BL 🍃// 025

904 34 1
                                        

Kegelisahan datang....
Menyerang jiwa dan raga yang semulanya tenang.
Membiarkan rindu membangun sarang.

Kegelisahan ini semakin membuat hati tak tenang.

•|•

Day 1.

Azyla pulang ke rumah Wildan. Wanita itu pulang di jemput oleh supir yang Wildan pekerjakan khusus untuk mengantarkan kemana pun Azyla ingin pergi.

Setibanya di rumah, Azyla di sambut dengan beberapa orang wanita yang ia yakini adalah para calon pekerja yang akan ia seleksi bersama dengan satu orang pria berpakaian formal. Azyla yakin bahwa pria itu adalah bawahan Wildan.

Setelah satu jam lebih berlalu, akhirnya Azyla mendapatkan orang yang ia rasa tepat. Namanya Melina. Wanita berusia dua puluh enam tahun itu hanya tamatan SMP. Azyla merasa nyaman dan cocok saat bicara dengan Meli, maka dari itu ia memilih Meli dan meminta maaf pada tiga kandidat lainnya yang tidak terpilih.

•|•

Day 2.

Hari ini, Azyla tidak memiliki jadwal pergi ke kampus. Dikarenakan bosan yang melanda dirinya, Azyla akhirnya memutuskan untuk menghubungi Alika. Gadis yang memberikan kartu nama saat bertemu di pesta Jack beberapa waktu lalu. Setelah beberapa menit berbincang melalui telepon, akhirnya mereka sepakat akan bertemu besok sore.

Azyla cukup senang dengan itu, ia senang karna pada akhirnya ia mendapatkan seorang teman. Ia lelah dan bosan hidup di kucilkan.

Azyla menyimpan ponselnya diatas nakas. Gadis itu ingin pergi ke rumah lamanya. Azyla yakin bahwa kini rumah itu sudah sangat penuh dengan debu karna sudah lama ia tinggalkan. Ia berencana untuk membersihkan rumah itu dan pulang seketika semuanya telah selesai.

Setelah selesai menata penampilan, akhirnya Azyla keluar dari kamarnya untuk mencari Pak Edo. Gadis itu menemukan pak Edo tengah duduk bersantai di taman belakang rumah Wildan.

"Pak, maaf menganggu, tapi bisakah bapak mengantarkan saya ke suatu tempat? Saya ingin mengunjungi rumah lama saya." Azyla bertanya dengan sangat sopan. Hal itu membuat pak Edo merasa tak enak hati.

"Tentu nona. Bapak akan siap mengantarkan nona kemana pun yang nona inginkan." Sahut pak Edo yang di sambut dengan kakehan kecil Azyla.

•|•

Day 3.

Sore ini, Azyla tengah menunggu Alika di salah satu Cafe yang banyak di kunjungi oleh para remaja. Gadis itu merasa senang karna kini ia telah memilik seorang teman. Ia sangat bersyukur karna Alika mau berteman dengannya.

Tak lama kemudian, pintu Cafe terbuka dan masuk lah Alika dengan gaya santai nya. Gadis itu tampak begitu cantik dengan rambut yang di ikat rapi menjadi satu.

"Hai Zyla. Sudah lama menunggu? Maaf aku terlambat. Ada sedikit urusan penting tadi." Ujar Alika.

"Tak apa. Aku pun tidak terlalu lama menunggu mu." Jawab Azyla.

"Baiklah kalau begitu. Apa kau sudah memesan sesuatu? Kurasa ngobrol akan lebih enak bila di temani dengan cemilan."

"Aku belum pesan apapun. Pesan lah sesuatu untuk menemani kita." Alika terkekeh seraya memanggil pelayan.

Bad Life [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang