6. Strategi Operasi Berenda

14.9K 721 20
                                    

Tulisan Fakultas Pertanian 12 di belakang jaket dan inisial RA di sisi bawah baju, hanya itulah yang Adi ingat setelah mengulik memorinya tentang peristiwa di terminal itu. Adi mengambil kesimpulan bahwa 12 adalah angkatan dari pemilik jaket dan R.A adalah inisial nama dari pemilik jaket itu. Ide-ide terus bertebaran di otak Adi. Dari ide yang sederhana sampai ide yang membuatnya malu sendiri karena telah berfikir se-ekstrem itu.

"Tebak siapa." Kata seorang pemuda dengan intonasi agak melambai, pemuda tadi menutup kedua mata Adi dari belakang. Adi yang sedang duduk santai di depan gedung FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) jelas hafal siapa pemilik suara berat namun mendayu ini.

"Feb, lepas ngga tangan kamu, orang-orang yang liat kita bisa nambah ngira kita Homo. Kalau ngga mau aku sabit nih tangan kamu." Ancam Adi. Febri Januar nama lengkapnya, salah satu spesies dilindungi di FISIP, cowok melambai yang kemana-mana selalu memakai kaos ala-ala korea yang menampakan belahan dada, namun dada seorang pria. Belum lagi gelang warna-warni  yang menghiasi lengannya yang putih ditambah kaca mata yang terkesan feminim. 

"Ih kasar banget jadi cowok, Ya udah ayoo." Febri manarik tangan Adi, Adi yang risih langsung menampik tangan itu.

"Kamu kok gitu? Kamu kan udah janji kalo aku anter dan jemput kamu ke terminal kamu mau temenin aku ke Festival Budaya di FIB (Fakultas ilmu Budaya)." Kata Febri kesal. Adi memang temen dekat Febri karena saking seringnya berdua mereka sering dikira Homo.

"Emang aku pernah bilang gitu ya?" Adi lupa pernah janji begitu sehingga Adi mengira ini cuma akal-akalan Febri aja.

"Jangan banyak alasan, ayo ikut aja ihhh kamuuhh " Paksa Febri manja. Adi hampir muntah ketika rintihan manja cowok masuk ketelinganya seperti merusak fungsi otaknya.

"Ok ok." Adi langsung membereskan kertas hasil coret-coretan strategi untuk membalikkan celana dalam berenda itu.

"Strategi Operasi Berenda?" Febri berhasil membaca tulisan dari kertas Adi. "Emm sekarang kamu udah suka yang berenda juga kayak aku? Aku punya yang berenda renda di rumah, kamu mauh?" kata Febri.

"Nakjis Feb, aku ngga mungkin suka begituan.  Ini strategi belajar aku aja!" Adi ngeles 

"Emang berenda apaan ?" Febri Bingung.

"BElajar Rajin Efektif Namun DinikmAti, BERENDA," Adi berfikir cepat.

"Oh bisa bisa. Ya udah jangan omongin belajar pusing nih pala febri, aku mau seneng-seneng dulu di festival budaya, come on beb"

"Ok" jawab Adi geleng-geleng



***


Festival Budaya itu begitu ramai. Tiga lahan parkir disulap menjadi Arena Festival Budaya Internasional lengkap dengan stand-stand makanan, panggung hiburan dan spot foto dengan cossplayer-cossplayer dari berbagai negara. Ada karakter Manga, Super Hero Lokal, sampai tokoh tokoh kartun Marvel dan DC.

Kedua insan berbatang yang terlihat seperti sepasang kekasih abnormal ini sudah memasuki arena budaya itu. Febri terlihat bersemangat sekali, pemuda bahkan sampai lompat-lompat kegirangan sambil meliak-liukan tangannya yang gemulai. Adi yang mulai mual melihat tingkah temannya itu mulai memalingkan muka dan berharap orang-orang tidak mengira mereka datang berdua.

"Hai, kamu disini mau ngapain?" Tanya Adi yang mulai risih dengan pengunjung yang mulai berdesakkan mendekati panggung.

"Mau cari makan and then  foto ama cossplayer yang lucu-lucu" Febri masih tertawa girang.

Berapa menit disana Adi sudah mulai bosan. Dari pada melihat acara itu Adi memilih untuk mengamati satu demi satu pengunjung disana, mungkin saja si pemilik celana dalam itu mampir ke acara itu juga. Walaupun harapan itu peluangnya 1 dibanding ratusan manusia yang ada di Arena Festival budaya itu.

Celana Dalam Merah MudaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang