"Cut!"teriak Kelana kesal saat dipta banyak sekali melakukan kesalahan berulang-ulang saat beradu acting dengan putri.Kelana mendekati dipta,"Kamu kenapa sih?ada masalah?gak biasanya kamu begini,biasanya juga ketemu lawan main baru langsung bisa klik"tanya kelana heran.Dipta menggeleng,"Gak kenapa-kenapa koq bos,maklum kan baru datang,belum pemanasan"jawab dipta sambil melirik putri sekilas.Yang dilirik hanya tertunduk takut,kelana tahu apa masalah dipta sebenarnya."Ya sudah kita ulangi lagi"perintah kelana memberi aba-aba pada asistennya.Akhirnya dengan tatapan dingin dipta bisa menyelesaikan scene itu dengan baik."Cut!great,bravo dipta,putri"puji kelana tersenyum puas setelah mendapat adegan seperti yang diharapkannya.Tanpa banyak bicara dipta langsung pergi meninggalkan lokasi menuju ruangan istirahat.
Dipta sedang menutup matanya sejenak dan"Pok!"dipta terlonjak saat ada yang menepok bahunya cukup kencang.Kemudian bersungut kesal saat tahu yang mengganggunya tak lain adalah ikhsan,teman akrabnya yang sudah dianggap seperti saudara."Kenapa cemberut begitu sih mukanya?biasanya juga ceria"tanya ikhsan heran."Panas"jawab dipta singkat menutup wajahnya dengan skenarionya.Ikhsan mendelik heran,seorang dipta,cowok ganteng dengan postur tubuh tinggi,putih,berhidung mancung,idaman para gadis yang biasanya selalu ceria setiap harinya walaupun sedang ada masalah,tapi hari itu tampak berbeda.
"Coba cerita ada apa?"tanya ikhsan mulai serius.Mau tidak mau dipta membuka matanya dan menatap ikhsan,"Udah dibilang panas gak percaya,gerah nih"jawab dipta sok serius mengibas-ngibaskan baju kemejanya.Tiba-tiba,"Dip,enak banget sih dipasangin sama cewek cantik begitu,aq juga mau dong"putra yang baru datang langsung mengadu.Ikhsan mengernyitkan dahinya menatap dipta tajam,"Cewek cantik heh?"Ikhsan berjalan keluar ruangan dan mengedarkan pandangannya,terhenti pada sosok gadis cantik,putih,masih imut-imut,rambut panjang yang indah sedang mengobrol dengan pemeran perempuan lainnya.Ikhsan tersenyum lalu masuk lagi mendekati dipta."Cantik banget emang"ucap ikhsan dengan nada jahil."Sadar san,aq ini cowok,bukannya cewek"balas dipta tidak mengerti apa maksud ucapan ikhsan yang masih tersenyum jahil.
"Namanya siapa?"tanya ikhsan lagi makin membuat dipta bingung arah pembicaraan ikhsan."Kamu sebenarnya lagi ngomongin siapa sih aq bingung"dipta menggaruk kepalanya yang benar-benar bingung apa maksud ikhsan."Tuh cewek cantik yang jadi lawan main kamu,gak usah pura-pura bego deh,aq sumpahin bego beneran lho"jawab ikhsan yang membuat dipta terdiam.Ikhsan menyenggol lengan dipta yang masih diam,"Apa sih,jangan nyolek-nyolek,eke masih perawan ya bang"ucap dipta mulai kumat gesreknya."Dipta!jangan sok cantik deh"teriak ikhsan sambil mengelus dada melihat dipta mulai bergaya lentik seperti perempuan."Oh jadi namanya putri,cantik seperti orangnya,boleh juga tuh cewek bisa buat dipta langsung mati gaya begitu"gumam ikhsan dari kejauhan yang melihat dipta lagi-lagi melakukan kesalahan saat beradu acting dengan putri.Seperti biasa setelah take,dipta langsung kabur dari hadapan putri yang masih bingung dengan sikap dingin dipta padanya."Udah jangan bengong gitu,mending ikut kita nonton film yuk sambil nunggu maghrib"ajak resvi menarik tangan putri.
Sambil lewat putri melihat dipta asyik ngobrol dengan pemain perempuan yang lain,tampak sangat akrab,putri melihat dipta dengan serius hingga tidak melihat ada seseorang di depannya.
