"Please Save Me" [44] -Little Princess

5K 407 31
                                        

"Tidak diragukan lagi mengapa kau waktu itu sampai memimpikan Vanesha. Dia sangat cantik. Aku menduga kau mengajakku pulang bukan karena untuk menghindari pertengakaran, tapi karena kau takut kembali terjerat pesona Vanesha. Iyakan?"

Damn. Iqbaal tak percaya (Namakamu) berpikiran seperti itu. Iqbaal sama sekali tak tertarik dengan Vanesha sekalipun memang Vanesha sangat cantik. Iqbaal menggeleng lalu menatap (Namakamu) dalam-dalam.

"Kau salah besar. Aku sama sekali tidak tertarik dengan Vanesha, jika aku tertarik dengan Vanesha sudah pasti aku tidak akan memilihmu menjadi pendampingku."

Perkataan Iqbaal sukses mengunci bibir (Namakamu). Tatapan mata Iqbaal menunjukan sorot tajam mengisyaratkan untuk tidak ada lagi yang perlu di bahas mengenai pertemuan dengan Vanesha malam ini. Iqbaal menghela napas panjang sebelum akhirnya menarik (Namakamu) pergi.

Iqbaal membukakan pintu mobil untuk (Namakamu), setelah (Namkamu) masuk ke dalam di susul dengan Iqbaal yang masuk di kursi kemudi, Iqbaal langsung melajukan mobilnya dengan cepat.

Selama perjalanan tidak ada pembicaraan yang tercipta. Suasana hening merajai. (Namakamu) menunduk diam, menatap sendu dress biru yang ia kenakan. Sementara Iqbaal fokus menyetir.

*

Raveno benar-benar menikmati pesta bersama Ruby yang sekarang tertawa di sampingnya. Raveno terpana, malam ini Ruby terlihat sangat cantik. Baru saja Raveno ingin mengungkapkan betapa cantiknya Ruby malam ini tiba-tiba ponsel Raveno bergetar membuat Raveno mengurungkan niatnya. Satu pesan masuk dari Iqbaal, pesan itu bertuliskan 'kami sudah pulang. Dan kau jangan pulang terlalu malam.' Raveno tak membalas pesan itu, ia langsung memasukan kembali ponselnya ke dalam saku.

Sekarang Raveno kembali menikmati waktunya bersama Ruby dan teman-temannya yang lain. Pesta malam ternyata cukup menyenangkan.

**

Sesampainya di rumah Iqbaal mencoba untuk bersikap seperti biasanya pada (Namakamu) seakan tidak ada perdebatan yang terjadi malam ini. Iqbaal dan (Namakamu) masuk ke dalam kamar, setelah itu mereka berganti pakaian menjadi pakaian tidur. Sekarang memang belum jam tidur, namun sepertinya lebih baik menutup malam ini dengan istirahat dari pada terus teringat dengan kejadian kurang mengenakan malam ini.

Iqbaal berbaring duluan di tempat tidur setelah itu mencoba untuk menutup matanya. Sementara (Namakamu) sekarang tengah merapihkan rambut dan membersihkan polesan make up di wajahnya. Setelah selesai (Namakamu) langsung berbaring di samping Iqbaal, menarik selimut hingga menutupi setengah tubuhnya. (Namakamu) memandangi Iqbaal sejenak, ada sedikit perasaan perih yang sekarang singgah di hati (Namakamu) teringat malam ini ia bertemu langsung dengan mantan kekasih Iqbaal yang dulu pasti sangat di cintai oleh Iqbaal.

(Namakamu) merasa ada ketidakadilan disini. (Namakamu) tidak pernah membagi cintanya pada laki-laki manapun kecuali Iqbaal. Namun Iqbaal pasti sudah membagi banyak cintanya pada wanita lain. Itu artinya (Namakamu) bukan lagi wanita satu-satunya yang memdapat gelar 'beruntung' karena di cintai oleh Iqbaal. Yang membuat (Namakamu) berada di satu tingkat teratas dari wanita yang pernah di cintai Iqbaal adalah status (Namakamu) sebagai istri sah Iqbaal.

"Aku memberikan cinta pertamaku untukmu. Aku mencintaimu meski dulu kau sangat membenciku.."

(Namakamu) berbicara dengan suara serak. Sesak karena cemburu sekarang (Namakamu) rasakan. (Namakamu) berbicara dengan sangat percaya diri mengira Iqbaal sudah terlelap pulas dan tidak akan mendengar perkataannya.

(Namakamu) memiringkan tubuhnya sedikit agar lebih jelas menatap wajah tampan Iqbaal. (Namakamu) mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut pipi Iqbaal.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang