"Mana Alula? Mana tuh orang?"
Tresa datang dengan wajah paniknya. Kelas sudah sepi karena bel pulang sudah berbunyi. Tersisalah Alula dan Ira.
"Lo dari mana aja sih? Kok Baru balik?"
"Sorry gue tadi diajak Alvi makan mie ayam dulu. Lo tau kan gue gak bisa nolak tuh makanan"
Ira melempar pulpen dan tepat mendarat di kepala Tresa. "Ya gak pas suasana genting gini juga kali Tresaaaa!! Lo mah ih"
"Yaudah. Kan udah minta maaf"
Brak
Ira dan Tresa seketika terlonjak kaget. Matanya menatap was-was Alula yang sudah berdiri dengan tatapan tajamnya. "Aku harus temuin Regas"
"Serius lo?" Ira mengangguk, menyetujui pertanyaan Tresa. "Perlu gak kita temenin?" Lagi-lagi Ira mengangguk saja, membuat Tresa mendelik kesal. "Lama-lama gue patahin tuh leher. Kerjaannya ngangguk-ngangguk mulu"
Ira yang sadar hanya tersenyum malu.
"Gak usah deh aku sendiri aja. Lagian kayaknya Regas juga belum pulang. Aku pergi yah. Dahhh"
"Hati-hati Al" Tresa menoleh ke arah Ira sebelum gadis itu kembali menganggukkan kepalanya.
"Hehe, gajadi kok"
🐄🐄🐄
"Regas?"
Regas yang akan menaiki motornya, segera menoleh. Matanya mengernyit saat melihat Alula dihadapannya. Ngomong juga dia.
"Boleh nanya sesuatu?"
Regas berdehem tanda setuju. Alula yang mendengar itu makin gugup. Namun tekadnya sudah bulat. Jika ia tidak bertanya, maka hubungannya dengan Regas akan tidak jelas.
"Kita gak pacaran kan? Kayaknya tadi kamu lagi ngelantur. Pasti aku lagi dikerjain, iya kan?"
"Gue gak lagi ngelantur dan gue gak ngerasa lagi ngerjain lo karena ngga ada gunanya. Jadi terserah lo mau anggap ucapan gue nyata apa cuma mimpi lo"
Alula memainkan jarinya. Ia bingung. Ia tidak sedang bermimpi. Jadi dirinya dengan Regas pacaran?
Suara tepuk tangan membuat Alula dan Regas menoleh. "Wow. Siapa ini Gas? Cewek baru lo?"
Regas hanya diam sedangkan Alula bingung. Sepertinya ia pernah melihat cowok dihadapannya ini. Ah, dia Rio. Kakak kelasnya yang pernah bertengkar dengan Regas dilapangan.
"Cantik juga. Pesona lo ternyata bisa naklukin dua cewek cantik. Gue salut sama lo" Rio tersenyum sinis. "Berarti Terra buat gue"
"Gak usah mimpi lo bangsat"
"Cinta banget lo kayaknya sama si Terra" belum tau aja lo, Regas yang malang.
Alula diam. Ia takut hari ini akan ada perkelahian lagi antara dua cowok ini.
"Berarti Cewek ini buat gue" Rio menunjuk Alula membuat cewek itu melotot kaget. Kenapa sekarang dirinya yang dibawa-bawa?
"Ambil aja. Gak peduli juga" Regas menaiki motornya lalu pergi meninggalkan Alula yang mulai panik.
Rio tersenyum miring. "Ternyata lo cuma dijadiin mainan?"
"Permisi kak. Saya mau pulang"
"Gak usah buru-buru. Lo temenin gua aja gimana?" Rio mengelus pipi Alula membuat cewek itu melangkah mundur. Alula ingin menangis apalagi sekolah sudah sepi sekarang. Jadi ia ingin minta bantuan pada siapa?
"Ayo ikut gue" Rio mulai menarik paksa Alula membuat gadis itu meronta. "Lepas kak. Saya mau pulang"
"Ikut gue"
"Kak" cicit Alula penuh permohonan. Matanya sudah basah karena air mata. Sumpah demi apapun ia takut.
Bugg
Alula melangkah mundur saat kakak kelasnya sudah tersungkur di aspal parkiran. "Gak usah macem-macem lo nyet"
"Gak usah ikut campur lo"
Rendi menarik tangan Alula untuk berdiri di belakangnya. "Ternyata kakak kelas yang dikagumi hampir seluruh penghuni sekolah, cuma seorang bajingan"
Rio berdecih. "Lo bahkan Regas udah tau kalau gue bajingan, kenapa Regas ninggalin cewek ini sama gue? Jadi siapa sebenernya yang bajingan disini?"
Rendi mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Rasanya ia ingin memukul seseorang saat ini. Regas? Kenapa dia jadi brengsek seperti Rio?
"Orang yang kasar sama cewek memang sampah. Tapi orang yang ninggalin cewek sendiri ditengah bahaya lebih dari sampah" Rio pergi meninggalkan Alula dan Rendi.
Rendi membalikkan tubuhnya. Matanya menatap Alula yang sedang menunduk. "Lo gapapa Al?"
Alula hanya mengangguk pelan. Rasa bersalah mulai merasuki tubuh Rendi. Sepertinya ia salah memasukkan Alula ke kehidupan Regas.
💐💐💐
Bab 5 selesai. Selamat membaca😊
Salam dari bininya Seokjin❤
Sabtu, 29 September 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVVY✔
Teen Fiction[Cerita belum di revisi, tata bahasa masih berantakan] Bagi Alula, Regas adalah sebuah bayangan. Sekuat apapun menggenggam, nyatanya hanya hampa yang terasa. Namun, jauh dari kenyataannya, Regas menginginkan Alula. START : Minggu, 16 September 2018 ...
