Jam istirahat sekolah selalu dimanfaatkan siswa SMA dengan cara yang berbeda beda, yang pasti ada beberapa siswa yang memanfaatkannya dengan hal yang positif seperti membaca buku atau mereview hasil pelajaran sebelumnya, walau mugkin ini hanya 5 persen dari seluruh populasi siswa di seluruh sekolah ini. 95 persennya biasanya melakukan hal yang menurut mereka menyenangkan, seperti berduaan di pojok taman dengan cinta monyetnya sambil membahas siapa yang harusnya menutup terfon duluan nanti malam atau juga kadang kadang mencoba menyalurkan gairah pubertas mereka dengan mencoba memegang tangan pasangannya, icip icip dikit bolehlah begitulah biasanya isi dari otak mereka.
Kelompok lainnya biasanya hanya duduk di depan kelas sambil melihat siswa dan siswi lain yang lalu lalang, kadang diselingi dengan tebakan tebakan normal seperti ukuran sepatu sampai tebakan abnormal seperti berapa jumlah lipatan perut siswi gendut yang lewat di depan mereka dengan langkah yang berat dan tentu juga siswa siswa yang sok hebat dengan menebak ukuran onderdil dari siswi yang lewat padahal mereka sendiri tidak bisa menebak ukuran isi otak mereka yang hampir kosong. Ada juga kelompok cewek cewek tukang gosip yang membicarakan segala hal yang terjadi di sekolah, seperti membahas cowok paling ganteng disekolah, anak IPS yang baru saja membeli motor keluar terbaru yang begitu kece atau anak teladan yang ketahuan ciuman di tempat sepi di ruangan belakang sekolah, semua hal itu selalu menjadi hal yang menarik bagi kelompok itu.
Namun hal yang wajib ada dalam sebuah sekolah adalah segerombolan siswi siswi cantik primadona sekolah yang membentuk satu geng lengkap dengan satu mahluk yang berbeda gender namun tetap bisa menyatu dalam gerombolan itu siapa lagi kalau buka golongan siswa berbatang layu alias ngondek.
Dikelompok itulah Febri berada selama dua tahun dia menginjak masa masa SMA, kini saat dia baru memulai menjadi senior kelas tiga febri masih tetap setia menjadi bagian dari geng Beautiful Flower yang berisikan, Windy, Monika , Khatleen dan Lady, walau mereka sudah berbeda kelas.
"Tau ga sih, masak si Reno nembak aku, aku heran apa dia ga punya cermin dirumahnya, penampilannya itu loh norak banget" ucap kathleen seperti jijik banget mengingat cowok yang diceritakannya itu.
"Reno yang kaca mata tebel itu?" tanya Lady.
"Reno siapa lagi, ya jelas Reno yang culun itu" kata Kathleen.
"Kamu pasti terima dia kan, kan tipe kamu yang smart smart gitu kan Kath hahaha" Goda Lady.
"Ih enggak lah, Smart dan culun itu beda kali Lady !!" Ketus kathleen.
"Tapi Reno anaknya baik kok" sahut Monika dengan suara halusnya, cewek ini memang cewek yang paling sabar pendiem dan baik diantara anggota gengnya.
"Monik monik, kamu sih semua orang dibilang baik" Protes Kathleen.
"Tiap orang kan boleh dong berusaha, setiap orang berhak jatuh cinta" kata Windi, cewek satu ini adalah cewek yang paling bijaksana dan bertanggung jawab diantara mereka, bahkan secara tidak langsung Windy sudah diangkat menjadi ketua geng dari kelompok mereka.
"Kalau yang nembak kayak cowok kamu Satrio, aku sih mau mau aja Win, orang boleh berusaha tapi aku berhak juga dong buat nolak" ucap Kathleen.
"Apa kabar yayang Satrio, beruntung banget kamu Windi, punya pacar senior yang udah kuliah, ganten, pinter. Disuruh membuat seribu candi plus satu minimarket juga rela Hayati Bang tanpa mengeluh" Kata Lady menghayal, Windy, Kethlen dan Monika tertawa.
mendengar coletahan lady, hanya Febri yang dari tadi hanya diam tak seperti biasanya yang paling banyak omong.
"Cantik, kok diem aja sih dari tadi, kamu lagi kesurupan setan apa?" Goda Kathleen.
"Reno orangnya baik loh, jangan lihat orang dari penampilan luarnya aja dong, tapi dalemnya juga" kata Febri masih dengan tatapan kosong, dia berbicara namun tak melihat kearah teman temannya.
"Neng cantik kok tahu dalemnya Reno, ngintip dimana hayoo"Canda Kathlen.
"Ga lucu Kath, aku ini ngomong serius huh!" ketus Febri.
"Ih Neng kok sensi banget sih, aku becanda kali Neng" kata Kathlen.
"Kalau masalah penampilan aku ga pernah bercanda" ketus Febri.
"Neng kamu kenapa? kalau ada masalah cerita sama kami, kami pasti akan dengerin Neng" kata Windi mencoba menenangkan Febri.
"Aku hanya tidak senang dengan cara kalian melihat orang dengan memandang fisiknya, andaikan kita tak berteman mungkin kalian sudah bilang aku bencong, bilang aku homo atau apalah Ya kan?" ketus Febri sinis.
"Neng kok kamu ngomong gitu, aku ga pernah nganggep kamu kayak gitu Neng, dari dulu aku nganggep kamu teman yang baik, sahabat yang baik" kata Kathleen"
"Karena kita temenan, kalau enggak? Andai kalian ketemu orang kayak aku dijalan bagaimana? Apa kalian akan menganggap aku sama ?" kata Febri tambah ketus.
"Cantik, aku, aku ga pernah berfikiran seperti itu" sahut Monika lembut.
"Pengeculian buat Bebeb Monika, dan Windi mungkin?" kata Febri tak mau memandang wajah kawannya itu.
"Kenapa kamu ketus gitu sih Neng, aku memang ga seramah Monika, tapi kamu ga berhak menilai aku kayak gitu" Balas Kathleen.
"Sudah ah aku ga mau berdebat lagi" Febri lalu berdiri dan beranjak pergi meninggakan keempat temannya.
Melihat Febri yang begitu marah Monika yang hatinya paling lembut langsung berurai air mata, Windi langsung menenangkan sahabatnya itu.
"Udah Monik, jangan nangis" ucap Windi.
"Win, apa emang aku sejahat itu ? aku ga pernah melihat Febri seperti yang dia bilang tadi, apa aku salah Windi ?" tanya Kathlen dengan suara yang memberat, tidak dapat dipungkiri bahwa Kathleen juga sedang menahan kesedihannya.
"Febri mungkin sedang sensitif aja Kath, biarkan dia sendiri dulu nanti aku bicara sama dia" kata Windi mencoba menengahi.
"Kayaknya Febri sedang jatuh cinta" Lady yang dari tadi diam tiba tiba bicara, Monika, Kathlen dan Windi langsung melihat kearah Lady.
"Maksud kamu Lady?"
"Febri sedang suka dengan seseorang" kata Lady menegaskan.
"APAA?" kata yang lainya terkejut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...