SA 🍃 // 041

812 26 0
                                        

Happy Reading gaiz 🖤🖤

Happy Reading gaiz 🖤🖤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

.

Azyla tersentak kaget, ia terlalu larut dalam pikirannya hingga tak sadar jika mobil sudah berhenti. Azyla mengehela nafas lalu mengumpulkan seluruh tenaganya untuk menemui Jack. Sungguh ia sudah tak sabar ingin mendengar semua penjelasan Jack tentang masalah ini.

"Nona bisa ikuti saya."

"Ah baiklah, terimakasih." Azyla pun berjalan mengikuti pria didepannya.

Langka demi langkah membawanya hingga sampai didepan pintu kaca yang menampakkan apa pun yang ada dibalik pintu itu.

"Masuklah nona, Tuan ada didalam." Azyla mengangguk lalu berjalan masuk untuk mencari keberadaan Jack.

"Sudah tiba rupanya." Ujar Jack menyambut Azyla.

Azyla masih diam sambil terus mendekat kepada Jack.

"Kau lelah? Wajahmu tampak pucat, apa kau sakit? Ingin istirahat?"

"Tidak perlu, langsung saja jelaskan apa maksud semua ini. Siapa kau?"

"Baiklah. Begini, kau ingat masa kecilmu bermain bersama kakak mu?" Azyla mengangguk.

"Kau ingat namanya?"

"Tentu, Giovano. Kak Gio."

"Aku adalah Gio. Kakak kandung mu. Hasil tes ini yang membuktikan nya."

"Bagaimana mungkin? Kak Gio sudah meninggal bersama orang tuaku saat kecelakaan mengerikan itu terjadi." Ujar Azyla lemah.

"Tidak Zyla. Kakak tidak mati saat itu. Kakak ingat saat kecelakaan itu terjadi. Di antara banyak korban yang tidak sadarkan diri saat bus itu masuk ke jurang, kakak satu - satunya yang sadar. Kakak yang menarikmu keluar dari bus setelah kakak tau bahwa nafas ayah dan ibu kita sudah tidak berhembus. Kakak meninggalkan mu dipohon yang berjarak cukup jauh dari bus itu dan pergi mencari bantuan. Tapi saat kakak kembali, bus itu sudah hangus terbakar dan kau sudah tidak ada di tempat terakhir kali kakak tinggal. Kakak lihat disekitar lokasi kejadian itu sudah mulai sepi, kakak kehilangan dirimu sejak saat itu." Azyla hanya diam termenung mendengarkan cerita Jack. Sementara Jack, pria itu menatap sedih kearah wanita yang merupakan adik kandungnya.

"Lalu jika kau adalah kak Gio, kenapa namamu berubah menjadi Jack? Dan bagaimana dengan orang tuamu yang mewariskan semua harta mereka padamu? Siapa mereka?"

"Mereka orang yang merawat kakak setelah kejadian itu. Kakak benar - benar tidak tau harus bagaimana. Semuanya terasa begitu rumit dan berat. Kakak hidup bagaikan pengemis dari hari ke hari. Mencari makan di tong sampah dengan harapan bisa menemukan sedikit makanan yang masih bisa kakak makan. Lalu di satu hari, datanglah Tuan Vincent dan Nyonya Hanna dengan kedarmawanan mereka. Mereka yang mengambil kakak dari jalanan, memberikan kakak kehidupan yang bahkan lebih dari layak. Mereka sangat menyayangi kakak seperti anak kandung mereka sendiri. Jack, sebenarnya Jack itu adalah nama dari anak mereka yang telah meninggal dunia saat masih sangat kecil. Mommy Hanna tidak bisa hamil lagi maka dari itu mereka dengan sangat senang hati mengadopsi dan mendidik kakak untuk menjadi anak dan pewaris seluruh harta kekayaan mereka." Papar Jack.

Azyla terdiam. Air matanya setetes demi setetes jatuh membasahi pipinya yang sudah memerah sejak tadi. Ia masih belum paham akan situasi saat ini. Jika memang benar Jack adalah Gio, kakak kandungnya, kenapa Jack tidak mencarinya lebih awal? Kenapa baru sekarang?

"Jika benar kau adalah kak Gio ku. Lalu mengapa baru sekarang kau mencari ku? Selama ini kita hidup di kota yang sama."

"Maafkan kakak Azyla. Kakak mohon maafkan kakak. Selama ini, kakak berada diluar negeri untuk menempuh pendidikan serta mengembangkan beberapa perusahaan milik Daddy Vincent. Dan kakak baru kembali ke Indonesia setahun yang lalu karena daddy dan mommy meninggal karena kecelakaan mobil. Kakak mulai mencari tau tentangmu setelah pertemuan kita di pesta saat itu. Kakak juga terkejut bukan main saat melihat beberapa informasi yang bersangkutan dengan persaudaraan kita. Setelah itu, barulah kakak menyuruh beberapa orang untuk mengambil beberapa sampel yang dapat digunakan untuk melakukan tes DNA. Lihatlah, hasilnya menyatakan kita memiliki DNA yang cocok."

"Baiklah. Berikan aku bukti jika kau memang benar-benar kakak kandungku."

"Bukti? Bukti apa lagi Azyla? Tidakah hasil tes ini sudah sangat cukup untuk membuktikan kebenaran?"

"Aku ingin kau menceritakan berberapa kisah masa kecil kita. Jika kau benar saudaraku, maka aku yakin jika kau pasti ingat beberapa kenangan masa kecil kita,"

"Baiklah jika itu mau mu. Kau ingat saat kita berlibur ke rumah nenek didesa? kau pernah terjatuh kedalam selokan besar yang ada dibelakang rumah nenek. Lalu kau juga sangat menyukai sawah, oleh karena itu, setiap kali kita berlibur ke kampung nenek, kau selalu merengek ingin bermain di Sawah. Kakak juga pernah mengajak mu bermain di sungai yang berada tak jauh dari Sawah milik nenek. Kita memancing banyak ikan saat ini. Kau sangat senang saat kita bermain air di sungai itu. Kau masih ingat itu semua?"

Azyla mengangguk sambil menangis. Ia memeluk tubuh Jack dengan sangat erat. Ia ingat semua kenangan yang Jack sebutkan, dan jujur saja, ia sangat merindukan kakak nya itu. Kakak yang selama ini ia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dengan baik.

"Maaf karna sempat meragukan mu. Aku merindukan mu kak, aku tidak menyangka jika hari ini akan tiba. Selama ini aku selalu sedih jika mengingatmu, ku pikir selama ini kau benar-benar sudah tiada. Ternyata aku salah, terimakasih Tuhan. Terimakasih karena Engkau telah mempertemukanku dengan saudaraku ini."

Jack pun membalas pelukan Azyla tak kalah erat. Kedua kakak beradik itu saling merindukan.

•|•






TBC 💕💕💕💕
.
.
.
28 November 19
.
.
.
Komen dong

.
.
..
.
.
JUJUR AKU GAK TAU SEBENARNYA TES DNA KAKAK-ADIK ITU BISA APA ENGGA, TAPI KARNA INI CUMA CERITA KHAYALAN, MAKLUMI AJA YA
.
.
.
.
.

Bad Life [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang