"Uhuk." Adi terbatuk mendengar ucapan Friska.
Duk...
Friska meninju lengan Adi keras. Adi meringis mengusap usap lengannya.
"Dasar cowok pasti mikir yang enggak enggak kan?"kata Friska kesal.
"Ah eh, he he he." Adi tergagap bingung. "Wajar dong aku kaget, kamu tiba-tiba mengubah topik kehal begitu" Kata Adi ngeles.
"Jam segini kost aku pasti sudah digembok. Kamu mau cewek manis kayak aku tidur di emparan toko?" kata Friska. Sempat sempatnya ini cewek memuji diri padahal maksud ucapannya ingin dikasihani fikir Adi.
"Emang kamu bawa duit?"tanya Adi sambil memandang Friska yang sepertinya tidak membawa apa apa. Adi ngga habis fikir dengan kenekatan gadis ini. Janjian di kampus jam 10 malam tapi dia hanya memakai piyama lengan panjang, celana panjang dan jaket yang tidak begitu besar sehingga bagian bawah piyamanya masih lebih panjang dari jaketnya. Ceroboh banget gadis ini, keluh Adi lagi.
"Kan pake duit kamu." Vonis Friska. Adi hanya merengutkan wajah tanda tidak setuju.
"Kalau ada hotel 30 ribuan semalem, aku ngga akan ngekost mending tinggal di hotel terus." Kata Adi.
"Maksud kamu?"
"Aku cuma bawa uang segini" Adi merogoh saku jaketnya. Adi mngeluarkan satu uang 20 ribu , dua uang lima ribu dan tiga uang dua ribu.
Friska merenung seperti sedang mimikirakan sesuatu. Dia memainkan pipinya dengan menembungkannya kekanan dan kekiri. Dia mengangguk angguk lalu tiba tiba mengelangkan kepalanya seperti sedang menolak ide yang dia fikirkan sendiri. Adi diam diam tersenyum kecil melihat tingkah Friska
"Nginep di kost temen kamu aja" Kata Adi. Friska menoleh ke Adi dengan tatapan tajam. Adi yang dilihat dengan tatapan aneh itu hanya bisa mengangkat pundaknya bermaksud untuk bertanya.
"Lihat ini" Friska membuka sedikit kancing jaketnya. " Temen temen aku bilang apa kalau lihat aku pakai baju ini malam malam. Aku sama cowok lagi " keluh Friska. Adi hanya mengangguk angguk.
kini Adi berdiri. Dia mencoba mengintip untuk melihat suasana sekitar gazebo dan beruntung satpam sudah tidak terlihat lagi.
"Untung satpamnya udah pergi" Kata Adi.
"Terus aku mau kamu apain setelah ini dibalikin, kamu lepas tanggung jawab gitu" Kata Friska sambil mengangkat kantong kresek yang dibalikin Adi.
"Sabar neng jangan emosi dulu yah" Kata Adi seraya mengambil ponselnya lalu dengan satu sentuh jari dia langsung menelfon seseorang.
"Kamu nelfon siapa ?"
"Temen aku" Jawab Adi singkat
"Sebentar" Friska berusaha menarik tangan Adi agar membatalakan panggilan telfonnya tapi Adi dengan cepat menghindar "Kamu mau nyuruh aku tidur di rumah temen kamu?" Kata Friska setelah gagal menghentikan Adi.
"Sssttt jangan ribut, tenang ok" kata Adi sambil menutup mulut Friska dengan jarinya. Friska ternyata diam tidak melawan karena dia tidak punya pilihan lain
"Hallo" Kata Adi setelah terdengar suara bahwa panggilan telfonnya di angkat.
"Nata? Ada apa nelfon malem malem begini? kamu ga lagi kenapa kenapa kan? " Terdengar suara lembut seorang gadis. Gadis itu terdengar begitu khawatir.
"Ngga kok. Aku baik-baik aja. Kamu belum tidur?" Kata Adi santai.
"Untunglah" suara cewek itu seperti lega sekali. "Aku belum tidur kok." lanjut cewek itu takut Adi menangkap kekhawatirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...
