"Baal aku izin mandi ya, dan sepertinya aku juga akan bermalam disini karena kebetulan aku dengar jalan sedang di tutup dan aku tidak bawa mobil, aku bahkan tadi jalan kaki. Jadi aku menginap disini ya."
Iqbaal tidak merespon. Pandangan Iqbaal tidak lepas pada tayangan drama romantis kacangan yang sedang ia tonton. Melihat Iqbaal hanya diam maka Dianty anggap itu sebagai jawaban ya. Dianty kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Iqbaalasih tidak mengerti apa maksud Dianty sebenarnya, semua perhatian yang Dianty berikan akhir-akhir ini seperti memiliki maksud yang masih tak bisa Iqbaal pahami. Iqbaal tentu tidak akan langsung berpikiran jika wanita berjilbab itu sedang menggodanya, pasalnya Dianth yang Iqbaal kenal bukan wanita seperti itu. Namun bisa saja apa yang terlihat indah di luar ternyata busuk di dalam.
Iqbaal bangkit dari tempat tidur lalu pergi keluar kamar, Iqbaal butuh menjernihkan pikrannya sekarang. Iqbaal sudah merasa muak hidup seperti tak bernyawa, setidaknya Iqbaal ingin memahami semuanya dulu sebelum ia benar-benar tak bernyawa dan enyah dari dunia ini.
Iqbaal mendorong pintu kamar Raveno. Sepasang kakinya melangkah memasuki kamar Raveno, Iqbaal tidak bisa menahan dirinya untuk tetap kuat dan tidak meneteskan airmata. Iqbaal bisa mencium wangi tubuh putranya di kamar ini. Iqbaal masih mengingat suara tangis dan tawa putranya di kamar ini. Iqbaal benar-benar merindukan Raveno.
Iqbaal duduk di sofa sambil meraih boneka dinosaurus hijau milik Raveno. Boneka ini Iqbaal belikan beberapa bulan lalu. Iqbaal tersenyum miris menatap semua mainan-mainan yang membangkai di kamar Raveno, seharusnya putra kecilnya itu ada di sini sekarang memainkan semua mainan itu.
Iqbaal bersumpah tidak akan memaafkan orang yang telah merenggut Raveno dari hidupnya. Iqbaal akan mencari pembunuh itu secepatnya dan menguburnya hidup-hidup setelah itu. Iqbaal mengusap wajahnya, airmatanya seakan tidak bisa berhenti menetes barang sedetikpun. Iqbaal memandangi sekeliling kamar Raveno, mencoba untuk memahami segalanya.
Raveno pergi terlalu cepat, seharusnya Iqbaal tidak meninggalkan Raveno waktu itu, semua perkataan (Namakamu) ternyata benar dan Iqbaal kehilangan segalanya sekarang ini. Iqbaal tidak punya alasan lagi untuk bertahan karena semua yang berharga dalam hidupnya telah pergi. Satu-satunya yang membuat Iqbaal masih bersedia bernapas adalah untuk mencari pembunuh Raveno. Hanya itu.
Iqbaal terdiam sesaat sampai pandangannya tertuju pada cctv yang terpasang di kamar putranya. Tiba-tiba saja Iqbaal merasa menjadi orang paling bodoh di dunia saat beru menyadari satu hal. Ini adalah rumahnya dan setiap ruang memiliki cctv dan itu kunci untuk Iqbaal mengetahui segalanya yang terjadi!
Iqbaal bergegas keluar kamar lalu memeriksa ruang khusus cctv di rumahnya. Iqbaal harap semua akan terungkap hari ini. Secepat mungkin Iqbaal masuk ke dalam dan mulai memmeriksa rekaman cctv tepat saat kejadian Raveno terbunuh.
Gerakan Iqbaal sangat tergesa-gesa bahkan Iqbaal mengumpat dan menggebrak meja karena tidak sabar ingin melihat segalanya. Iqbaal mulai memerhatikan rekaman cctv dengan seksama sampai akhirnya tubuh Iqbaal menegang sempurna saat melihat rekaman itu. Iqbaal melihat pembunuhnya. Iqbaal melihat bagaiman pembunuh itu menghabisi semua suster yang menjaga Raveno. Iqbaal sebisa mungkin menahan diri saat melihat pembunuh itu mulai membawa Raveno ke lantai atas dan menjatuhkan tubuh Raveno ke bawah. Pembunuh itu..tidak salah lagi dia adalah John suami Salsha!
Iqbaal mengerang kencang, ia memmbanting semua barang di dekatnya. Pelakunya adalah kakak iparnya sendiri! pria itu akan meti sekarang juga di tangan Iqbaal!
KAMU SEDANG MEMBACA
"Please Save Me"
Storie d'amoreKehidupan kelam yang begitu menyelimuti hidupnya membuat Pria bermata hazel ini ingin segera mengakhiri hidupnya. Tanggung jawab sebagai seorang CEO sudah cukup membuatnya merasa jengah, terlebih dengan kejadian dimana ia begitu bodoh terjerumus dal...
