AZYLA POV
Pagi ini, aku memutuskan untuk pergi lebih dulu sebelum bertemu dengan Wildan. Aku masih merasa canggung bila bertemu Wildan karna pertanyaan pria itu semalam. Sepanjang perjalanan menuju kampus, aku terus saja memikirkan jawaban dari pertanyaan pria itu.
Sekelebat pertanyaan memenuhi benakku. Membuat kepalaku terasa ingin pecah dan mengeluarkan isinya.
Pertanyaan pria itu semalam benar-benar membuatku merasa bingung. Aku bukanlah seorang yang pandai dalam menafsirkan perasaan. Ingin sekali rasanya aku bercerita pada seseorang, namun tidak tahu akan bercerita pada siapa.
Jika boleh jujur, aku sejujurnya merasakan sesuatu yang berbeda setiap kali berdekatan dengan Wildan. Pria pemaksa itu selalu membuat jantungku seolah akan meledak. Semua perlakuannya mampu membuatku terlena akan rasa nyaman. Dan cara bicaranya yang lembut, selalu membuat hati ini bahagia.
Aku tak tahu ini apa. entah cinta atau bukan, aku tak mengerti. Yang aku tahu saat ini hanyalah aku ingin selalu berdekatan dengan Wildan. Bahkan sekarang aku mulai berfantasi kotor. Tak jarang bila aku memikirkan bibirnya, mengingat kembali bagaimana caranya melumat lembut bibirku, dan aku suka itu. Ada keinginan untuk terus melakukan hal itu bersama Wildan. Semua yang ia berikan padaku benar-benar terasa sangat tulus. Mungkin segala sikap baik dan lembutnya itulah yang membuat perasaanku perlahan luluh dan berantakan seperti ini.
Arggh!! Ini benar-benar membuatku bingung.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa benar aku mencintai pria itu?
Astaga... Kenapa hal ini begitu membingungkan?!
•|•
AUTHOR POV.
Setelah melakukannya aktivitas selama berjam-jam, akhirnya Azyla dapat bernafas lega ketika telah sampai di rumah. Gadis itu merebahkan tubuh mungilnya diatas ranjang empuk. Pikirannya masih tidak tenang karena memikirkan perasaan nya. Gadis itu tidak sanggup menghilangkan pertanyaan Wildan dari dalam kepalanya.
"Azyla... Kau di dalam?" Terdengar suara Wildan dari luar kamar Azyla. Gadis segera membuka pintu tanpa menjawab.
"Bersiaplah, makan malam ini aku ingin membawamu ke suatu tempat. Aku sudah meminta kepada Meli untuk tidak membuatkan makan malam." Ujar Wildan.
"Baiklah. Jam berapa kita akan pergi?"
"Jam tujuh nanti. Gunakan ini untuk nanti malam." Wildan memberikan satu kotak berukuran cukup besar kepada Azyla.
Azyla menerima kontak itu tanpa banyak bertanya, gadis itu lalu berkata, "Baiklah. Aku akan bersiap nanti. Ada lagi? Aku ingin mandi dan istirahat, tubuhku rasanya lelah sekali."
"Tidak ada, kau masuklah. Segera mandi dan istirahat agar tubuhmu kembali segar. Sampai jumpa nanti malam." Wildan mengecup pipi Azyla sebelum ia pergi. Dan hal kecil itu mampu membuat hati Azyla berbunga-bunga.
•|•
Tok.. Tokk....
"Kau sudah siap sayang?" Tanya Wildan dari balik pintu.
"Yaa, tunggu sebentar." Sahut Azyla.
Azyla membuka pintu kamarnya setelah benar-benar siap. Wildan yang melihatnya pun hanya diam tanpa berkedip. Azyla berhasil membuat Wildan terkagum akan dirinya malam ini. Yaa,, terlihat begitu menakjubkan malam ini.
"Aku sudah siap." Lirih Azyla seraya menundukkan kepala.
"Ah.. baiklah. Ayo kita pergi. Mari," Wildan lekas merangkul pinggang Azyla dengan mesra dan erat.
Azyla hanya diam seraya terus melangkah mengikuti Wildan. Hatinya gelisah, mata nya seakan tak mengerti untuk mengartikan apa arti dari tatapan mata Wildan tadi.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, suasana terasa begitu membosankan. Tiada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Wildan dan Azyla sama-sama sibuk akan pikiran mereka masing-masing.
Hingga mobil berhenti di suatu tempat yang cukup sepi, dimana berberapa kedai terlihat begitu usang dengan lampu yang redup. Azyla tersentak, gadis itu mengedarkan pandangannya dan datanglah rasa takut menyelinap kehatinya.
Ia menatap Wildan dengan penuh tanya.
"Jangan takut. Aku tak akan melakukan apapun yang berbahaya. Aku memberhentikan mobilnya karna ingin kau menutup mata. Aku,, aku telah menyiapkan kejutan untukmu." Rasa takut Azyla perlahan mereda.
"Apakah harus?" Tanya Azyla seraya melihat kain hitam yang ada pada tangan Wildan.
"Harus. Karena ini adalah kejutan. Jadi kau harus menutup matamu dengan kain ini."
"Baiklah."
"Bagus, kalau begitu aku yang akan membantumu mengikat kan kain ini" Wildan segera menutup mata Azyla dengan kain hitam ditangan nya. Wajah pria itu tampak begitu gembira.
"Baiklah, sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan." Ujar Wildan dengan gembira.
.
.
.
TBC.
--------_-_-_-_-_-_-__-_--_-_-------_________$___------;--_--___--_-_-__+-$--__-_-_-$-$-_-_-_--_--__-_-_-__--_$-_-$-_---------------------__________$--------------
Holllaaaaaaaaaaaa....
Kira-kira Wildan mau ngasih kejutan apa nih buat Azyla....
Ditunggu yaa lanjutan part nyaa..
Jangan vote, komen, dan follow akun wattpad dan Instagram aku buat yang belum follow.
Instagram : @rentidwi.a
Wattpad : @rentidwia
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Life [REVISI]
RomanceFollow dulu sebelum baca. Dan sedikit peringatan, "CERITA INI BELUM DI REVISI, JADI HARAP SEDIKIT MAKLUM JIKA ADA BAGIAN YANG BRANTAKAN" . . "Jangan pernah sebut anak haram ini milikku." Desis Wildan dengan nada dingin dan tajam. "Tapi sampai kapanp...
![Bad Life [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/153900703-64-k605869.jpg)