Raveno mengotak-atik ponsel itu dan dengan santai membaca pesan-pesan yang ada di dalam ponsel itu.
SalshaBilla :
Jauhi (Namakamu) atau kau tidak akan pernah melihat jalang itu lagi. (Namakamu) tidak pantas untukmu dan tidak pantas hadir mengisi keluarga kita, dia hanya parasit yang akan memanfaatkan kekayaan keluarga kita. Jahui jalang itu atau aku akan membunuhnya dengan caraku sendiri.
Dan setelah membaca hampir seluruh isi pesan itu, kini Raveno butuh penjelasan sekarang juga.
Raveno menatap tajam ke arah Iqbaal. Dadanya terasa sesak setelah membaca pesan singkat yang berisi sebuah ancaman itu. Raveno langsung menghampiri Iqbaal lalu meminta Iqbaal untuk menjelaskan apa sebenarnya maksud dari pesan yang ia baca tadi. Raveno sudah Iqbaal bohongi. Semua yang Iqbaal katakan pada Raveno bohong.
"Apa bibi Salsha benar-benar meninggal karena penyakit? apa bibi Salsha benar-benar orang yang baik? siapa sebenarnya bibi Salsha?!
SEMUA YANG PAPA CERITAIN ITU BOHONG!"
Raveno berbicara dengan nada tinggi dilingkupi amarah. Iqbaal yang mendengarnya hanya diam antara terkejut dan pasrah. Akhirnya semua terbongkar begitu saja. Iqbaal memang seharusnya tidak membohongi Raveno dengan cerita konyol yang ia buat.
Raveno menghapus airmata yang sudah berlinang di pipinya. Raveno tidak peduli dengan janjinya untuk menjadi pria yang kuat, saat ini Raveno benar-benar merasa terluka sekaligus bingung dengan masa lalu yang terjadi antara Iqbaal dan juga (Namakamu).
"APA DULU BIBI SALSHA COBA UNTUK BUNUH MAMA?! APA DULU PAPA JUGA BENCI SAMA MAMA?! APA DULU AKU MEMANG TIDAK PERNAH DI INGINKAN OLEH PAPA DAN JUGA KELUARGA PAPA?!!!"
Raveno meluapkan semua yang sekarang ada di banaknya. Raveno butuh jawaban Iqbaal atas semua pertanyaan yang ia tanyakan. Raveno sudah lelah dengan semua kebohongan yang Iqbaal buat.
Raveno menatap Iqbaal dengan tatapan penuh kebencian. "Jawab Pa, tolong jangan bohong lagi..." kali ini nada suara Raveno mulai merendah namun terdengar menusuk.
Iqbaal menghela napas panjang, dadanya sesak dan pikirannya kacau saat ini. Iqbaal mengusap gusar wajahnya yang sekarang memerah, saat ini Iqbaal betul-betul tidak bisa mencari kata untuk membuat Raveno tenang. Yang ada di pikiran Iqbaal sekarang adalah berkata jujur sesuai dengan permintaan Raveno.
"Ya, kau benar. Dulu papa sangat membenci mama. Dan kehadiranmu di dunia ini hanyalah sebuah kesalahan bodoh yang papa buat dengan mama. Sejak dulu hidup papa selalu di hantui dengan penderitaan yang mama-mu bawa. Papa rela jadi seorang pembunuh hanya untuk mama-mu. Papa rela 15 tahun hidup di penjara demi mama-mu..., selama ini papa memang bohong. Papa ini pembohong. Kehidupan papa hancur sejak mama-mu datang meminta pertanggung jawaban. Raveno, andai dulu papa benar-benar bisa melenyapkan kamu dan mama-mu ..mungkin hidup papa tidak akan sehancur sekarang. Kamu dan mama kamu selalu membawa penderitaan untuk hidup papa. Dan sekarang kamu sudah tahu kebenarannya, jadi bagaimana? apa kamu masih mau tinggal sama papa?"
Iqbaal berbicara dengan suara dingin. Tatapan matanya menusuk. Iqbaal sudah berkata yang sejujurnya pada Raveno. Sekarang Iqbaal tidak harus menyimpan rahasia itu lagi karena Raveno sudah mengetahui segalanya.
Raveno gemetar karena menangis setelah mendengar penuturan Iqbaal yang sungguh menusuk hatinya. Jadi selama ini apa artinya Raveno hidup dengan ayah yang bahkan tidak pernah mengharapkan kehadirannya di dunia ini.
Iqbaal mengambil ponsel miliknya dari tangan Raveno lalu membantingnya dengan sangat kencang hingga hancur. Iqbaal lalu menginjak ponsel itu hingga membuat ponsel itu semakin tak berbentuk. Sekarang semua sudah terungkap dan sudah saatnya ponsel itu di hancurkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
"Please Save Me"
RomansaKehidupan kelam yang begitu menyelimuti hidupnya membuat Pria bermata hazel ini ingin segera mengakhiri hidupnya. Tanggung jawab sebagai seorang CEO sudah cukup membuatnya merasa jengah, terlebih dengan kejadian dimana ia begitu bodoh terjerumus dal...
