Hari itu jadwal mereka kosong, tidak ada live performance, recording ataupun practice, yang artinya bisa dimanfaatkan untuk bermain game, menonton bersama atau hanya sekadar bermalas-malasan diatas ranjang seperti yang dilakukan Taeyong. tubuhnya seperti remuk minggu ini mereka bekerja nonstop, live perform, recording, penerbangan luar negeri dan latihan yang masih harus dilakukan. dia baru tidur jam 6 pagi seperti biasa, tubuhnya lelah tapi bukan berarti dia bisa langsung tidur saat menyentuh ranjang empuknya ini, seperti sudah terbiasa dengan kehadiran seseorang diatas ranjang selain dirinya, ia meraba sebelahnya dan mendapati tempat itu kosong dan dingin hanya seprei disekitarnya sedikit berantakan tanda ada orang yang tadinya tidur disitu. ia mengerang merasakan punggungnya yang mulai berdenyut dan matanya menatap lurus ke meja disamping ranjangnya menunjukan pukul 9 pagi demi Tuhan ini baru 3 jam setelah ia bisa tertidur. ia mencoba memejamkan matanya lagi berpindah ke posisi disebelahnya, wajahnya ditenggelamkan dibantal menghirup dalam-dalam aroma seseorang yang tertinggal disana berharap agar bisa kembali tertidur hingga suara pintu dari arah kamar mandi terbuka, aroma khas seseorang setelah mandi menguar ke indera penciumannya membuatnya kembali berguling ke posisinya semula, suara lemari terbuka membuat ia mencoba membuka matanya, pemandangan seorang pemuda yang mencoba mengenakan kaos hitam favoritnya ada dihadapannya, handuk putih dirambut basahnya dan ia bisa melihat beberapa tetes air yang ada di leher dan rahang pemuda tersebut.Taeyong masih menatapnya dalam diam memperhatikan dengan detail saat pemuda tersebut menarik handuk yang melilit pinggangnya, berharap mendapat pemandangan yang membuatnya semangat hari ini, harapannya pupus ketika ada celana pendek yang ada di dalam handuk tersebut.
Taeyong mengerang lagi membawa bantalnya menutupi wajahnya.
'hey'
Ia mendengar langkah kaki memutari ranjang dan beban seseorang yang kini ada diatas ranjangnya, bantalnya ditarik menampakkan wajah kekasih cantiknya tersenyum padanya dengan handuk yang ada ditangannya sambil menggoyang-goyangkan lengannya.
'hyung..'
'Ten, aku mencoba untuk tidur disini'
Lengannya disenggol lagi, kali ini sedikit lebih keras.
'Ten, demi punggungku yang sakit ini, nanti aku akan memberikan apapun yang kau inginkan asal kau tidak mengganggu tidurku'
Senggolan dilengannya berhenti, dan ranjang diatasnya sedikit terangkat tanda orang yang duduk disana telah bangkit dari duduknya.
'baiklah aku akan meminta Johnny hyung saja'
Mendengar nama Johnny disebut. mata Taeyong terkesiap membuka secara otomatis dan mengambil posisi duduk bersandar pada kepala ranjang, matanya masih mengerjap.
'kenapa kau melakukan ini padaku argh'
'kemari'
'uhm?'
'sini'
Ten tersenyum manis, senyum kemenangan jelas terukir dibibir tipis menggodannya, ia kembali berjalan menuju Taeyong memberikan handuk putih kecilnya ke tangan Taeyong dan duduk di depannya.
Tangan Taeyong mengambil handuk kecil itu dan mulai mengusapkan perlahan ke atas rambut mulai panjang Ten, gerakkannya lembut, dirinya yang tadinya mengantuk setengah mati langsung bangun saat mencium aroma tubuh Ten yang begitu dekat dengannya. mencari posisi yang tepat Ten menemukannya di dada bidang Taeyong. ia bersandar padanya sambil merasakan tangan Taeyong masih meremas rambutnya perlahan.
'seharusnya jika kau mengantuk biarkan Johnny hyung yang melakukannya'
tarikan kecil dirambutnya membuat ia meringis kesakitan.'aaaw'
'aku ingin mengutukmu saat ini juga mengganggu tidur berhargaku hanya untuk mengeringkan rambutmu ini, tapi lebih baik aku tidak tidur daripada melihat seseorang menyentuhmu, melakukan hal yang seharusnya kau hanya lakukan denganku'
'aku tahu kau akan lebih marah jika melihatnya itu kenapa aku membangunkanmu'
Ten merasakan kecupan dikepalanya.
'ganggulah aku kapanpun kau mau'
...
uhm breakfast?😁
