"Please Save Me" [28] -Surprise!

7.7K 498 10
                                        

"Bisakah ronde kedua kita mulai sekarang?"

Tanpa menjawab Iqbaal langsung menuruti permintaan (Namakamu).

"AKU MENCINTAIMUUUUUU!!"

Dan (Namakamu) sedikit menyesal meminta Iqbaal untuk lanjut karena sekarang Iqbaal tidak mau berhenti walau (Namakamu sudah sangat kelelahan dan nyaris pingsan.

Rasakan itu Mrs. Dhiafakhri!

Iqbaal memeluk erat tubuh (Namakamu) setelah sampai pada puncak kenikmatan. Iqbaal lalu membaringkan diri di samping (Namakamu) yang sudah terpejam kelelahan, ini adalah hari yang luar biasa dan tidak akan pernah terlupakan setelah lima belas tahun berlalu. Iqbaal harap kehidupannya yang sekarang telah terhapus dari kejaran takdir yang menyakitkan.

Iqbaal mengecup lembut pipi (Namakamu) lalu membisikan sesuatu di telinga (Namakamu) yang membuat senyum (Namakamu) mengembang mendengarnya. Ayolah, (Namakamu) masih sepenuhnya sadar, ia terpejam hanya karena lelah.

"Terimakasih untuk hari ini, sayangku. Kau luar biasa, aku seperti meniduri gadis perawan."

Cubitan kecil Iqbaal dapatkan di pinggangnya. Iqbaal pikir ucapannya akan membuat (Namakamu) bangga karena disamakan dengan gadis perawan namun ternyata Iqbaal salah, (Namakamu) justru merasa kesal dan gemas ingin mencubit Iqbaal sampai pria itu berhenti untuk bicara sesuatu yang tidak enak di dengar. (Namakamu) memiringkan tubuhnya menghadap Iqbaal, sepeuluh detik selanjutnya sebuah kecupan mendarat di bibir Iqbaal.

"Pejamkan mata dan ayo kita bermimpi bersama-sama.."

Iqbaal tersenyum lalu menuruti (Namakamu). Mereka berdua memejamkan mata lalu terlelap dengan posisi berpelukan--jangan lupakan jika mereka tengah menikmati mimpi indah mereka bersama-sama.

Ini sungguh sempurna!

**

Limabelas tahun tinggal di penjara membuat Iqbaal terkadang lupa jika dirinya sekarang berbaring di tempat tidur yang empuk. Pagi ini Iqbaal bangun lebih awal dan tidak berhenti tersenyum setelah meyakinkan dirinya jika sekarang ia sudah bebas dan berada di rumah bersama istri tercintanya. Iqbaal memandang wajah cantik (Namakamu), pagi ini wajah istrinya itu sangat cantik.

Iqbaal beralih posisi menjadi berandar. Tangan kekarnya meraih ponsel yang entah sejak kapan bergetar di nakas, Iqbaal hanya tersenyum tipis saat melihat yang menelpon adalah Kiki. Iqbaal bisa mendengar seruan senang Kiki karena dirinya sekarang sudah bebas dan bisa bersama (Namakamu) lagi.

Iqbaal menyetujui ajakan Kiki untuk makan malam bersama malam ini, Iqbaal terkekeh saat mendengar jika makan malam ini Kiki juga akan memperkenalkan pacar barunya yang berdarah korea. Iqbaal menutup telpon setelah semua dianggap jelas.

Iqbaal baru saja ingin beranjak dari tempat tidur tiba-tiba tangan lembut itu menahan lengannya. Iqbaal menatap (Namakamu) yang sudah bangun dengan senyum di bibirnya.

"Good morning kakek." sapa (Namakamu) dengan nada geli.

"Hnm, selamat pagi nenek." balas Iqbaal tidak kalah geli.

"Mandi bersama?" (Namakamu) terduduk lalu menggenggam tangan Iqbaal. Sementara Iqbaal kini terdiam seolah tidak percaya dengan ajakan (Namakamu) barusan.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang