"Please Save Me" [29] -Surprise2

6.6K 485 9
                                        


Iqbaal meminta (Namakamu) untuk berdiri dan kemudian Iqbaal mengangkat peti buah yang tadi (Namakamu) duduki lalu menghantamkannya ke tubuh pria itu sampai peti itu hancur dan pria itu menangis meminta tolong.

"Kau pemilik pasar ini? tcih, pasar ini bisa aku hancurkan dengan mudah jika aku mau."

Siapapun yang berani menyakiti (Namakamu) maka akan berurusan pada Iqbaal. Jika tidak ingin mati, maka jangan pernah berteriak pada istri tercintanya apa lagi sampai menyentuhnya. Iqbaal rela menjadi pembunuh lagi jika ada yang macam-macam dengan istrinya.

Baru saja Iqbaal ingin kembali memberi pukulan pada pria itu namun (Namakamu) menghentikannya. (Namakamu) menangis meminta agar Iqbaal tidak memukuli pria itu lagi, melihat tatapan ketakutan di mata (Namakamu) membuat Iqbaal mengalah dan menuruti kemauan (Namakamu). Iqbaal lalu membawa (Namakamu) pergi dari kerumunan.

Kekacauan hari ini harus segera Iqbaal dan (Namakamu) lupakan mengingat hari ini adalah hari dimana mereka akan membuat kejutan untuk Kiki. Walau sejujurnya Iqbaal masih marah namun sebisa mungkin Iqbaal mencoba meredam kemarahannya. Ini semua demi istri tercintanya yang sekarang mulai terlihat tenang dan kembali ceria.

**

Semua bahan belanjaan sudah berada di atas meja. Iqbaal benar-benar tidak ingin bergabung saat (Namakamu) mulai mengeluarkan kepiting dari dalam kantung belanjaan. Iqbaal harap istrinya itu tidak membuat kejahilan sekarang karena jika sampai (Namakamu) membuat Iqbaal menjerit takut lagi maka tidak ada ampun untuk si cantik (Namakamu).

Selama (Namakamu) membersihkan kepiting Iqbaal hanya diam memperhatikan dari kejauhan sampai akhirnya (Namakamu) memanggilnya dan meminta tolong agar Iqbaal mencuci beberapa sayuran yang mereka beli. Iqbaal menghela napas lalu menyambar kantung sayuran dan melangkah menuju wastafel namun belum sampai Iqbaal mencuci sayuran itu kini Iqbaal berteriak saat melihat kepiting di depan wajahnya.

(Namakamu) tertawa kencang melihat wajah Iqbaal yang memerah. Astaga! suaminya itu sangat lucu!

Iqbaal bergegas menjauh. Napasnya terengah-engah. Iqbaal lalu memberi tatapan kesal pada (Namakamu) yang mulai menujukan senyum pengampunan. Tidak akan. Iqbaal akan menghukum (Namakamu) setelah ini. Lihat saja nanti.

"Sayang cepat cuci sayurannya." ucap (Namakamu) mengerling ke arah Iqbaal. (Namakamu) tersenyum geli begitu melihat Iqbaal masih terlihat ketakutan. Oh, ayolah! kepiting itu sudah mati dan sekarang (Namakamu) sudah menyimpannya.

Melihat Iqbaal bergeming tentu membuat (Namakamu) mendengus kesal. "Mau sampai kapan berdiri disitu? kepitingnya sudah aku simpan jadi jangan takut.." ucap (Namakamu) mengangkat kedua tangannya yang kosong demi menyakinkan Iqbaal bahwa kepiting itu tidak ada di tangannya. Iqbaal perlahan melangkah mendekati (Namakamu) lalu mulai mengeluarkan sayuran dari dalam kantung belanja.

"Cuci sampai bersih," bisik (Namakamu) tepat di telinga Iqbaal.

Iqbaal melirik (Namakamu) yang mengulum senyum. Dari nada bisikan tadi sepertinya (Namakamu) minta di beri ciuman. Tanpa pikir panjang Iqbaal meninggalkan kegiatannya dan menarik pinggang (Namakamu) hingga tubuh (Namakamu) masuk ke dalam pelukannya. Iqbaal lalu meraih tengkuk (Namakamu) dan menyambar bibir merah itu dengan sedikit kasar membuat sang empunya bibir mendesah meminta agar Iqbaal bermain lembut. Iqbaal memanjakan bibir (Namakamu) dengan kelihaian lidahnya yang bergulat dengan lidah manis milik (Namakamu).

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang