Azyla terdiam cukup lama didepan lemari besar berisi banyak pakaian wanita dengan berbagai jenis. Mulai dari dress hingga piama tidur, semuanya lengkap dengan berbagai macam warna yang ia suka.
Azyla sedikit bingung akan memakai yang mana, pasalnya hampir semua yang ada di lemari itu ia suka. Tapi, hal yang membuatnya lebih merasa bingung adalah, kenapa ada banyak sekali pakaian wanita di apartemen seorang pria lajang?
Apa ini milik adiknya? Atau jangan - jangan Wildan telah memiliki seorang kekasih dan ini semua adalah milik kekasihnya Wildan? Jika benar, apa kekasih Wildan itu akan mengijinkan ia mengenakan pakaian miliknya? Sepertinya semua pakaian ini memiliki harga yang mahal.
Cukup lama ia berdiri di depan lemari itu dengan berbagai macam pikiran tak penting mengenai pemilik semua baju itu. Dan akhirnya Azyla memutuskan untuk memakai satu diantara banyak baju itu dan berniat untuk mengembalikan baju yang ia pakai ini nanti.
Pilihan gadis itu jatuh pada baju hijau selutut yang sangat pas dan terasa nyaman di tubuhnya. Usai mengenakan baju itu, Azyla berbaring sejenak diatas ranjang empuk yang ada di kamar itu.
Mata indah gadis itu menatap langit - lantai kamar dengan intens. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa menit yang lalu. Ia tak habis pikir pada Sharly yang sangat suka membullynya. Ia tak tahu apa yang telah ia perbuat pada Sharly, sehingga gadis itu sangat membenci dirinya.
"Oh Tuhan... Kenapa kau memberikanku cobaan seberat ini? Aku bahkan tidak yakin jika aku bisa melewati segala cobaan ini. Ini semua terasa begitu berat dan aku sudah sangat lelah dengan semuanya. Maafkan aku yang mengeluh kali ini." Tanpa sadar, setetes air mata Azyla meluruh keluar.
Azyla memejamkan matanya berusaha menahan rasa sesak di dadanya. Ia benar - benar tak tahan dengan semua ini. Ia sungguh tak sanggup jika semuanya akan terus seperti ini. Cukup lama gadis malang itu menangis dalam diam, hingga rasa kantuk melanda dan alam mimpi memyambutnya dengan suka cita.
•|•
Azyla terbangun dari tidur nyenyaknya. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia melihat ke arah jendela dan mendapati langit yang sudah berubah menjadi gelap. Itu artinya, bulan telah datang untuk menggantikan tugas matahari menemani bumi.
Ia mendudukan dirinya dipinggir ranjang. Gadis itu masih mengumpulkan tenaga untuk berjalan keluar dari kamar mewah ini. Setelah merasa seluruh tenaga nya telah berkumpul menjadi satu, baru lah ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan mencari Wildan.
Azyla berjalan menuju dapur ketika mendengar suara peralatan memasak beradu. Ia tersenyum tipis melihat Wildan yang sibuk dengan berbagai macam bumbu dapur. Tapi, ia juga merasa tak enak hati karna tidur terlalu lama.
"Selamat malam pak."
"Kau sudah bangun ternyata. Duduklah. Saya akan menyiapkan makan malam." Ujar Wildan tanpa melihat Azyla. Pria itu masih fokus pada alat - alat memasaknya.
"Maaf pak, jika boleh, biar saya saja yang memasak. Anda bisa duduk di sofa menunggu. Saya merasa tidak enak jika anda yang memasak." Wildan berbalik dan melihat Azyla. Pria itu terdiam beberapa detik hingga suara Azyla menariknya kembali dari lamunan. "Bagaimana pak? Apakah boleh jika saya yang memasak makan malam?" Wildan tersadar dari lamunannya. Ia hanya mengangguk dan melepaskan apron hitam itu dari tubuh atletisnya.
Azyla menerima apron itu dengan senang hati. Gadis itu segera memakainya dan melanjutkan apa yang telah Wildan lakukan. Sementara Wildan, pria itu hanya duduk diam di meja makan sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia memandang Azyla yang sibuk bermain dengan peralatan dapur. Jakun pria itu naik turun melihat Azyla dari belakang.
"Kamu milikku, dan selamanya akan tetap menjadi milikku." gumam Wildan yang masih menatap Azyla dengan intens.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya apa yang Azyla masak pun matang dan mereka berdua menikmati makan malam itu dalam diam. Azyla membereskan meja makan dan memcuci piring yang kotor. Sementara Wildan segera menuju kamarnya usai makan.
Setelah selesai membereskan dapur, Azyla pergi menuju kamar Wildan untuk pamit pulang dan mengucapkan terima kasih. Pria itu sudah banyak menolongnya hari ini.
Tok.. Tok..
Tak perlu menunggu lama untuk menunggu pintu hitam itu terbuka.
"Ada apa?"
"Saya ingin pamit pulang. Terima kasih untuk bantuan anda hari ini pak, terima kasih untuk makan malamnya dan terima kasih juga sudah mengambil kan tas saya dari kampus. Saya ingin pamit pulang karna ini sudah malam." Wildan terlihat kesal entah karna kenapa. Mungkin dia berharap gadis itu akan menginap.
"Dengan apa kamu pulang?"
"Saya akan menunggu bus di halte terdekat."
"Tidak. Kamu tidak boleh pulang dengan bus. Tunggu didepan, saya yang akan mengantarkan kamu pulang."
•|•
"Terima kasih sudah mengantarkan saya pak. Hati - hati dijalan dan Selamat malam." Azyla segera keluar dari mobil Wildan menuju pintu rumahnya.
Entah apa yang memasuki Wildan hingga pria itu keluar dari mobilnya dan menghampiri Azyla yang sibuk mencari sesuatu didalam tasnya.
"Azyla.."
Azyla membalikan tubuhnya dengan segera dan menatap sang dosen dengan wajah yang tampak gelisah.
"Iy_" mata Azyla membulat seketika merasakan adanya benda kenyal nan basah menempel di dahinya.
"Selamat malam dan semoga mimpi indah. Saya pulang." Wildan membalikan tubuhnya lalu segera pergi dari rumah Azyla tanpa memikirkan Azyla yang masih mematung tak percaya akan apa yang ia dapat barusan.
Oh God!! Jantung Azyla serasa akan melompat keluar karna degupan yang teramat kencang ini. Ia bahkan tak bisa fokus memasukan kunci rumahnya kedalam lobang kunci.
Gadis itu benar - benar tak menyangka jika ia mendapatkan sebuah kecupan dan ucapan selamat malam dari sang dosen killer. Sungguh tak bisa di percaya.
Tbc....
---------------------------------------------------------------------------
24.10.2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Life [REVISI]
RomanceFollow dulu sebelum baca. Dan sedikit peringatan, "CERITA INI BELUM DI REVISI, JADI HARAP SEDIKIT MAKLUM JIKA ADA BAGIAN YANG BRANTAKAN" . . "Jangan pernah sebut anak haram ini milikku." Desis Wildan dengan nada dingin dan tajam. "Tapi sampai kapanp...
![Bad Life [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/153900703-64-k605869.jpg)