SA 🍃 // 50

1K 30 4
                                        

•|•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•|•

"Pergilah jalang." Wildan melempar tubuh lemah Azyla hingga terjatuh kelantai. Pria itu sibuk merapikan pakaiannya yang sebelumnya berantakan.

Azyla masih menanggis, ia meratapi nasibnya yang terasa sangat menyedihkan. "Ah ya, ku dengar, tak lama lagi kau akan wisuda. Aku mengizinkan mu pergi ke acara itu, tapi jangan harap aku akan ikut hadir disana. Anggap saja ini imbalan karena siang ini kau sangat memuaskan. Dan satu lagi, aku akan sangat suka jika kau memanggilku dengan sebutan Tuan." Azyla hanya diam sambil memakai pakaiannya. Wanita itu segera keluar dari ruang kerja Wildan tanpa berkata apapun. Hanya suara tangisan yang Wildan dengar.

Pria itu duduk bersandar di kursi empuk miliknya. Menatap beberapa lembar kertas yang tergeletak diatas meja tanpa ekspresi. Tidak ada sedikitpun ekspresi menyesal diwajahnya karena sudah memperlakukan Azyla layaknya wanita murahan dan yang lebih buruknya lagi, Wildan menyetubuhi wanita itu seperti binatang.

"Penghianat pantas mendapatkan itu semua." Gumam Wildan.

Di tempat lain, tepatnya didalam gudang yang kini merangkap menjadi kamar tidur Azyla, seorang wanita dewasa tengah menangis dengan keras. Sungguh semua perlakuan Wildan padanya sangat menyakitkan. Pria itu marah karena berpikir jika Azyla telah berselingkuh dengan Jack dibelakangnya. Pria itu pun tidak percaya jika Jack adalah saudara kandungnya Azyla. Azyla sudah tidak tau lagi harus bagaimana. Menjelaskan hal ini pada Wildan pun rasanya percuma. Setidaknya harus ada bukti yang bisa meyakinkan suaminya itu.

Azyla teringat akan kertas yang Jack berikan padanya saat itu, kertas hasil uji laboratorium yang membuktikan bahwa ia dan Jack memiliki kesamaan gen yang berarti didalam tubuh mereka mengalir darah yang sama. Azyla segera mencari - cari kertas itu di sekeliling gudang tempatnya tidur. Azyla membongkar semuanya dan berharap ia bisa menemukan kertas itu lalu membawanya kepada Wildan sebagai bukti.

Namun nihil. Tempat yang semulanya rapi berubah berantakan dan Azyla masih belum menemukan kertas yang dicarinya. Wanita itu terduduk sambil memeluk kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Ia kembali menanggis. Hatinya sedih mengingat perlakuan Wildan padanya beberapa saat yang lalu. Pria yang dicintainya itu memperlakukannya seperti Azyla itu tidak memiliki arti apapun, seperti dirinya itu tak lebih dari sampah yang menjijikkan. Seolah dirinya itu adalah wanita murahan yang sangat rendah.

Braaakkk

Pintu gudang itu terbuka. Menampilkan Ellena dengan wajah marahnya. Wanita yang selalu menggunakan pakaian kekurangan bahan itu berjalan mendekati Azyla lalu menarik rambut panjang Azyla sekuat tenaganya. Azyla memekik kesakitan. Tidak hanya kepalanya, hatinya pun sakit diperlakukan dengan sikap biadab Ellena.

"Kau menggoda kekasihku jalang. Dasar kurang ajar! Tidak tau diri kau murahan!!" Ellena menghempaskan tubuh Azyla dengan kasar hingga kepalanya menghantam dinding.

Tampak darah segar keluar dari pelipisnya. Mata wanita itu berkunang - kunang, tubuhnya terasa berputar - putar. "Jika sekali lagi ku dengar kau menggoda Wildan, kekasihku. Maka aku tidak akan segan melakukan hal yang lebih buruk dari ini. Ingat itu jalang." Ellena keluar dari gudang itu meninggalkan Azyla yang setengah sadar.

Wanita itu memeluk perutnya yang terasa nyeri. "Bunda mohon untuk bertahan sayang, bunda mohon kuat lah didalam sana. Bunda yakin tak lama lagi ini semua akan berakhir." Lirih Azyla sambil memejamkan matanya sejenak. Menikmati setiap rasa sakit yang masih hinggap di tubuhnya.

•|•



TBC 💕💕
.

.

.

.

.

.
Heduuhh kasian banget sih Azyla nya :(
.
.
Bantu do'a buat Azyla dong gais ;(
.
.
.
20 Desember 2019



















20 Desember 2019

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bad Life [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang