BL 🍃 // 030

885 23 0
                                        

Setelah cukup lama melajukan mobilnya, tibalah mereka di pelabuhan. Wildan menuntun Azyla agar dapat turun dari mobil dan berjalan menuju kapal persiar yang telah menunggu mereka sejak tadi.

Didalam kapal, sudah banyak orang yang menunggu kedatangan Azyla dan juga Wildan. Termasuk, Aletta. Wanita paruh baya itu menanti kedatangan keduanya dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajahnya.

Wildan mengentikan langkahnya, pria itu semakin mempererat genggaman tangannya pada Azyla.

"Kita sudah sampai? Bolehkah aku membuka penutup mata ini? Kepalaku sedikit terasa pusing." Ujar Azyla.

"Biar kubantu." Wildan segera membuka kain yang menutupi mata indah Azyla. Pria itu tersenyum menatap gadis cantik dihadapannya.

"Surprise!!!!" Bisik Wildan tepat disamping telinganya. Azyla cukup terkejut akan semua ini. Ia memasang senyum bahagianya walaupun dalam hatinya kebingungan. Ini bukanlah hari ulang tahunnya, lalu dalam rangka apa ia mendapat kejutan semewah ini???

"Selamat datang sayangku. Lama kita tak berjumpa. Mommy begitu merindukan mu." Aletta memeluk Azyla dengan kasih sayang. Wanita itu benar-benar menyayangi Azyla.

"Maaf mom, aku begitu disibukkan dengan urusan kuliah. Sampai - sampai tidak sempat untuk berkunjung kerumah mu." Balas Azyla.

"Tak apa. Aku mengerti." Ujar Alleta.

Setelah Aletta memberi jarak antara ia dan Azyla, Wildan segera menarik Azyla ketengah acara. Kini seluruh mata berpusat kepada mereka berdua. Azyla gugup, gadis itu bingung apa yang akan Wildan lakukan dihadapan banyak orang.

"Baiklah. Sekarang aku ingin langsung menuju intinya. Azyla Destrina Yasha, wanita sederhana yang memiliki sejuta pesona yang berhasil memikatku, membuatku tergila-gila, maukah kau menjadi istriku? Menjadi ibu dari anak-anakku kelak? Menjadi pendamping hidupku hingga tua dan hingga diakhir hayat ku?"

Azyla terkejut, entah kenapa matanya terasa panas dan perlahan mengeluarkan air. Gadis itu menangis, hatinya begitu tersentuh dan bahagia akan pertanyaan Wildan. Ia menganggukkan kepalanya tanpa ia sadari. Seketika itu pula Wildan tersenyum bahagia seraya memeluknya dengan erat. Seluruh manusia yang ada di dalam kapal itu bertepuk tangan dengan meriah melihat adegan Wildan yang melamar Azyla. Semuanya tersenyum, ikut merasa bahagia menyaksikan keduanya.

"Malam ini juga kita akan langsung bertunangan, aku begitu mencintaimu." Bisik Wildan tepat di telinga Azyla.

Tak lama kemudian, Aletta datang membawakan sepasang cincin untukmu Azyla dan Wildan.

"Pakaikan ini pada Azyla nak." Wildan mengangguk mendengar perintah ibunya.

"Sangat cantik, sama seperti pemilik jari." Ujar Wildan pada Azyla. Azyla hanya tersipu malu mendengar pujian dari Wildan.

"Sekarang kamu sayang, pakaikan ini untuk Wildan." Sama seperti Wildan, Azyla segera memakaikan cincin itu usai mendengar perintah dari Aletta.

Dengan tiba-tiba, Wildan mencium bibir Azyla dihadapan semua orang. Hal itu menuai sorakan dan tapuk tangan yang begitu meriah. Ditambah lagi dengan alunan musik yang indah mengiringi ciuman lembut itu. Semua itu semakin membuat Azyla tenggelam dalam kelembutan ciuman yang Wildan berikan.

