Waktu menunjukan pukul 10 pagi, waktu dimana mahasiswa sedang ramai ramainya di kampus, waktu ini memang waktu yang cocok buat kuliah karena otak masih fresh, waktu untuk sarapan bagi mahasiswa yang masuk pagi, waktu buat melihat mahasiswa baru yang unyu unyu plus masih wangi dan dandanan masih tebel dan waktu yang tepat bagi kedua Adi dan Febri berbicara masalah bisnisnya . Mereka berdua duduk disebuah meja di kantin milik fakultas sebelah, Fakultas FMIPA. Kantin yang diperuntukan untuk mahasiswa FMIPA ini malah penuh oleh segerobolan anak FISIP yang mencari sebutir nasi intuk mengisi perutnya karena kantin FISIP biasanya selalu penuh oleh mahasiswanya yang berjumlah Ribuan.
"Lumayan juga beb penghasilan kita" Kata Febri sambil melihat tablet berisi catatan penjualan celana dalam mereka.
"Bagus deh, mungkin kita coba lebarkan jangkaun promosi lagi" Usul Adi sambil menyuap ketropak di piringnya yang hampir habis.
"Oke beb nanti aku coba cari cara lagi, bebeb tinggal nunggu terobosan dari akika" Kata Febri.
"Gimana jadinya masalah bebeb sama cewek cewek itu" tanya Febri karena beberapa hari ini Adi terlihat tidak melakukan apa apa.
"Begini aja" Kata Adi singkat.
"Begini gimana ?" Febri bingung.
"Ya begini, ga melakukan apa apa" Adi santai.
"Ya tuhan bebeb, aku kan waktu itu bilang kamu harus berusaha juga, kok kamu malah cuek sih" Protes Febri.
"Aku bingung Feb, aku takut salah langkah" Kata Adi
Febri memalingkan muka, Febri kembali sibuk memegang megang ponsel sedangkan Adi melanjutkan menikmati ketropak untuk mengisi perutnya.
Ding Dung.. ponsel Adi berbunyi, tampak ada chat masuk di ponsel Adi.
"Ponsel aku mana ya ?" Adi bingung karena mendengarkan suara ponsel namun ponselnya tidak ada dikantong bajunya.
"Ini di aku" Kata Febri sambil mengetik sesuatu di ponsel Adi.
"Di foodcourt depan kampus pendidikan ya, aku tunggu" Kata Adi dia mengetik sambil membaca tulisannya keras keras.
Adi langsung merampas ponselnya dari tangan Febri
"Kamu chat sama siapa dari ponsel aku" Kata Adi panik melihat isi chat yang Febri kirim.
"Ga tahu juga tuh, tadi aku lihat ada 4 kontak yang aneh, the pink, the white, the black, the red, aku kirim aja ke the white, mungkin aja itu seorang malaikat yang turun dari surga" Ujar Febri, Febri Yakin 4 warna itu adalah julukan dari keempat cewek yang suka dengan Adi.
"Ah sial!!!, habis ini kita kuliah Feb, terus kenapa buat janji begini" Protes Adi.
Me : Ada yang ingin aku omongin, kita ketemu jam 10.30 ,aku hanya butuh jawaban ya atau tidak.
The White : Ya, dimana ?
Me :"Di foodcourt depan kampus pendidikan ya, aku tunggu"
The White : Ya, sampai ketemu disana.
"Jadi The white siapa ?" tanya febri dengan senyum licik.
"Aku harus bolos kuliah gara gara chat kamu ini feb" Protes Adi kesal tak mengubris pertanyaa febri.
"Ya udah beb tinggal bilang salah kirim atau bilang becanda kan bisa kalau kamu ga mau dateng" Kata Febri.
Adi hanya diam sambil menatap Febri dengan tatapan marah. Adi lalu berdiri dan memakai tas ranselnya.
"Mau kemana beb ?" Tanya Febri.
"ini udah jam 10.16, kalau ga cepet cepet aku bisa telat" Kata adi terdengar kesal.
"Kan tingal bilang salah kirim aja beb kalau ga mau dateng" Usul Febri.
"Ada orang orang yang tidak bisa menerima candaan macam tadi Feb"
"Maaf sih bebeb, aku anterin deh" Febri pura pura menyesal.
"Kamu kuliah aja tapi kamu bayarin ketoprak aku "
"Siap bebeb selamat berjuang hihihih"Febri tertawa cekikian.
Febri menatap Adi yang berlalu, dia sama sekali tidak menyesal melakukan tindakan tadi karena dia merasa Adi sekali kali harus berkorban demi cintanya bukan malah mencari aman karena bila Adi ingin mendapatkan cinta sejati dia harus rela berjuang sendiri.
***
Tangan gadis berjilbab itu masih bergetar dari tadi, dia terus menguatkan mentalnya untuk menyapa pemuda itu, pemuda yang hampir satu tahun tidak dilihatnya, dadanya berdetak kencang wajahnya memerah, mungkin mahasiswa lain yang melihat gadis manis berjilbab ini menyangka si gadis sedang menahan diri untuk tidak ketoilet karena dari tadi terlihat begitu was was. beruntung soerang yang bersama pemuda yang ingin ditemui si gadis pergi meninggal meja itu. Dengan keberanian yang di kumpulkan sedikit demi sedikit gadis manis itu berjalan mendekati meja pemuda tadi. Ketika sang gadis sudah sangat dekat dengan pemuda itu dia langsung menyapanya.
"Mas, Mas cantik, apa kabar" Panggil gadis itu dengan suara halusnya.
Febri menengok kearah gadis itu, wajah Febri terlihat begitu terkejut, Febri tak pernah membayangkan bertemu lagi dengan orang yang sedang menyapanya itu.
***
Adi berlari sekuat tenaga, dia terlambat sepuluh menit akibat dia susah sekali mendapatkan taksi untuk pergi ke Foodcourt itu, dia melihat kesekeliling mencari sosok the white dan akhirnya adi lega saat melihat The white sedang duduk didekat outlet minuman di foodcourt itu.
"Maaf aku telat" Kata Adi dengan wajah bersalah bercampur capek.
The white hanya tersenyum lalu berkata.
"Ga apa apa kok" dengan suara yang lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celana Dalam Merah Muda
HumorCelana Dalam? Sebuah penemuan manusia yang kini mungkin berubah menjadi salah satu pusaka keramat yang identik dengan hal-hal yang tabu. Bagaimana jadinya bila seorang mahasiswa baru menemukan segempok celana dalam dalam bungkusan plastik yang t...
