SA 🍃 // 48

876 29 0
                                        

Happy Reading 💕
.

.

.

.

Azyla termenung diatas ranjang kecil yang ia tempati. Matanya menatap lurus kelangit - langit yang dicat berwarna sama seperti kapas, putih. Pikirannya melayang memikirkan beberapa hari lagi ia akan wisuda. Hatinya kembali sedih mengingat Wildan yang sudah pasti enggan untuk hadir diacara itu, padahal ia ingin sekali suaminya hadir untuk mendampinginya diacara yang yang paling dinantikannya itu.

Jika dipikirkan lagi, mungkin tidak akan ada satu foto pun yang mengabadikan momen kebersamaan antara ia dan Wildan diacara wisuda nya. Jangankan untuk hadir, memberi izin pergi saja Azyla tidak dapat menjamin pasti pria itu akan mengizinkan nya pergi. Jika tidak di izinkan pergi ke acara wisudanya itu, Azyla tidak tau lagi harus bagaimana. Mungkin kabur dengan meminta bantuan Jack adalah jalan yang akan ia tempuh. Tapi sebelum melakukan hal itu, tentu ia harus berbicara dulu dengan Wildan mengenai hal ini. Namun jika Wildan tidak memberikan izin padanya maka tidak ada cara lain selain meminta tolong pada Jack.

Dalam hatinya ia terus berdo'a untuk kesembuhan dirinya sendiri dan kesehatan anak yang ada di dalam kandungan nya. Mengingat tentang bayi yang sedang tumbuh di rahimnya saat ini, ia kembali teringat tentang reaksi Jack yang sangat antusias. Jika bukan karena larangan Azyla, mungkin pria itu sudah membeli beberapa perlengkapan bayi saat ini. Jack sangat gembira sekali saat tau dirinya akan memiliki keponakan. Saat Azyla meminta tolong padanya untuk menebus obat yang diberikan oleh dokter Karin pun Jack langsung pergi menebus obat itu dengan senang hati. Setidaknya melihat reaksi Jack yang seperti itu saja sudah memberi sedikit rasa bahagia untuknya setelah mendapatkan beberapa luka belakangan ini.

"Ah iya, kakak dengar kau akan wisuda beberapa hari lagi. Benar?"

"Iya kak, aku akan wisuda beberapa hari lagi. Kakak datang ya?"

"Iya sayang, sudah pasti kakak datang. Tanpa kamu minta pun, kakak akan datang. Bahkan kakak membelikan mu beberapa potong pakaian yang bisa kau pakai saat wisuda nanti."

"Terima kasih banyak kak, kalau begitu aku akan memakai baju yang kakak belikan untukku saja, baju yang aku beli sendiri biar ku simpan saja di rumah. Ini pemberian pertama dari kakak, aku tidak boleh menolak begitu saja."

Jawaban Azyla tentu membuat Jack senang. Ia sangat menyayangi Azyla melebihi apapun didunia ini. Jack memeluk adiknya dengan erat, ia senang sekali dapat bertemu kembali dengan adik kesayangannya.

"Astaga Zyla, kakak harus pergi sekarang, kakak lupa jika memiliki janji dengan seseorang malam ini. Dimana suamimu? Kenapa belum datang?"

"Dia tidak akan datang kak." Batin Azyla.

"Ah, mungkin sebentar lagi dia datang. Kakak pergilah, aku tak apa. Tak perlu khawatir, lagipula jika ada hal darurat yang aku butuhkan, ada suster yang bisa membantuku. Kakak pergi saja." Katanya sambil tersenyum lembut untuk menyakinkan Jack.

"Benar tidak apa kakak tinggal sendiri?"

"Aku tidak sendirian kak, ingat ada siapa disini?" Azyla mengelus lembut perutnya yang masih datar.

Jack terkekeh mendengar jawaban adiknya."Ah baiklah, kalau begitu kakak pergi dulu, jika butuh sesuatu segera hubungi kakak."

"Iya kak, tentu saja." Jack mengecup dahi Azyla lalu mulai mengayunkan kakinya keluar dari ruangan.

Setelah pintu kamar inapnya tertutup dan membuat tubuh Jack tidak lagi terlihat, senyuman Azyla luntur begitu saja. Ia tau, bahkan sangat tau jika Wildan tidak akan datang menghampiri nya di rumah sakit ini. Pria itu pasti sibuk bermesraan dengan Ellena di rumah mereka.

"Betapa menyedihkannya aku." Air mata nya jatuh membasahi pipinya.

Ia ingin sekali Wildan ada disisinya saat ini. Menemani dan menggenggam tangannya dengan erat. Ia rindu akan Wildan yang memeluknya setiap malam, memberinya kecupan hangat yang mampu menenangkan hati nya disaat gelisah. Ia rindu sekali kepada pria lembut yang sangat mencintainya.

"Entah apa penyebabnya semua ini terjadi. Semoga semuanya akan baik-baik saja." Lirihnya sambil memejamkan mata.







.
.
.
.
TBC 💕💕












































TBC 💕💕

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bad Life [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang