BL 🍃 // 006

1.6K 59 0
                                        

Shit!!!

Shitt!!

Shittt!!

Wildan mengumpat sambil memukul - mukul dinding kamarnya. Pria itu kesal pada dirinya sendiri yang tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Azyla. Yaa, Wildan sudah berusaha keras agar dirinya tidak menggila ketika melihat Azyla dengan baju hijau selututnya itu. Entah kenapa, gadis itu terlihat sangat menggoda.

Wildan hampir saja melakukan hal gila yang sudah ia tahan sejak beberapa tahun ini. Dan untuk kecupan itu, astaga!! Apa yang akan Azyla pikirkan tentangnya setelah kejadian itu. Seharusnya ia bisa lebih menahan diri untuk tidak melakukannya. Dan kini lihatlah hasil dari kecerobohannya,, ia mengecup dahi Azyla lalu mengucapkan Selamat malam dan mimpi indah untuk gadis itu. Ohh Tuhan... Betapa bodoh nya Wildan melakukan hal itu. Seharusnya ia bisa mengendalikan diri.

"Sial!! Kenapa dia begitu cantik tanpa kacamata sialan itu? Astaga! Bagaimana besok? Apa yang akan ia pikirkan tentang ku nanti nya!! Aku tidak ingin dicap sebagai pria mesum yang seenaknya mengecup seorang gadis tanpa izin." Pria itu merutuki dirinya sendiri yang ceroboh.

"Kalau begini, aku harus berusaha dengan cara lain untuk menjadikannya milikku."

Satu rencana baru telah tersusun rapi diotaknya. Pria itu memang memiliki banyak cara untuk mendapatkan pujaan hatinya. Ia bahkan rela menjadi penggemar rahasia Azyla yang setiap pagi meletakan setangkai bunga mawar didepan rumah gadis itu. Dan hal itu sudah ia lakukan selama dua tahun belakangan ini. Tepatnya saat ia tahu bahwa Azyla sangat menyukai mawar. Entah apa yang membuat Wildan tidak berani mendekati Azyla dan lebih memilih memendam perasaannya pada gadis itu selama ini.

Wildan memang kerap bermain wanita, pria itu juga tak jarang menyewa jalang dari Club yang sering ia datangi untuk melampiaskan hasrat nya. Tapi, Wildan tak pernah lupa dengan Azyla. Pria itu pasti menyebutkan nama Azyla di setiap puncak kenikmatannya. Hanya Azyla yang ada dihatinya. Hanya Azyla yang mampu membuat seorang Wildan tersenyum bagikan orang gila hanya dengan mengingat senyumannya. Catat! Mengingat, bukan melihat. Karna jujur, ia jarang sekali melihat gadisnya itu tersenyum saat dikampus.

"Dia memang cantik. Ralat, sangat cantik. Tapi untunglah ia selalu menggunakan kaca mata tebal sialan itu dan selalu berpakaian longgar. Jika tidak, mungkin akan banyak pasang mata pria bajingan yang akan menatap lapar kearahnya. Sungguh, jika itu semua terjadi, maka akan ku pastikan pria yang menatap lapar Azyla itu tidak akan pernah bisa melihat lagi." Ujar Wildan seraya merebahkan tubuh kekar nya diatas ranjang.

"Ohh Azyla.. Apa yang telah kau lakukan hingga aku bisa tergila - gila padamu? Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, aku akan membuat cinta ku mendapatkan balasannya. Aku sangat mencintaimu. Dan aku tidak ingin merasakan hal itu sendirian." Wildan tersenyum sambil menutup matanya membayangkan senyuman manis Azyla yang membuat jantungnya berdegup kencang tak karuan.

Drtt...

Wildan meraih benda pipih berwarna hitam yang bergetar itu diatas nakas. Pria itu segera mengangkat telpon masuk itu setelah membaca nama yang tertulis dilayar ponselnya.

"Bagus, jalankan sesuai yang aku perintahkan." Ujar Wildan lalu memutuskan sambungan telponnya.

"Jalang itu memang pantas mendapatkannya karna telah lancang menyentuh gadisku." Gumam Wildan yang mulai tertidur sambil memikirkan Azyla.

Bad Life [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang