Guest Star

1.5K 98 4
                                        

     Aripin menyimpan keranjang belanjaannya di atas meja. Seorang wanita mulai menghitung barang yang dibelinya satu persatu dan Aripin segera berjalan keluar dari dalam mini market dengan menenteng sekantong belanjaan yang kemudian dia gantung di motornya.

      "Kembalikan barang-barang punyaku."

      Aripin tidak mengindahkan apa yang Betty ucapkan. Dia memberikan sebuah helm bukan belajaan. Tentu saja Betty diam.

      "Naiklah," ucapnya datar seperti tidak peduli dengan Betty yang merajuk.

      Betty menggerakan tangannya dan mengambil helm yang Aripin berikan. Dia naik ke atas motor dan duduk dengan sangat malas. Itu dilakukannya hanya untuk membuat barang-barangnya kembali. Bukan Betty ingin berdekatan dengan Aripin.

      "Kau akan membawaku kemana?" tanya Betty ketika sepeda motor yang di dudukinya mulai berjalan.

     "SKPD."

     "SKPD, apa itu?"

     "Satuan Komunitas Psychopath Dunia."

     "Apa maksudmu?"

      Aripin hanya diam tanpa mengeluarkan suara. Dia mebelokkan setang motornya dam berhenti di depan sebuah ruangan yang tidak asing bagi Betty. Mereka berdua turun dan melepas helm. Aripin meraih helm yang Betty sodorkan dan menyimpannya di spion.

      "Ayok masuk!" Betty mengikuti Aripin yang masuk ke dalam ruangan itu. Dia memegang erat tangan Betty dan mereka berdua memasuki tempat Asep berlatih tinju.

      "Hai sobat! Bagaimana kabarmu?" tanya Asep yang datang tanpa mengenakan baju dan memeluk tubuh Aripin, saling menepuk pundak.

     "Baik." Aripin melepaskan pelukannya dan mendorong Betty maju menghadap Asep yang mempunyai postur tubuh tinggi dan berotot.

     "Kau Betty bukan? Kau terlihat cantik," ucapnya tanpa memberikan salam.

     Betty hanya tersenyum simpul menatap wajah Asep. Beberapa orang naik ke atas ring tinju dan mengambil samsak yang tergantung.

      "Jangan lupa untuk menontonku malam ini." Asep menepuk pundak Aripin dan pergi naik ke atas ring. Asep berlatih begitu cepat.

      "Kita akan melihat ruangan yang lain." Aripin menarik Betty untuk ikut bersamanya dan memasuki ruangan lain. Betty membelalak kaget ketika melihat ruangan aneh dan bau amis menyambut kedatangannya.

      "Aku mual berada disini." Betty berlari keluar dari dalam ruangan itu.

      "Tunggu ratu!" Aripin menghentikan langkah Betty. Perempuan itu berbalik menatap Aripin.

     "Ratu apa?"

     "Ratu Elisabetty,”

     Betty mendekat pada Aripin. Dia terkekeh sambil tersenyum simpul.

     "Itu tidak lucu."

     Betty kembali berjalan meninggalkannya. Aripin mendelik kambing karena bingung dengan Betty. Padahal dia telah melakukan sesuatu untuk membuat Betty tersenyum, tapi nyatanya tidak.

THE PSYCHOPATHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang