"Please Save Me" [23] -'Siapa Dia?'

6.9K 530 33
                                        

"..baiklah. Tapi jika benar ada sesuatu yang terjadi pada Raveno, kau harus janji padaku.."

"Janji apa?"

"Kau harus bisa menerima kepergianku. Karena hidupku adalah Raveno, jika putraku celaka maka aku akan pergi bersamanya."

Seketika Iqbaal terdiam.

"Baal, aku percaya pada ucapanmu. Kita akan tetap pergi berlibur."

(Namakamu) tersenyum tipis lalu mulai memejamkan matanya..

"Raveno adalah hidupku, jika dia terluka maka kau harus siap untuk kehilanganku."

Sekali lagi (Namakamu) mengucapkannya membuat Iqbaal semakin diam dibuat takut.

Iqbaal memandangi (Namakamu) yang baru saja terlelap. Di kecupnya kening (Namakamu) sebelum akhirnya Iqbaal mulai memejamkan mata, dalam hati Iqbaal berdoa semoga tidak ada yang terjadi selama dirinya dan (Namakamu) pergi nanti.

Bagaimanapun juga Iqbaal sudah berjanji pada (Namakamu). Iqbaal harus siap menepati janjinya jika benar ada sesuatu yang terjadi pada Raveno saat mereka pergi, namun Iqbaal berharap semua baik-baik saja. Iqbaal harus yakin pada dirinya sendiri. Raveno pasti baik-baik saja.

**

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela membuat sinarnya menyilaukan sepasang suami istri yang masih terlelap dalam kehangatan. Sekarang sudah pukul 7 pagi dan seharusnya mereka sudah bagun untuk bersiap-siap pergi ke bandara.

(Namakamu) menggeliat kecil, sinar matahari mengusik tidurnya hingga perlahan mata indahnya terbuka. Kedua tangannya pelan-pelan menyingkirkan lingkar tangan Iqbaal di pinggangnya, (Namakamu) mulai mengubah posisinya menjadi bersandar. (Namakamu) menatap ke arah jam yang sukses membuat tubuhnya menegang kaget.

"Baal, bangun.." (Namakamu) mencoba membangunkan Iqbaal dengan menampar-nampar pelan pipi Iqbaal. Kali ini pria tercintanya itu langsung membuka mata dan menatapnya dengan mata menyipit.

(Namakamu) mengusap pipi Iqbaal lalu meminta Iqbaal untuk tidak tidur lagi. "Sudah jam 7 kita bisa terlambat ke bandara. Baal, ayo bangun!" (Namakamu) menarik tangan Iqbaal dan dengan gerakkan malas Iqbaal akhirnya beranjak dari tempat tidur bersama (Namakamu).

"Kau mandi duluan." Ucap (Namakamu) mendorong pelan Iqbaal untuk melangkah menuju kamar mandi. Iqbaal menggeleng sambil menahan pergelangan tangan (Namakamu). "Kita mandi berdua, ini sudah siang sayang." jawab Iqbaal langsung menarik (Namakamu) ikut dengannya menuju kamar mandi.

(Namakamu) pasrah dan masuk ke dalam kamar mandi bersama Iqbaal. (Namakamu) harap Iqbaal tidak berbuat hal yang macam-macam sampai membuat mereka akan benar-benar telat pergi ke bandara. Dengan mantap (Namakamu) tekankan jika sampai Iqbaal melakukan hal yang menyimpang dari mandi bersama, maka (Namakamu) tidak akan mau pergi bersama Iqbaal hari ini.

"Iqbaalhhhh!"

"Apa?"

"Tanganmu!"

"Tanganku kenapa?"

"Dasar nakal, jika Raveno tahu kau menyentuh makanannya maka dia akan langsung membencimu!"

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang