12. Storm

1.9K 200 33
                                    


Terlihat pantulan seseorang yang masih meliukkan tubuhnya didepan kaca besar ruang latihan, jam di dinding menunjukan pukul 01.27 pagi.

Satu lagu lagi dan ia berjanji pada dirinya untuk kembali ke dorm. satu lagu menjadi dua dan dua menjadi tiga. pukul 02.00 saat dia kembali melihat layar ponselnya.

3 missed calls

1 messages

Kepalanya menoleh mendengar suara pintu berdecit tanda orang yang baru masuk, matanya awas menatap siapa yang masuk ke ruang latihan pagi-pagi buta seperti ini. dengan lampu remang yang memang sengaja ia matikan dan dirinya yang duduk di sudut ruangan membuatnya seperti tak terlihat.

'Ten?'

Terdengar suara familiar yang memanggil namanya lembut, kakinya melangkah perlahan masuk karena takut mungkin akan tersandung sesuatu karena kondisi ruangan yang gelap. kenapa ia datang secepat ini.

Ten menyalakan ponselnya.

'aku disini'

Orang itu menoleh dan wajah lelah khas bangun tidur terlihat jelas darinya.

'apa yang kau lakukan disini?'

'itu yang harusnya aku tanyakan, apa yang kau lakukan disini ini sudah pukul 2 pagi'

'hm latihan?'

'dengan lampu padam?

'aku baru akan kembali hyung' , aku tidak bisa melakukannya hari ini Ten pikir.

Orang itu melangkah mendekatinya, tak repot untuk menyalakan lampu yang ada.

Dia memasukkan handuk kecil, botol minum dan ponsel kedalam tas hitamnya bersiap untuk berdiri sebelum ada tangan yang menahan pergelangan tangannya.

'ada apa?'

'heum?'

'aku ingin kembali, kau juga harus tidur hyung..' besok, saat aku bertemu dengannya lagi, baru aku akan mengatakannya.

Tapi kaki itu tak bergerak masih menahannya dan kini menyudutkannya ke dinding, Ten menolehkan wajahnya agar tak menatap orang dihadapannya.

'aku fikir kita sudah sepakat Ten'

'apa maksudmu hyung?'

'aku fikir kita sudah sepakat untuk saling terbuka, mengatakan apapun yang kau fikirkan, yang kau rasakan, jangan mengatakan kau baik-baik saja karena aku tahu apa yang kau rasakan justru sebaliknya, apa yang mengganggu pikiranmu? kau juga menghindariku seminggu ini, ada apa? apa aku melakukan kesalahan?'

Ten masih belum menatapnya. sekarang atau aku tidak akan punya keberanian untuk melakukannya lagi.

'aku rasa kita tak bisa meneruskan ini hyung'

'apa maksudmu?' Taeyong melepaskan tangannya dari tangan Ten.

'aku tahu kau mengerti maksudku'

'tapi kenapa? aku tidak ingat melakukan kesalahan? katakan padaku apa kau memiliki orang lain dihatimu?'

kali ini Ten menarik nafas sebelum matanya menatap lurus Taeyong, ia dapat melihat raut kekecewaan dimatanya meskipun dengan cahaya temaram yang masuk dari langit malam diluar.

'aku mencoba untuk memahaminya selama ini, aku tak pernah membahas kenapa kau mengabaikan pesan dan telfonku, aku bahkan menanyakan kabarmu pada Jeno. apa kesalahan yang aku lakukan Ten?' kali ini Taeyong mengguncang bahu Ten.

'karena aku sudah tidak mencintaimu lagi hyung. dan aku bosan denganmu. kau tidak pernah ada waktu untuk menemuiku. aku saja kaget kenapa sekarang kau ada dihadapanku.'

Perfect MatchTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang