Terakhir kali Adi percaya dengan hal-hal gaib ketika dia masih berseragam putih merah. Joko namanya, disaat Joko dan Adi masih menjadi siswa kelas 4 SD, Joko menyebarkan ajaran baru di tengah mahluk-mahluk tak berdosa itu. Joko adalah murid yang selalu menjadi juara kelas. Joko mengklaim dirinya pernah meminum minuman yang diberikan oleh Patih Gajah Mada. Joko bercerita bahwa Roh Patih Gajah Mada mendatanginya ke dalam mimpi, dengan berpakaian layaknya gaya bangsawan zaman Majapahit. Patih Gajah Mada menawarkan segelas air yang diwadahi dengan gelas emas yang begitu mengkilap, dengan senang hati Joko meminumnya. Tegukan pertama Joko merasakan rasa pahit yang luar biasa tapi baginya itu adalah ujian. Tegukan kedua pahitnya mulai pudar dan tegukan selanjutnya minuman itu berasa begitu manis dan sangat menyegarkan. Sejak saat itulah joko merasa dirinya menjadi anak pintar dan punya kelebihan.
Mendengar cerita luar biasa itu, teman teman Adi seperti hanyut dalam khayalannya masih masing. Cerita Joko tidak punya celah sedikitpun untuk diragukan mengingat otak Adi dan kawan-kawannya masih terisi dengan mobil-mobilan yang bisa bergerak atas kemauan pemiliknya atau Gasing yang bisa mengelurkan Naga terbang. Untuk menambah kesan dramatis, Joko berlari kencang lalu melompat mencoba mengapai dedaunan dari pohon mangga yang paling tinggi yang bisa di raih.
"Lihat! Selain bikin pintar, minuman itu juga membuatku jadi bisa melompat tinggi," kata Joko bangga. Wajah-wajah polos itu seperti bercahaya karena kagum dengan Joko, termasuk Adi. Beberapa anak mencoba ikut melompat tapi tak satupun yang bisa menggapainya, karena memang Joko adalah siswa yang paling tinggi di kelas itu, postur tubuh Joko yang tinggi kurus tentu sangat kontras dengan sekumpulan hobbit-hobbit ingusan yang tingginya tidak lebih dari kecebong tiarap, termasuk Adi. Anehnya bocah-bocah yang belum akil balik itu percaya kebohongan Joko.
"Kalian bisa melompat seperti tadi, kalo kalian meminum ramuan dari Patih Gajah Mada. Besok aku bawa air suci itu buat orang yang mau saja," kata Joko dengan penuh wibawa, wibawa seorang bocah pintar namun Licik. Bocah-bocah polos tanpa dosa ini percaya dengan lolongan indah Joko, Apalagi Joko adalah siswa yang paling pintar di kelas itu.
Berbekal bekas kemasan Yakult, Joko menjajakan air keran rumahnya dengan label Air suci Patih Gajah Mada. Puluhan anak berebut membeli air suci itu, bahkan ada beberapa anak yang membeli sampai 3 botol. Harga yang Joko tawarkan murah, Hanya 1000 rupiah, atau sebanding dengan uang saku anak SD untuk 2 hari pada zaman itu.
Tibalah masa cocokologi, segala suatu yang terjadi selalu disangkut-pautkan dengan air suci Patih Gajah Mada si Joko. Udin yang berapa hari mencoba mengapai daun mangga tiba tiba dengan spektakuler bisa menggapai bahkan mencabut daun mangga yang biasa di sentuh Joko, walau sebenarnya Joko telah menariknya puluhan kali daun itu sehingga daunnya menjadi menjorok kebawah. Ajaib.
Ada kejadian lain. Hesti yang selalu diceramahin Pak Jamal guru Agama karena ribut dan ngoceh dengan teman sebangkunya Hana, tiba-tiba lolos dari terkaman amarah pak Jamal seharian penuh. Hesti lompat-lompat kegirangan, air suci Patih Gajah Mada yang di gadang-gadang sebagai penyebab utama kejadian itu. Padahal faktanya semua itu bisa terjadi karena teman sebangku Hesti yaitu Hana tidak masuk sekolah, jadi tidak mungkin Hesti ngoceh sendiri.
Gerakan Musyirikisasi Joko berkembang pesat, ratusan botol yakult terjual dalam berapa minggu. Mungkin kalau ada pengamat ekonomi yang tahu, Joko mungkin bisa menjadi pengusaha sukses termuda di Indonesia, atau bisa juga di cap sebagai bibit unggul tukang tipu di masa depan.
Entah sejak kapan pengaruh musrikisasi itu memumudar dan hilang. Mungkin saja hilang dengan sendirinya, atau mungkin stok botol yakult Joko sudah habis atau mungkin Guru agama sekolah itu diam-diam menaburkan air doa setelah melihat anak-anaknya jarang istigfar setiap kaget malah lebih sering menyebut "Lindungi kami Gajah Mada!". " Hidup Gajah Mada!" bahkan Hesti Si Gadis Polos yang bahkan bempernya belum tumbuh dengan girang berteriak," Nikahi aku gajah mada! Nikahi aku Abanggg!!!",
KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...
