Budayakan vote sebelum membaca 🌟
Enjoy!
EL SULTAN : 41. Namanya Rasa
Kaki panjang menerjang pintu kayu yang tidak sekokoh awalnya. Dobrakan demi dobrakan yang dilakukan membuat pintu itu akan segera terlepas dari tempatnya. Pundaknya tiba-tiba ditahan. Seketika langkah pria itu mundur.
"Tuanmu lebih membutuhkan dirimu dibawah." Suara itu sarat akan ketenangan.
Menghela nafas pria itu menunduk, "Saya serahkan sisanya kepada anda, Yang Mulia."
"Katakan pada Ali agar tidak membuat keributan yang mencolok, akan berbahaya baginya jika terlibat masalah disini." Anggukan sekali sebagai jawaban disusul langkah yang semakin menjauh.
Melihat tidak ada seorangpun disini, Kaisar Alvin kembali memperhatikan pintu itu, mendengar keributan yang baru saja terjadi tidak mungkin orang yang berada di dalam tidak menyadarinya.
Dengan sekali dobrakan pintu itu langsung roboh. Terdengar suara benda jatuh dan gerakan terburu. Kaisar Alvin melangkahkan kakinya. Pemandangan disana membuatnya mematung seketika. Seorang laki-laki yang menatap terkejut dengan seorang perempuan yang tengah ditindih diatas tempat tidur.
"Siapa kau?!" bentakan langsung menyambut telinga Kaisar Alvin. "Kau sudah mengganggu kesenanganku, brengsek!"
Kaisar Alvin terdiam melihat pria yang tengah turun dari tempat tidur dengan keadaan setengah telanjang, hanya celana kumuh berwarna kecoklatan yang tersisa.
"Kenapa diam?!" pria itu berkacak pinggang, "Lihat! Kau juga menghancurkan pintuku!"
Masih dengan kebungkamannya, Kaisar Alvin berjalan perlahan dengan fokus seorang perempuan yang tengah tidak sadarkan diri. Tinggal satu langkah lagi dia sampai, lengannya langsung dicekal.
"Hei!" Pria itu dengan tidak sopan santun mencengkram lengan Kaisar Alvin, matanya melotot penuh amarah. "Apa yang kau lakukan?!"
Kaisar menoleh dan menatap pria bejat itu dengan dingin sebelum berujur rendah penuh tekanan, "Melihat keadaannya."
Gigi pria itu gemelatuk, "Ini penginapanku, dan dia wanitaku. Pergilah dari sini saat aku memintanya baik-baik padamu."
Kaisar mengangkat sebelah alisnya, diputarnya tangan yang mencekal lengannya dan ditendang pria itu dengan kuat, membuat pria itu terlempar membentur lemari kayu sampai hancur. Pria itu meringis kesakitan dan menatap nyalang Kaisar Alvin.
"Bedebah!" Makinya kepada Kaisar. "Ada yang ingin membunuhku, kemana kalian semua?!"
Kaisar Alvin tersenyum samar saat pria itu tengah memanggil antek-anteknya. Dia sendiri tidak yakin mereka semua bisa mendengar saat mereka sendiri sudah dihabisi dibawah oleh Ali. Kaisar tidak dapat menggambarkan kemarahannya sekarang, gejolak penuh api yang menggelora didalam dadanya.
Ditatapnya pria didepannya dengan tajam, bahkan pria itu tidak dapat memegang senjata, beladiri pun tidak, tapi dengan bodohnya pria itu berkata kasar dan menantangnya yang notabenya seorang kaisar, dirinya yang sudah malang melintang di medan perang yang dengan mudahnya membunuh musuh tanpa belas kasihan.
"Saat mendengar kau akan berbuat buruk padanya, satu hal yang bisa aku fikirkan adalah membunuhmu." Langkah kaki Kaisar perlahan-lahan mendekat, masih dengan tenang menunjukkan amarah dengan penuh wibawa. "Dan saat aku melihat keadaannya, aku menemukan cara yang lebih tepat daripada itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
EL SULTAN √
FantasyCERITA INI TIDAK UNTUK MENJELASKAN SEJARAH APAPUN DAN AUTHOR TIDAK INGIN ADA PERDEBATAN SOAL HAL ITU. Selamat membaca! Kepuasan readers menjadi kesenangan tersendiri bagi author. DANKE -NuriApori-
