Kehidupan kelam yang begitu menyelimuti hidupnya membuat Pria bermata hazel ini ingin segera mengakhiri hidupnya.
Tanggung jawab sebagai seorang CEO sudah cukup membuatnya merasa jengah, terlebih dengan kejadian dimana ia begitu bodoh terjerumus dal...
"Apa menurutmu aku masih kurang sexy dan tampan, suster?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan tanya, itu foto Iqbaal saat masih sangat muda. Itu foto yang paling dicari oleh semua wanita penggemar Iqbaal diluar sana.
Iqbaal tersenyum puas saat melihat wajah (Namakamu) semakin memerah, dan jangan lupa! (Namakamu) tengah menggigit jari telunjuknya sekarang, matanya berbinar manatap foto Iqbaa.
"Itulah pesona seorang Iqbaal Dhiafakhri.Kau akan mendapatkan hukuman setelah ini karena meremehkan pesona seorang Dhiafakhri."
...pesona seorang Dhiafakhri benar-benar tak tertandingi. Tuhan sungguh sempurna menciptakan rupa Iqbaal dan (Namakamu) sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Iqbaal.
Usai melihat foto tampan yang Iqbaal tunjukan tidak ada satupun kata yang keluar dari bibir (Namakamu) yang sekarang (Namakamu) gigit kuat-kuat. (Namakamu) benar-benar tidak menyangka jika Iqbaal pernah setampan itu saat muda dulu bahkan Iqbaal pernah mewarnai rambutnya menjadi biru. (Namakamu) menghela napas sebelum akhirnya meraih ponsel itu dari tangan Iqbaal.
"Aku akui di foto ini kau memang sangat tampan dan keren tapi sekarang sudah tidak lagi, kau sudah semakin tua dan rambutmu juga tidak sekeren dulu!" ucap (Namakamu) mencoba untuk memasang wajah segarang mungkin.
Iqbaal hanya tersenyum tipis mendengarnya. Iqbaal yakin istrinya itu pasti sedang mencoba untuk menutupi rasa malunya, rona merah di pipi (Namakamu) bahkan jelas menunjukan jika (Namakamu) terpesona dengan ketampanan Iqbaal. Lagi pula siapa yang peduli soal usia? Iqbaal masih tetap setampan dulu atau bahkan sekarang justru semakin tampan. Perlu di catat, usia Iqbaal baru memasuki angka 30an dan itu lebih pantas di sebut usia dewasa--matang dan tentu bukan berarti tua.
Iqbaal menatap mata (Namakamu) dalam-dalam mencoba untuk membuat (Namakamu) terjebak dalam tatapan mautnya yang mampu membuat wanita manapun bertekuk lutut. Iqbaal kembali mengukir senyum saat melihat deru napas (Namakamu) sekarang terlihat tak beraturan, padahal Iqbaal hanya memberi tatapan tanpa embel-embel sentuhan namun (Namakamu) sekarang terlihat sangat bergairah.
(Namakamu) benci saat dimana Iqbaal membuat dirinya terlihat seperti wanita murahan yang ingin bercinta. Tapi inilah kenyataannya! hanya dengan tatapan yang Iqbaal berikan sudah mampu membuat sesuatu dalam diri (Namakamu) bereaksi. (Namakamu) ingin sekali melompat ke atas tubuh Iqbaal dan merengek meminta Iqbaal untuk menuntaskan semuanya. Sayangnya itu tidak mungkin, tangan Iqbaal di gips dan kondisi Iqbaal sedang tidak baik sekarang ini.
"Suster, sepertinya sekarang kau yang terlihat sakit. Wajahmu pucat dan bibirmu gemetar, napasmu juga terdengar tergesah-gesah.." ucap Iqbaal benar-benar puas dengan apa yang ia lihat sekarang.
(Namakamu) membanting ponsel Iqbaal ke tempat tidur lalu membalikan badan memunggungi Iqbaal. "Kau sialan!" umpat (Namakamu) sambil mengepalkan tangannya. (Namakamu) yakin Iqbaal sedang menggodanya sekarang ini dan itu sungguh tidak lucu.