•|•

Acara pertunangan mereka telah selesai, kini tinggal Wildan, Azyla, dan Aletta beserta beberapa orang pelayan di dalam kapal itu. Alleta meminta Wildan dan Azyla menghadap kepadanya, Aletta akan memberikan beberapa nasihatnya untuk sepasang kekasih itu.

"Mommy berharap, kalian akan menjadi pasangan yang bahagia sepanjang hidup kalian. Mommy akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian. Dan Wildan, mommy tak ingin kau menyakiti hati Azyla, dia wanita baik yang tak pantas menerima sakit hati. Dan Azyla, jadilah istri yang mencintai dan patuh hanya kepada suami mu. Mommy yakin kau bisa jadi istri yang baik." Nasehat Aletta.

"Azyla akan selalu ingat apa yang mommy katakan." Ujar Azyla dengan senyuman indah di wajahnya.

"Aku tak ingin berjanji,, tapi aku akan selalu berusaha menjadi suami yang baik untuk Azyla, mom. Jangan khawatir." Ucapan Wildan cukup membuat kedua hati wanita dihadapan nya tenang.

"Baguslah kalau begitu, mommy yakin kalian akan menjadi pasangan yang akan saling menyempurnakan kekurangan masing - masing. Mommy pulang dulu, nikmatilah malam kalian. Tapi ingat, jangan berlebihan, Azyla belum mendapatkan gelarnya dan kalian belum menikah." Aletta mengedipkan sebelah matanya pada Azyla sebelum ia pergi.

Sepeninggalannya Aletta, Wildan menatap Azyla dengan penuh perasaan. Pria itu seolah tengah mencurahkan rasa cintanya melalui mata indah miliknya.

"Kenapa melihatku seperti itu? Itu menyeramkan kau tau." Ujar Azyla dengan raut wajah cemberutnya.

"Tidakkah kau lihat bahwa aku tengah memandang penuh cinta padamu? Menyeramkan dari mana huhh???"

"Aiisshh"

"Kau berdesis dihadapan calon suami mu? Benarkah ini? Kau mau mendapatkan hukuman? Astaga, lihatlah apa yang dilakukan calon istri cantikku ini." Wildan memeluk pinggang Azyla dengan mesra. Pria itu tak mempedulikan tatapan beberapa pelayan yang masih bekerja membersihkan kapal pesiar miliknya.

"Apa yang kau lakukan? Mereka semua memperhatikan kita." Bisik Azyla.

"Kau tidak mau mereka melihat? Kalau begitu,,,ayo ke mobil. Kita pulang, agar kita dapat melakukan apapun tanpa merasa terganggu." Wildan menggendong Azyla seraya membawa gadis itu menuju mobilnya.

Setibanya di mobil, Wildan lekas mengemudikan mobilnya menuju jalan pulang.

"Astaga, apa yang akan kita lakukan? Kau ingat apa yang mommy katakan tadi bukan? Jangan lakukan hal yang mommy larang."

"Memanganya kita akan melakukan apa? Kenapa arah bicaramu membuatku berpikir bahwa kau berharap aku melakukannya hal itu?" Senyum iblis Wildan mengembang sempurna pada wajah tampannya. Dan hal itu membuat Azyla semakin gugup.

"Ti..Tidak, bukan seperti itu maksudku. Iihh..dasar pria mesum!" Ujar Azyla seraya memukul bahu Wildan geram.

"Ahahhahaah baiklah sayangku, sebaiknya kita lekas pulang. Aku tidak ingin kau semakin lelah. Tubuh indah istriku ini harus segera di istirahatkan." Wildan menyudahi ucapannya dengan kecupan singkat di bibir manis Azyla.







.
.
.
.
.
.

TBC..

See u next part guys..😍😘
20 September 19

Tolong bantu promosikan cerita ini yaa, biar makin rame hehehe♡♡♡

My Instagram: @rentidwi.a

Bad Life [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang