kepalanya di pundak Adi. Adi mengelus kepala Adiknya lembut. "Aku tidak ingin Kakak banyak fikiran," lanjut Vina lembut.
Di dalam ruang akademik yang bersebelahan dengan ruang tata usaha. Zainudin, salah satu dari teman kelas Adi tampak melirik kearah ruang tunggu. Ia tampak mengangguk-angguk sambil mengagumi kemesraan teman sekelasnya itu, ia juga beberapa kali memuju kecantikan gadis yang bersama Adi. Bagi penganut paham hiburan Korea garis keras, Zainudin memang selalu teratarik dengan gadis yang lebih muda. Membayangkan dirinya dipanggil oppa (kakak) dengan suara manja selalu menjadi angan-angan Zainudin sejak dulu. "Beruntung banget Adi punya cewek yang lebih muda dan semanis itu," bisik Zainudin dalam hati.
"Mas? Ada perlu apa?" sapa Bu Sulastri, seorang pegawai senior.
"Ah, tidak ada kok, Bu." Zainudin yang kaget hampir menjatuhkan berkas-berkas yang dipegangnya. Pemuda yang cinta mati pada Girls Band Twice ini tampak masih penasaran dengan apa yang dilakukan Adi dengan gadis itu di ruangan akademik. Setelah melihat foto Jihyo, salah satu personel Girls Band Twice di layar ponselnya sebagai penyemangat, Zainudin akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Bu Sulastri.
"Tadi temen saya mau ngapain kesini Bu?" tanya Zainudin Ragu. Ia takut Bu Sulastri tidak menanggapinya.
"Temenmu yang itu?" tunjuk Bu Sulastri. Zainudin mengangguk. "Dia lagi kumpulin syarat-syarat buat cuti, eh pindah. Ibu juga lupa." Jawab Bu Sulastri bingung. Wanita ini memang agak sedikit pikun.
"Pindah atau cuti?" tanya Zainudin penasaran.
Bu Sulastri mencoba berfikir namun daya ingatnya ternyata tidak sekuat dulu. "Ah kayaknya dia belum bilang. Tapi kalau nemui ibu sudah jelas alasannya, kalau tidak cuti kuliah ya pindah kuliah." Jawab Bu sulastri. "Karena berkasnya belum lengkap jadi mapnya masih dibawa sama dia" jawab Bu Sulastri yang mengartikan bahwa dia tidak bisa mencari tahu tujuan Adi yang sebenarnya.
"Zainudin hanya mengangguk-angguk. Ia mencoba merangkai informasi yang didapatkannya. "Dia bukan temen sekelas kamu?" tanya Bu sulastri bingung. Ia sedikit heran melihat Zainudin begitu penasaran.
"Temen sekelas aku kok Bu. Tapi beberapa hari ini dia tidak pernah masuk," jawab Zainudin.
Wajah Bu Sulastri mengkerut. "Kok tampang anak itu tidak ada bandel-bandelnya, masak sih sering bolos kuliah," tanya Bu Sulastri. Bu sulastri sudah berpengalaman melihat mahasiswa yang hampir di DO karena nilai anjlok atau karena tidak lulus-lulus. Tampang Adi sangat jauh dari kriteria yang biasa Bu Sulastri lihat.
"Anaknya baik dan pinter kok bu. Mungkin dia lagi ada masalah makanya enggak masuk," jawab Zainudin. Bu Sulastri mengangguk-angguk setuju.
Obrolan Zainudin membangkitan jiwa emak-emak Bu Sulastri. Jiwa berspekulasi ala-ala acara infotainment tiba-tiba keluar dengan sendirinya. Dengan pengalaman menjadi seorang emak-emak selama lebih dari 25 tahun Bu sulastri akhirnya membuat kesimpulan. "Menurut ibu, kayaknya temenmu itu mau cuti buat nikah muda deh," kata Bu Sulastri dengan wajah melotot ala Feny Rose di acara silet.

KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...