"Please Save Me" [53] -Perceraian

3K 267 57
                                        

"Bercerailah dengan Iqbaal. Setelah itu menikahlah denganku (Namakamu)."

Aldi berbicara seakan-akan semuanya begitu mudah untuk dilakukan. Hanya ada respon terkejut yang (Namakamu) tunjukan tatkala indra pendengarannya mendengar penuturan Aldi. (Namakamu) tidak mungkin bercerai dengan Iqbaal setelah hampir 20 tahun bersama.

Tidak ada kata munafik. (Namakamu) memang masih mencintai Aldi sebagai cinta pertamanya. Namun bukan berarti hal tersebut mampu mengusir posisi Iqbaal yang saat ini berada di peringkat nomor satu dalam hati (Namakamu). Semua tidak semudah membalik telapak tangan, bahkan (Namakamu) tak sanggup membayangkan jika ia bercerai dengan Iqbaal demi Aldi yang akhirnya kembali hadir dalam hidupnya setelah sekian lama.

Sepasang matanya menatap Aldi dengan tatapan dalam. Aldi membalas tatapan itu dengan sebuah permohonan jika (Namakamu) akan menuruti keinginannya untuk segera bercerai dengan Iqbaal dan memulai hidup baru bersamanya.

Aldi menggengam tangan (Namakamu) lalu mengecupnya sambil mengucapkan kata permohonan agar (Namakamu) segera menyetujui.

"Iqbaal bukan pria yang tepat untukmu. Dia hanya membawa penderitan ke dalam hidupmu, disini akulah yang pantas untukmu (Namakamu). Aku yang menyelamatkanmu, aku yang selalu mencintaimu dan bahkan aku yang rela  mati untukmu. Iqbaal pantas untuk kau tinggalkan." Ucap Aldi di sertai penekanan.

(Namakamu) melepaskan genggaman tangan Aldi. "Aku tahu jika Iqbaal memang bukan pria yang baik, tapi itu dulu. Sekarang dia sudah berubah. Iqbaal sudah tidak seperti dulu lagi. Aku sangat mencintainya..." ucap (Namakamu) manangis.

"Kau mencintai Iqbaal? dan kau lebih memilih Iqbaal dari pada aku yang sudah menyelamatkanmu dulu? Aku berjuang untuk bertahan hidup dan saat aku kembali untuk mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku, namun aku tak bisa mendapatkannya?  kau bisa bayangkan betapa sakitnya aku? betap menderitanya aku untuk bisa hidup dan memilikimu (Namakamu)!!"

Aldi berbicara dengan emosi yang menggebu seakan perkataan (Namakamu) adalah belati yang menghujam jantungnya. Rasanya menyakitkan mendapat penolakan dari wanita yang sudah Aldi perjuangakan hingga harus rela di anggap mati oleh semua orang demi bertahan hidup dan mendapatkan (Namakamu) kembali.

(Namakamu) merasakan hatinya sakit mendengar perkataan Aldi. Bayangan tubuh Aldi yang bersimpah darah kembali terekam dalam ingatan (Namakamu) membuat tubuh (Namakamu) gemetar dan tangisannya semakin kencang. Ochi yang masih berada dalam gendongan Aldi ikut menangis melihat sang mama terisak. Ochi menjulurkan kedua tangannya ingin berpindah ke dalam pelukan (Namakamu).

"Mama.."

(Namakamu) langsung memeluk putrinya, menangis bersama. Aldi diam-diam menatap pemandangan itu dengan mata penuh kebencian. Kedua tangannya tanpa sadar membentuk kepalan sebagai bentu rasa marahnya. Ini tidak bisa di biarkan. Bagaiamanapun caranya (Namkamu) harus bercerai dengan Iqbaal.

"Aku tetap ingin kau bercerai dengan Iqbaal, jika memang kau tak sanggup bercerai dengannya maka biarkan aku untuk melenyapkannya."

Tubuh (Namakamu) menengang seketika saat Aldi mengancam akan melenyapkan Iqbaal. (Namakamu) langsung menggeleng dan menatap Aldi dengan tatapan memohon.

"Jangan...aku mohon jangan lenyapkan Iqbaal..hiks...aku..aku butuh waktu.."

Tidak ada pilihan lain selain mengatakan bahwa (Namakamu) membutuhkan waktu untuk menjawab masalah perceraian ini.

"Please Save Me"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang