"Please Save Me" [38] - Malam yang sangat indah bagian dua (17+)

10.8K 546 32
                                        

"Dia itu putraku tahu! Fakhri coba beritahu siapa nama lengkapmu dan bilang jika mama yang paling banar!"

Fakhri mengangguk dan siap menyebutkan nama lengkapnya.

"Nama lengkapku Raveno Dhiafakhri. Dan Mama (Namakamu) yang paling benar.."

Dugh!

Iqbaal menghentikan mobilnya secara mendadak membuat mereka semua sedikit terjengkang kedepan.

Raveno Dhiafakhri?

Sial. Iqbaal langsung menoleh ke belakang dan menatap tajam Fakhri.

"Kau memang aku anggap sebagai putraku tapi tolong jangan coba-coba untuk mengaku-ngaku sebagai putra kandungku."

Perkataan Iqbaal membuat mata Fakhri membulat sempurna. Fakhri merasa jantungnya seperti berhenti berdetak saat itu juga. Apa yang Iqbaal katakan barusan sungguh membuat Fakhri sangat terkejut.

Suasana yang awalnya bising sekarang berubah hening dan penuh emosi. Iqbaal masih menatap tajam Fakhri yang sekarang masih mengalami verbatim. Iqbaal bisa melihat tubuh Fakhri menegang seakan-akan menunjukan jika apa yang Fakhri ucapkan tadi memanglah kenyataan dan bukan suatu kebohongan atau lelucon.

Iqbaal mulai mengalihkan pandangannya ke arah (Namakamu) yang sekarang juga sedang menatap Fakhri, namun bedanya (Namakamu) menatap Fakhri dengan tatapan penuh kerapuhan. Airmata mulai berjatuhan membasahi pipi (Namakamu), perlahan namun pasti (Namakamu) mulai tersadar dan dengan cepat menghapus airmatanya.

"Raveno Puraku!"

(Namakamu) tidak peduli dan langsung menarik Fakhri hingga tubuh Fakhri tercondong ke depan sepenuhnya. (Namakamu) terisak memeluk erat Fakhri tanpa rasa curiga sedikutpun jika Fakhri berbohong dengan apa yang diucapkannya tadi. Iqbaal mendengus, bisa-bisanya (Namakamu) percaya begitu saja jika Fakhri memanglah Raveno.

"Sejak bertemu denganmu aku sudah yakin kalau kau itu putraku! Nghhhikss.. kau masih hidup sayang..kau kembali pada mama...kau tahu mama sangat merindukanmu sampai terkadang rasanya seperti ingin mati!" isak tangis (Namakamu) semakin pecah bersamaan dengan pelukan yang semakin erat.

Fakhri mengeluh kecil, (Namakamu) memeluknya sangat erat hingga membuat Fakhri sesak. Fakhri mencoba melepaskan pelukan (Namakamu) sampai membuat (Namakamu) terkejut dengan apa yang Fakhri lakukan. Fakhri menggenggam tangan (Namakamu) lalu menempelkan tangan (Namakamu) di dadanya.

"Sakit dan sesak..pelukan mama perlahan mulai manggoyahkan pertahananku untuk tidak menangis. Ini semua sulit aku mengerti, ini semua membingungkan.."

Fakhri sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi namun kali ini matanya tidak mau diajak kompromi dan memutuskan untuk meneteskan airmata sampai Iqbaal yang melihatnya kembali melayangkan tatapan tajam, Iqbaal sepertinya sangat marah sekarang.

"Kenapa? kenapa aku ada di panti asuhan..kenapa kalian tidak berusaha mencariku? siapa yang membawa aku ke panti asuhan?! INI SEMUA MEMBINGUNGKAN MA! INI SEMUA SULIT AKU MENGERTI! JIKA MEMANG AKU RAVENO PUTRA KALIAN BERDUA TAPI KENAPA TIDAK ADA SEDIKITPUN IKATAN BATIN YANG PAPA RASAKAN PADAKU SEJAK PERTAMA KALI PAPA BERTEMU DENGANKU! APA INI KARENA DULU PAPA INGIN MELENYAPKANKU?! APA MAKSUD SEMUA INI?!!..nghhh.."

Fakhri tidak bisa lagi mengontrol emosinya sekarang. Banyak sekali jawaban yang ingin Fakhri dengarkan dari Iqbaal dan juga (Namakamu) tentang mengapa dirinya bisa ada di panti suhan. Fakhri rasa apa yang Iqbaal ceritakan tentang kejadian di masa lalu itu sekarang menjadi sebuah jawaban mengapa Iqbaal sampai detik ini masih plin-plan dalam menganggapnya! Iqbaal seperti bermuka dua, Iqbaal ternyata tidak benar-benar tulus menerima Fakhri. Dan Iqbaal ternyata sama sekali tidak merasakn ikatan sedikitpun pada Fakhri yang jelas-jelas putra kandungnya. Bahkan sekarang Iqbaal pun meragukan kebenaran jika Fakhri adalah Raveno.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang