BL 🍃 // 032

811 26 0
                                        

•|•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•|•

Azyla POV.

Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Waktu terus berjalan menuju masa depan. Meninggalkan yang lalu dengan sejuta kenangan. Baik itu kenangan manis ataupun pahit. Jika di ingat mengenai pertemuan ku dengan Wildan, semuanya terasa begitu aneh bagiku. Seperti tidak nyata. Bahkan dulu, aku sempat berpikiran untuk bersama dengannya pun terasa seperti tidak mungkin untuk terjadi.

Ia pria yang sangat sulit untuk digapai oleh wanita seperti ku. Tapi siapa sangka? Malam ini malah aku yang bersanding dengannya untuk merayakan pernikahan kami.

Ya, ini adalah hari pernikahan ku dengan Wildan. Malam ini, aku sangat bahagia. Bersanding dengan pria yang ku cintai ditengah ramainya orang yang ikut merayakan kebahagiaan kami benar-benar membuatku bahagia.

Sejujurnya, aku sudah jatuh cinta padanya. Kalian tau, bukanlah hal sulit untuk mencintai pria sempurna seperti Wildan. Saat aku menyadari perasaan ini, aku segera meyakinkan diri untuk menyerahkan seluruh hatiku untuk nya secara utuh. Maka dari itulah aku menerima pernikahan ini dengan senang hati.

Jujur, aku tak pernah menyangka jika akan dinikahi oleh pria seperti Wildan. Pria sempurna yang menjadi pujaan hati setiap wanita. Tapi aku bersyukur karena Wildan adalah pria yang baik dan juga mencintaiku dengan tulus. Kebahagiaan yang ia berikan padaku terasa sangat nyata. Membuat mataku terbuka untuk menyadari bahwa hidupku tidak hanya dipenuhi oleh luka.

Aku tersenyum melihat Wildan yang berdiri disampingnya ku. Tangan besarnya tak berhenti menggenggam tanganku. Seolah aku akan hilang jika ia melepaskan genggaman tangannya. Hal kecil seperti ini lah yang membuatku semakin mencintainya. Ia pria yang manis dan baik. Tidak pernah kasar selama ia bersamaku. Selalu memperlakukan dengan baik dan membuatku merasa seperti seorang ratu yang sangat di hormati.

"Sayang, apakau lelah?" Bisik Wildan tepat di telinga ku.

"Yah, lumayan. Bayangkan saja, kita sudah melaksanakan pesta ini sejak jam 1 siang, dan kini sudah hampir tengah malam."

"Bersabarlah. Sebentar lagi pesta ini akan berakhir. Kau bisa beristirahat sebanyak yang kau mau."

Wildan mengecup pelipisku dengan lembut. Kecupan singkat yang mempu menggetarkan hatiku. Wildan menyambut setiap ucapan selamat dari para tamu dengan senyuman bahagia. Begitu pula denganku. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah ku dan Wildan benar - benar terlihat sangat jelas.

•|•

Author POV.

Azyla merebahkan dirinya diatas ranjang usai melepaskan gaun pengantin yang besar itu. "Akhirnya acara kita selesai juga. Punggungku sakit sekali rasanya."

"Mau kuberikan pijatan? Aku yakin kau akan sangat menikmatinya."

"Kenapa kalimatmu terasa sangat membingungkan? Malam ini sungguh sangat melelahkan. Kuharap kau mengerti."

"Sayang, sepertinya otak mu yang sudah di penuhi oleh hal - hal mesum. Aku hanya menawarkan pijatan untuk merilekskan tubuh mu yang lelah. Aku bahkan tidak memiliki niat untuk meminta jatah malam pertama kita mengingat dirimu yang kelelahan."

"Astaga, bukan begitu. Tapi kalimat mu lah yang membuatku berpikiran seperti itu." Pipi Azyla merona malu. Ia benar-benar malu karena sudah berpikiran yang tidak-tidak atas tawaran yang Wildan berikan.

"Lihat wajahmu sekarang. Sangat menggemaskan jika memerah seperti itu." Wildan dengan cepat mendekati Azyla. Pria itu mengunci pergerakan Azyla diatas ranjang mereka.

Azyla diam. Matanya terpaku menatap mata Wildan. Wildan tersenyum tipis sambil mendekatkan wajahnya. Tanpa bicara, Wildan terus mengikis jarak antara bibirnya dan bibir istrinya.

Saat bibir mereka menyatu, perlahan Wildan mulai menggerakkan bibirnya untuk menuntun bibir Azyla agar mengikuti pergerakan yang ia lakukan. Azyla pun perlahan mulai terbuai dengan ciuman Wildan yang terasa memabukkan. Ia membalas pergerakan bibir Wildan dengan perlahan. Persis sekali seperti amatiran. Tapi itu malah semakin membuat Wildan semangat untuk mengajari Azyla cara berciuman.

"Sayang. Aku tidak akan bisa berhenti jika sudah memulai kepada hal yang lebih dalam. Jika kau tidak sanggup melakukannya malam ini, kau bisa memintaku berhenti sekarang." Ujar Wildan melepaskan pangutan bibir mereka.

"Tidak. Lanjutkan lah. Aku ingin melaksanakan kewajiban ku sebagai istrimu. Aku akan melayani mu hingga kau puas. Aku milikmu dan aku mencintaimu."

Kalimat terakhir yang Azyla ucapan menjadi suntikan semangat bagi Wildan melanjutkan aksinya. Rasa lelah akibat pesta yang mereka lakukan seharian ini hilang begitu saja karena pengangkuan cinta dari Azyla.

Malam ini, Azyla resmi menjadi milik Wildan seutuhnya. Azyla istrinya dan miliknya. Wildan bertekad untuk menjaga dan melindungi Azyla dari siapapun yang berniat untuk melakukan hal buruk padanya.

"Aku juga mencintaimu, istriku." Bisik Wildan.

Dan malam ini menjadi malam yang panjang dan tak terlupakan bagi mereka berdua.











.
.
.
.
.
.
TBC 💕💕







Selamat hari sumpah pemuda 🎉🎉🎉💕💕💕💕💕💕💕

28 Oktober 19

Bad Life [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang