"Gimana? Nemu?" Tanya Tresa. Cewek itu masih sibuk ngepoin akun sosial media instagram milik mantannya. Gagal move on nyaho tah!
"Gue lupa-lupa inget sih sama akun Regas. Namanya Regas apa gitu" ucap Ira berusaha mengingat lagi. Sementara Alula hanya memandang heran kedua temannya.
"Woyyy wanjerrr gue inget!!"
Ira melempar bantal ke arah Tresa. Matanya melotot tajam. "Eh toa! Suara lo kenceng bener. Kenapa sih?"
Alula mengangguk setuju. Bisa-bisa ibunya akan datang ke kamarnya dan menanyakan apa yang terjadi?
"Eh Regas itu kan orangnya ganteng dan gak mau ribet jadi pasti username instagram Regas itu 'Regas Alrino Alverne' gak bakal ada embel-embel dibelakangnya alias gak alay"
Mata Ira berbinar. Ternyata memiliki sahabat seperti Tresa ada nilai plus nya juga. Ya, walaupun hanya sedikit.
Ira segera mengetik nama Regas di kolom pencarian. Lalu benar saja Regas memiliki instagram dengan nama aslinya. "Eh gaada foto dia"
Tresa segera merebut handphone Ira. Kedua mata cewek itu mengernyit bingung. Disana hanya ada foto pemandangan laut dan danau. "Nih Regas sombong apa gimana yah?
Gantengnya gak mau bagi-bagi dih" oceh Tresa. Handphone Ira ia berikan sepenuhnya ke pemiliknya kembali.
Ira melihat-lihat kembali dengan teliti. Dan benar. Tidak ada foto Regas sama sekali. "Ini instagram Regas bukan sih?"
Alula yang penasaran pun ikut memeriksa instagram Regas di handphone miliknya. "Ini Regas kok. Tuh liat profilnya mukanya Regas"
"Fans nya kali" Tresa masih tak percaya rupanya.
"Ya kali fans Regas pengikutnya sampe dua ratus ribu. Gak mungkin" ucap Ira meyakini.
"Oke. Menurut gue Regas sombong" ucap Tresa memutuskan.
"Yaiyalah sombong orang dia udah punya pacar" pernyataan Ira membuat Alula diam sejenak. Entah mengapa info itu sedikit mengejutkan baginya. "Makanya lo-lo pada jangan main dihati Regas, takut gak bisa pulang"
🍒🍒🍒
Regas mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa empuk milik keluarganya. Bukan hanya tubuh, melainkan pikiran dan hatinya dari tekanan yang diberikan oleh kekasihnya, Terra. Entah kenapa Regas menjadikan model di sekolahnya itu untuk jadi pengisi dihatinya, padahal Rendi maupun Alvi tidak pernah menyetujui hubungannya itu.
"Kamu udah pulang Regas?"
Tanpa perlu melihat siapa yang menanyainya, Regas sudah tau maka dari itu tanpa menjawab pertanyaan yang menurutnya tak penting itu, Regas pun berlalu ke kamarnya.
"Kapan kamu ngerti sama situasi ini Regas?"
Regas membanting pintu kamarnya dengan keras. Sepertinya emosi Regas dari tahun-tahun yang lalu sudah membludak. Mata Regas memerah, menahan emosi yang sudah jadi kegiatan sehari-hari. Kenapa dirinya harus terus dipersatukan dengan perempuan itu?
Ting.
Regas merogoh sakunya untuk mengambil handphone nya yang sedari tadi bergetar.
[GrupChat]
Alvi : Regas... Rendi... halooooo
Rendi : kenapa lo nyet?!
Alvi : gue gak relaaaaaaa
Rendi : gak rela apaan sih?
Alvi : masa poster Elsa gue dirobek terus dijadiin bungkus main masak-masakan sama keponakan😭😭
Rendi : Elsa mana? Elsa Frozen?
Alvi : heeh. Gimana dong. Itu tuh poster limited edition tau gak?
Rendi : aelahh poster kek gituan mah di pasar juga banyak piiii lo alay amat nyet!
Alvi : lo jahat sumpah. Gue kecoa sama lo!
Rendi : bodo amat anjing!
Alvi : kasar ya kamu mas, hmm
Rendi : jyjyk dugong!
Alvi : Regassssss... Rendi jahad masahh?
Rendi : ngaduan lo babi!
Regas : lo berdua main kerumah!
Rendi : ngapain? Nonton bokep?
Alvi : pikiran lo bokep mulu njir. Salut sih gue mah
Rendi : normal namanya
Regas : buruan!
Regas menutup percakapan grup yang dibuat oleh Rendi. Matanya menatap langit-langit kamarnya dengan sendu. "Mah, aku mau sama Mama. Bawa aku pergi dari sini"
🌶🌶🌶
"Gassss gue laper. Gaada makanan apa disini?" Alvi mulai mengaduh kelaparan. Tangannya sibuk mengelus perutnya. "Ren lo laper gak?"
Rendi yang sedang memporak-porandakan isi lemari Regas, hanya berdehem.
"Ren lo lagi ngapain sih?" Alvi mendekati Rendi. Matanya berbinar saat isi lemari itu dipenuhi baju yang masih baru dan yang jelas harganya tidak bisa dibilang murah. "Anjir anjir anjir. Ini baju gak lo pake apa gak pengen pake?"
"Gak sudi" jawab Regas datar. Matanya fokus dengan game online yang sedang ia mainkan. Selalu.
Rendi mengangguk mengerti. "Sejak kapan nyokap lo ngasih baju mahal ini?"
"Sejak dia sadar sama dosa dia di masa lalu"
Rendi menghela nafas sedangkan Alvi menatap Regas dengan girangnya. "Gas, boleh gak bajunya buat gue"
"Ambil aja. Semua juga terserah"
Alvi menggelengkan kepalanya pelan. "Gak. Lima aja"
Rendi melihat itu memutar bola matanya malas. "Gretongan aja semangatnya ngalahin cewek yang liat barang diskonan"
"Lo juga mau kan? Gak usah muna lo babi!"
Rendi hanya nyengir-nyengir kuda. "Tau aja lo pentol korek. Regassss gue mau sepuluh yak?"
"Eh bangsat! Kenapa jadi lo yang celamitan?"
"Bodo" Rendi memeletkan lidahnya lalu dengan cepat Alvi langsung memilih baju yang akan dia bawa pulang.
👕👕👕
Bab 3 selesai. Selamat membaca😊
Salam dari bininya Seokjin❤
Sabtu, 22 september 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVVY✔
Fiksi Remaja[Cerita belum di revisi, tata bahasa masih berantakan] Bagi Alula, Regas adalah sebuah bayangan. Sekuat apapun menggenggam, nyatanya hanya hampa yang terasa. Namun, jauh dari kenyataannya, Regas menginginkan Alula. START : Minggu, 16 September 2018 ...