"Brug!"Putri terkejut dan mendongak,"Hai,kita belum kenalan,aq ikhsan,kamu pasti putri kan?"tanya ikhsan mengulurkan tangannya.
Putri mengangguk dan menyambut tangan ikhsan sambil tersenyum ramah."Mau kemana?"tanya ikhsan basa basi."Kata kak resvi mau nonton film"jawab putri lugu.Ikhsan tersenyum,"Sudah cantik,masih polos banget lagi"puji ikhsan dalam hati."Boleh ikutan gak?"tanya ikhsan.
"Boleh,eh tapi tanya kak resvinya dulu boleh gak"jawab putri mengejar resvi yang sudah masuk ke rumah kecil di depan mereka.
Ikhsan menepok jidatnya,"Ampun tuh anak lugu banget,gimana kalau ada cowok iseng ngerjain dia ya"gumam ikhsan gemas.Tak lama putri balik lagi,"Kata kak resvi boleh kak,ayo kak"ajak putri dengan senyum manisnya.Ikhsan mengangguk dan mengikuti putri.
Dipta heran ikhsan tidak muncul-muncul dari tadi,padahal saat ini harusnya take bareng dipta.Tak lama ikhsan muncul dengan senyum merekah,"Dari mana sih lama banget?"tanya dipta heran melhat ikhsan berjalan dari arah camp perempuan."Biasa,abis kenalan sama putri"jawab ikhsan sengaja memancing dipta."Langsung ajak jadian aja"ucap dipta asal."Gak ah,ntar ada yang cemburu"jawab ikhsan mulai mengambil posisi."Siapa yang cemburu?"tanya dipta polos.
"Udah ketularan polosnya ternyata"gumam ikhsan tidak menjawab pertanyaan dipta.Hari sudah malam,saat semua pemain sudah bubar,putri masih berdiri di depan gerbang,"Put,ayo pulang,bareng aq aja yuk"ajak hellen."Gak usah makasih,aq lagi nunggu mama jemput"tolak putri halus.Hellen pun berlalu,tak lama putri melihat dipta naik motor sportnya.Dipta melewati putri dengan cuek,dan berhenti tepat di depan putri,putri kaget dan gugup seketika."Ayo bareng"ajak dipta tanpa menoleh,putri masih bengong tapi buru-buru menjawab,"Makasih kak,tapi putri lagi nunggu mama jemput"jawab putri pelan.
"Tia! ayo buruan,aq anterin"panggil dipta pada tia yang baru berjalan mendekati putri."Hah?asyik!bareng dipta!"teriak tia heboh dan langsung meloncat naik ke motor dipta dan dipta langsung melajukan motornya tanpa menghiraukan putri yang masih terbengong-bengong."Ih putri bego banget sih,siapa juga yang mau nganterin kamu"rutuk putri pada dirinya sendiri dengan kesal bercampur malu.Tak lama mobil alphard hitam datang,"Maaf ya sayang,tadi mampir ke tempat tante dulu"ucap mama putri yang diangguki putri dengan lesu.Putri masih melamun sambil memeluk gulingnya,entah apa yang dipikirkannya,yang jelas putri benar-benar malu pada dipta,rasanya putri ingin menghilang saat itu juga karena malu."Bagaimana besok reaksinya kak dipta ya,aduh malu banget aq"gumam putri menutup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.Tiba-tiba hp putri berbunyi.."Halo".."Putri besok callingan pagi ya"pinta tono di ujung telepon."Maaf,tapi besok putri ada kuliah pagi mas"jawab putri."Ehm,ya udah deh sepulang kuliah langsung ke lokasi ya,take bareng mas dipta,bye"ucap tono langsung mematikan telpon.Putri masih bengong memandang hpnya,"Gak mau ketemu kak dipta,malu banget,tapi gimana ya"ucap putri sambil berpikir.Mungkin karena teralu keras berpikir akhirnya putri pun tertidur dengan hp masih di keningnya yang digunakannya untuk berpikir tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Loser of Love
FanfictionWhen you love someone...fight for your love,don't let your ego beat your feeling..or you will lose everything that you love..and you will become a loser of love.