The Trurth pt.2

2.1K 96 1
                                        

Jam istirahat pertama, Rafi dan Darrel keluar kelas. Saat Rafi berjalan menuju kearah kantin Darrel justru berjalan berlawanan arah dengannya "heh mau kemana lo?" tanya Rafi. "gue mau kekelasnya Yuda, lo tungguin aja dikantin ntar gue nyusul" jelas Darrel lalu meneruskan jalannya meninggalkan Rafi yang berkerut dahi, ia mengangkat bahu lalu berjalan menuju kantin.

Saat ditengah perjalanannya menuju kantin Rafi bertemu dengan mangsanya "woi bro! Mau kemana lo?" Rafi menghampiri cowok berkacamata yang sedang membawa kertas ulangan ditangannya. "m-mau ngumpulin ulangan ke ruang g-guru fi" jawab lelaki itu dengan terbata-bata. "ada jatah buat gue nggak hari ini" Rafi mengantungkan tangannya kepada lelaki itu. "gu-gue nggak punya uang fi" lelaki itu menunduk takut.

"aduh nggak usah takut gitu dong, nggak apa-apa kok" ujar Rafi, tangannya memukul punggung cowok nerd itu dengan lumayan keras "kalo gitu ntar malem lo harus jadi lawan gue main game, awas lo menang!" ancam Rafi sedikit berbisik tepat ditelinga kutu buku itu, menyebabkan bulu kuduk cowok nerdy itu berdiri "ngerti nggak lo?!" ucap Rafi sekali lagi yang dijawab dengan anggukan dari kutu buku itu "bagus! Sana belajar yang Rajin ya Dodi" Rafi memukul punggung itu sekali lagi dan berlalu menuju kantin.

"bang anak orang itu, kesian tau lo bully terus" cetus Bryan setelah Rafi menyentuhkan bokongnya kekursi kantin. "bacot lu ah, lo juga anak orang jangan dimainin mulu, itu cewek harus dihargain" Rafi memutar matanya jengkel.

"yah kan beda lo nyakitinnya fisik, kesian kan"

"nah lo mainin cewek lo juga nyakitin hatinya anjing!"

"yaudah deh orang udah kebiasaan, gimana lagi ya nggak? Haha"

Rafi hanya berdecak menanggapi kelakuan adiknya itu "lo udah pesen?" tanyanya, Bryan hanya menggeleng "mana sih yang lain?" tanyanya lagi. "si Jo lagi pacaran, dia abis ngeWA gue. Tama lagi kekamar mandi bentar lagi juga balik, Darrel kemana? Biasanya kan sama elo?"

"tadi katanya dia mau kekelasnya Yuda, nggak tahu juga mau ngapain"

"kenapa sih tu anak? Dari kemaren aneh banget"

"woi ngomongin apaan sih?" tegur Tama yang langsung duduk disebelah Bryan. "bukan apa-apa, eh Tam pesenin makan gih" Rafi melirik Tama sekilas dan kembali melirik layar ponselnya, bermain game. "oke, lo mau mesen apa?" Tama menatap Bryan. "gue nasi ayam sama teh anget" ujar Bryan. "gue mie ayam sama es jeruk nipis" Rafi mengangkat wajahnya. "oke siap!"

                               ⚪⚪⚪

Aila, Naya, Karin dan Lastri sedang duduk-duduk didepan kelas. "nggak ada yang mau kekantin nih?" tanya Naya. "lagi males, ntar istirahat kedua aja" jawab Aila dan didukung oleh anggukan Lastri dan Karin. "eh abis ini waktunya siapa sih?" tanya Naya lagi. "waktunya Bu Endang matematika" Aila memandang kakinya. "ya ampun males banget sih waktunya matematika" Naya memasang wajah kesalnya lalu duduk disebelah Lastri.

"eh itu Darrel nggak sih?" perkataan Lastri itu langsung menarik perhatian ketiga gadis yang tengah bosan itu. "iya iya itu Darrel, kok dia sendirian aja ya?" mata Karin tidak lepas menelusuri sosok yang tengah berjalan diujung koridor "kayaknya dia mau kesini deh" tambah Karin diikuti wajah excitednya. "nggak salah lagi dia mau ngajak gue ngedate" kata Naya dengan senyum yang mengembang. "elah ngayal lo!" Lastri menoyor kepala Naya pelan.

"gila gila, dia emang mau kesini guys, dia ngeliat kearah kita. Dia pasti mau kesini, jangan-jangan dia mau nembak gue lagi? Duh gue mesti gimana?" ucap Karin yang heboh dengan sendirinya. "shit! Dia emang kesini guys" ujar Naya pelan. Aila hanya memutar matanya.

Ketiga gadis itu sekarang mencoba mengatur napasnya dan mencoba untuk menahan diri agar tidak terlihat kampungan didepan seorang laki-laki yang tengah berdiri diambang pintu kelasnya. Mata para gadis yang berada dikoridor itupun juga mengarah pada orang yang sama, bahkan beberapa yang sedang berjalan menyempatkan diri untuk berpura-pura berhenti didepan kelas lain hanya untuk melihat kehadiran orang itu, yang sangat jarang terjadi. Karena biasanya lelaki itu hanya bisa ditemui dikantin kalau sedang istirahat seperti ini.

My Special GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang