Author POV
Azyla bedecak kesal karna Wildan terus memaksakan kehendaknya. Seperti saat ini, Pria itu memintanya menggunakan gaun untuk menemaninnya datang kesalah satu pesta yang diadakan oleh rekan bisnisnya. Azyla sudah menolak berkali - kali pertanda gadis itu tidak mau menemani Wildan. Tapi apa? Dengan sesuka hatinya, pria itu memaksakan apa yang ia inginkan kepada Azyla.
Pria itu bahkan mendatangkan seorang penata rias hanya untuk merias dirinya. Azyla tak habis pikir akan kelakuan gila dosennya itu. Kini Azyla hanya bisa memasrahkan wajahnya pada penata rias, ia telah menggunakan gaun hitam yang Wildan pilihkan. Azyla akui bahwa gaun pilihan Wildan ini memang sangat cantik. Ia pun sangat menyukai nya.
Selang waktu tiga puluh menit, wajah Azyla selesai dirias. Penata rias itu menatap wajah Azyla dengan takjub, antar bangga akan karyanya dan kagum akan kecantikan Azyla.
"Anda cantik sekali nona. Beruntungnya tuan Wildan mendapatkan anda sebagai calon istrinya. Saya sangat suka melihat kalian berdua, kalian tampak sangat serasi." Azyla hanya tersenyum simpul. Gadis itu benar-benar risih karna Wildan terus saja mengatakan pada setiap orang, bahwa ia adalah calon istrinya.
"Baiklah nona, tuan sudah menunggu anda diluar. Mari saya bantu." Azyla menerima uluran tangan penata rias itu. Ia berjalan keluar dari kamar sambil di bimbing oleh penata rias.
"Nona Azyla sudah siap untuk pergi ke pesta tuan."
Wildan terpaku melihat betapa cantiknya gadis itu. Pria itu bahkan sampai tak berkedip memandang Azyla yang terlihat sangat cantik.
"Tuan?" Penata rias itu menyadarkan Wildan dari lamunannya.
"Ah yaa, kau pergi lah. Bayaranmu akan ku transfer." Ujar Wildan yang masih terpaku akan cantik nya Azyla.
Penata rias itu kembali kedalam kamar dimana ia merias Azyla. Ia membereskan semua peralatan miliknya sebelum pergi dari rumah itu.
"Ayo kita berangkat. Aku sudah tidak sabar untuk memberi tahu semua rekan bisnisku bahwa kau adalah calon istriku."
"Berhenti lah pak untuk mengatakan pada semua orang bahwa saya adalah calon istri anda. Saya bukan calon istri anda. Bahkan saya tidak ingin menikah dengan anda. Kenapa anda begitu keras kepala." Geram Azyla.
Wildan hanya diam sambil terus melajukan mobilnya menuju gedung dimana pesta itu berlangsung. Azyla pun ikut diam. Jujur, gadis itu cukup terpukau melihat Wildan dengan setelan formalnya. Pria itu terlihat sangat tampan dan semakin berwibawa. Membuat wanita manapun yang melihatnya akan terpesona, termasuk Azyla.
"Kita sampai. Ayo turun." Dengan malas Azyla mengikuti Wildan keluar dari mobilnya. Gadis itu terkejut saat Wildan menggenggam tangannya.
"Ayo." Azyla terpaku melihat senyum tipis yang terukir diwajah Wildan.
Pria itu, terlihat begitu tampan. Azyla bahkan tak berkedip melihat senyumnya.
"Kumohon jangan." Batin Azyla.
Azyla hanya mengikuti langkah Wildan menuju ballroom hotel. Ia hanya diam dan fokus ada langkahnya. Lain halnya dengan Wildan, pria itu terus tersenyum, senyum yang mampu membuat wanita yang melihatnya berteriak histeris.
Azyla hanya bisa menghela nafas sambil menunduk. Ia benar - benar risih akan tatapan beberapa wanita. Tatapan semua wanita itu tampak sangat meremehkan dirinya yang berada di samping Wildan.
"Tersenyum lah Azyla. Wajahmu tanpa sangat jelek jika murung seperti itu." Azyla tak mendengarkan perkataan Wildan. Gadis itu masih menunduk kan kepalanya.
"Hei, ada apa denganmu? Kenapa wajah terlihat begitu murung? Kau juga tidak mendengarkan apa yang aku katakan."
"Tidak apa, saya hanya kurang percaya diri untuk menghadiri pesta semewah ini."
"Tak apa, kamu harus mulai membiasakan diri akan hal seperti ini. Karna jika nanti kamu sudah menjadi istri ku, maka akan ada banyak pesta yang akan kita hadiri bersama."
"Jangan memulainya lagi pak. Saya hampir muak mendengar hal itu. Sudah berapa kali saya katakan, bahwa saya tidak ingin menikah dengan anda. Jadi berhenti mengatakan bahwa saya akan menjadi istri anda."
"Aku akan tetap menikahi mu dengan atau tanpa persetujuanmu. Ini bukan lagi karna biaya rumah sakit itu. Tapi ini karna aku benar - benar menginginkan dirimu. Sudah lah, kita akhiri perdebatan yang tidak berguna ini, mari kita menuju ke tengah pesta."
Azyla lagi - lagi memasrahkan dirinya. Ia tak memberontak sedikit pun saat Wildan membawanya ke tengah - tengah pesta. Bahkan gadis itu hanya tersenyum ramah kepada seluruh teman Wildan.
"Aku ingin menemui Jack terlebih dahulu, nanti aku akan kembali lagi untuk membicarakan masalah bisnis." Ujar Wildan.
"Baiklah, tapi kau harus menjaga calon istri mu itu dari Jack. Karna calon istrimu itu sangatlah cantik." Wildan hanya terkekeh menanggapi perkataan temannya.
Ia memeluk pinggang Azyla dengan erat. Seolah ingin menunjukan kepada semua orang yang ada, bahwa Azyla adalah miliknya. Hanya miliknya.
Memang tak dipungkiri bahwa Wildan juga memikirkan perkataan Arnold tadi. Ia kenal betul akan siapa Jack. Teman nya satu itu terkenal nekat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ditambah lagi dengan kejadian dimasa lalu, yang membuatnya semakin takut.
Dan saat ini, ia menyesal karna telah membawa Azyla menghadiri pesta ini. Karna bukan tidak mungkin Jack akan jatuh hati melihat Azyla.
Wildan mempererat pelukannya pada pinggang Azyla, pria itu meyakinkan diri bahwa Jack tak akan merebut wanitanya.
"Hei kawan. Sudah lama tak jumpa." Wildan tersenyum sebelum menjawab sapaan Jack.
Tbc...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
26. 1. 2019
Hai semua,,, terima kasih banyak buat yang udah mau baca.
Gimana sama part ini?
Kira - kira Jack itu siapa sih,, dan apa mungkin dia bakalan suka sama Azyla?
Tunggu lanjutan nya yaa, baca terus Secret Admirer.
Jangan lupa vote and comment. Karna itu semangat buat aku nulis.
Oke sekian dulu yaa, sekali lagi Makasih banget buat kalian semua...
Bai baii... 👋👋👋
My Instagram : @rentidwi.a
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Life [REVISI]
RomanceFollow dulu sebelum baca. Dan sedikit peringatan, "CERITA INI BELUM DI REVISI, JADI HARAP SEDIKIT MAKLUM JIKA ADA BAGIAN YANG BRANTAKAN" . . "Jangan pernah sebut anak haram ini milikku." Desis Wildan dengan nada dingin dan tajam. "Tapi sampai kapanp...
![Bad Life [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/153900703-64-k605869.jpg)