ZG - 33

1.9K 124 2
                                        

I'm proud to say, i got you.

***

"Psttt..."

Zero mengawasi sang pengawas. Ya, dia mendapat giliran untuk menjaga-jaga kalau seandainya pria berkumis itu menoleh ke arah mereka. Pria itu duduk bermain handphone di meja guru. Sesekali bola matanya melihat ke depan, kiri dan kanan. Terus seperti itu selama ujian berlangsung.

"Psttt..."

Itu adalah kode yang berlaku saat ujian.

Kode yang dapat melatih kepekaan, meningkatkan ketajaman pendengaran, olahraga jantung, serta melatih kecepatan.

"Aman," bisik Zero pada Radit di sampingnya. Ia terus mengawasi sang pengawas sambil pura-pura menulis.

Dan Radit menjalani aksinya. Dua bangku di sebelah kanan termasuk geng pintar. Baiklah, kondisi aman.

"Bro, psttt" Radit memanggil cowok berkacamata yang sedang fokus menulis.

"Kaga denger dia, udah dari tadi gue manggil." Bisik Radit menoleh pada Zero.

"Orang pinter mah budeg pas ujian." Zero berdecak pelan. Di kertasnya belum ada satupun jawaban yang diisi.

"Woi! Fatur!" Panggil Radit lagi, suaranya agak meninggi sedikit tapi masih terbilang berbisik "Jangan pura-pura budeg ya lo. Pulang lewat mana lo hah? Abis ini gak perjaka lagi lo gue buat."

"Ada apa itu, Radit?" Terdengar suara bariton dari depan.

"Anu pak, saya lupa kasih makan anjing saya tadi pagi."

Pria berkumis itu menggeleng pelan. Saat ia kembali asik dengan handphone, barulah Zero yang beraksi.

"Doni," bisik Zero pada Doni yang duduk di pojok. Ia memberi kode dengan jari tangan, dan berbicara tanpa suara 'Lo nyari dari satu sampe lima.'

Setelah Doni mengangguk tidak selo, Zero berganti memanggil Haikal yang santai sedari tadi. Setelah lelah memanggil, barulah Haikal menoleh pada Zero.

"Lo berburu enam sampe sepuluh!" Ucap Zero berbisik.

"Hah?" Wajah temannya itu menunjukkan bahwa ia tidak dengar "Bunuh siapa?"

"Si tai," maki Zero pelan. Ia kembali mengulang perkataannya, sampai tiga kali barulah Haikal mengerti. Dengan cara yang sangat hati-hati agar pria berkumis tidak mengetahui mereka sedang berjuang alias berburu jawaban.

Radit mendapat tugas untuk mencari jawaban dari sebelas sampai limabelas. Dan sepuluh soal setelahnya, itu adalah bagian Zero.

Baiklah.

Zero menarik nafasnya sebelum beraksi.

Cowok itu menjatuhkan penghapus ke samping meja Bella. Dengan cara itu, tentu saja ia berakting seolah mengambil penghapus yang jatuh. Padahal Zero meletak kertas di meja Bella, yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Sempat ada rasa curiga dari guru pengawas, tapi ia sepertinya tidak terlalu peduli.

Dahi Bella berkerut heran, kemudian membaca isi kertas itu dengan berhati-hati.

Zero GravityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang