"Please Save Me" [52] - Cinta pertama

2K 256 44
                                        

Dua minggu sejak Iqbaal mengatakan bahwa Aldi masih hidup, tidak ada yang berubah dari sikap (Namakamu) seakan-akan Iqbaal tidak pernah mengatakan hal tersebut pada (Namakamu).

(Namakamu) memutuskan untuk tidak memikirkan tentang Aldi. Alasan utamanya adalah  karena (Namakamu) tidak ingin ada masalah lagi yang terjadi dalam rumah tangganya. Jika tidak ada bukti tentang Aldi yang benar-benar masih hidup dan jika bukan (Namakamu) sendiri yang melihatnya secara langsung, maka tidak akan (Namakamu) biarkan masalah kehadiran Aldi meruntuhkan hubungannya dengan Iqbaal. Lagi pula (Namakamu) mencoba untuk bersikap dewasa. (Namakamu) harus memikirkan anak-anak yang tentu akan ikut terluka jika dia mengatakan bahwa Aldi adalah cinta pertamanya.

Pagi hari ini Iqbaal mengatakan akan pergi ke kantor bersama Raveno. Iqbaal memiliki sedikit urusan di kantornya yang membuat ia harus berangkat. Dan juga, Iqbaal ingin melihat langsung bagaimana Raveno memimpin perusahaan.

(Namakamu) merapihkan dasi Iqbaal, lalu berjinjit mencium bibir Iqbaal yang tentu saja membuat Iqbaal tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung merengkuh pinggang (Namakamu) lalu memperpanjang ciuman itu dengan lumatan dan belitan lidah.

(Namakamu) mengeluh saat Iqbaal semakin menjadi-jadi. Tangan Iqbaal yang awalnya berada di pinggang sekarang turun meremas kedua bokong kenyal milik (Namakamu).

"Eugngh...ahhh..kau harushh pergi ke kantor sekarang.."

(Namakamu) mendorong dada Iqbaal meminta Iqbaal untuk berhenti. Iqbaal menatap (Namakamu) yang sekarang tengah mengatur napas.

"Ini salahmu sayang, jangan pernah bermain-main dengan singa yang selalu kelaparan." Iqbaal tersenyum sebelum memberikan kecupan singkat di kening (Namakamu).

(Namakamu) mengerucutkan bibir. "Aku hanya berniat mencium tapi kau menambahkan lumatan dan lidahmu! dan tolong katakan pada tangan besarmu itu untuk tidak kurang ajar pada anggota tubuhku." (Namakamu) memukul pelan dada Iqbaal membuat Iqbaal tertawa.

"Haruskah aku memuji jika semakin hari istriku ini semakin bertingkah menggemaskan? terkadang aku tak menyangka jika kita sudah memiliki dua anak dan sudah bersama selama lebih dari 20 tahun. " Iqbaal memeluk (Namakamu) yang tentu saja sekarang tengah tersenyum merasakan betapa hangatnya berada di pelukan suami tercintanya.

(Namakamu) menatap mata Iqbaal dalam-dalam sebelum berjinjit dan mengecup pipi Iqbaal. "Aku mencintaimu." Ucap (Namakamu) lalu meloloskan diri dari pelukan Iqbaal. "Saatnya berangkat ke kantor!" (Namakamu) menarik tangan Iqbaal keluar kamar. Iqbaal hanya diam sambil menikmati setiap detak jantungnya yang berdetak sedikit tak wajar setiap kali mendengar pengakuan cinta dari (Namakamu).

Di depan Raveno sudah menunggu Iqbaal yang akhirnya muncul bersama (Namakamu).

"Aku juga mencintaimu." ucap Iqbaal membuat pipi (Namakamu) merona. (Namakamu) tak bisa menahan senyuman senang, tangannya lalu melambai saat Iqbaal dan Raveno mulai pergi dan masuk ke dalam mobil.

"Hati-hati di jalan sayang!" teriak (Namakamu) masih dengan hati yang senang. (Namakamu) melambai lagi saat Raveno melambaikan tangan dari jendela mobil.

Mobil Iqbaal akhirnya melaju meninggalkan pekarangan rumah. (Namakamu) menghela napas lalu berbalik masuk ke dalam rumah. Sekarang di rumah hanya ada ia dan Ochi yang masih tertidur di kamarnya.

Omong-omong Iqbaal dan Raveno sudah sarapan tadi sebelum mereka bersiap-siap pergi ke kantor. Mereka sarapan lebih awal. (Namakamu) sekarang berada di ruang makan merapihkan makanan yang masih tersisa di meja makan. Setelah itu (Namakamu) melakukan kegiatan biasa seperti yang ibu rumah tangga lakukan yaitu mencuci piring dan membereskan rumah. (Namakamu) bersyukur putri kecilnya tidur lebih lama hingga ia bisa leluasa melakukan pekerjaan rumah.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang