"Please Save Me" [40] - Terimakasih untuk Segalanya

8.8K 565 34
                                        

Iqbaal membalas hisapan wanita itu pada bibirnya, tangan Iqbaal menuntun wanita itu duduk di pangkuannya. Iqbaal benar-benar butuh di tenangkan sekarang.

"Aaahhh..."

Desahan wanita itu membuat sesuatu di bawah sana menegang. Iqbaal meremas bokong wanita itu, rasanya seperti terbebas dari sesuatu yang selama ini ia tahan.

"Jadi istrimu sedang hamil berapa bulan..nghhh..aaahh.."

"Lima bulan.."

"Jadi sudah berapa lama nafsumu tertahankan sayangku?"

"Sudah hampir dua minggu."

"Aaashhh..kau pastihh..sangathh tersiksah..nghhh.."

Tangan wanita itu meraba milik Iqbaal yang sudah menegang sempurna di balik celana yang Iqbaal kenakan. Ini gila. Apa yang Iqbaal lakukan sekarang sangatlah gila.

Iqbaal merasa pikirannya kosong, beban di bahunya seperti terangkat setelah merasakan sentuhan tangan wanita yang ada di pangkuannya.

Perlahan Iqbaal mulai memejamkan mata dan begitu matanya terpejam ada bayangan (Namakamu) yang terlihat dan menyadarkan Iqbaal sepenuhnya. Iqbaal langsung membuka mata dan terkejut saat menyadari jika ini sudah kelewat batas. Iqbaal langsung mendorong wanita itu dari pangkuannya membuat wanita itu terkejut sekaligus bingung dengan perlakuan Iqbaal. Wanita itu bisa melihat raut penyesalan di wajah Iqbaal.

"Ada apa sayang?" ucap wanita itu.

Iqbaal tidak menjawab. Iqbaal mencoba mengatur napasnya yang memburu. Tanpa pikir panjang Iqbaal meminta wanita itu untuk keluar meninggalkan ruanganya. Wanita itu akhirnya keluar dengan wajah kesal.

Apa yang sudah Iqbaal lakukan? (Namakamu) pasti tidak akan pernah memaafkannya jika tahu semua ini.

Iqbaal mengusap wajahnya, sepertinya Iqbaal harus menenangkan pikirannya sekarang.

**

Iqbaal sudah berada di rumah dan sekarang ia berbaring di samping (Namakamu) yang sudah tertidur pulas. Iqbaal mengecup bahu (Namakamu) berkali-kali, apa yang hari ini Iqbaal lakukan pasti akan sangat menyakiti (Namakamu) jika (Namakamu) sampai tahu semuanya.

 Iqbaal mengecup bahu (Namakamu) berkali-kali, apa yang hari ini Iqbaal lakukan pasti akan sangat menyakiti (Namakamu) jika (Namakamu) sampai tahu semuanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Iqbaal sangat menyesal. Iqbaal merasa kembali menjadi pria brengsek seperti dulu. Itu semua Iqbaal lakukan karena Iqbaal sudah tidak tahan, Iqbaal tertekan dengan semua pekerjaan yang menyita waktunya sampai akhir. Iqbaal juga butuh di puaskan. Iqbaal tentu tidak mungkin memaksa (Namakamu) bercinta sedangkan kondisi (Namakamu) sedang hamil, Iqbaal terpaksa harus menahan nafsunya hingga sebuah kesalahan besar Iqbaal perbuat dengan mengundang wanita jalang datang ke kantornya. Iqbaal bersumpah tidak akan pernah melakukan hal itu lagi.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang