"Darimana kau mendapatkan uang sebanyak ini?" Betty mengangkat dompet itu ke depan wajah Aripin.
Aripin merebut dompetnya dengan kasar dan berbisik di samping telinga Betty. "Aku tidak bisa mengatakannya sekarang."
Aripin berbalik mengambil helm lalu memberikan yang satunya lagi kepada Betty. Gewend dipaksa masuk ke dalam mobil. Wajah pria itu begitu menyedihkan. Luka lebam di wajahnya tidak diobati sama sekali.
"Ambil, tangku pegal," ucap Aripin sambil tersenyum dan naik ke atas motornya. "Ayo ambil, atau aku akan meninggalkanmu di sini."
"Aku penasaran dengan uangmu." Betty meraih helm yang Aripin sodorkan dan naik ke atas motor.
Mereka berdua pergi diikuti mobil box yang membawa Gewend. Jalanan kota Welis yang kadangkala sepi itu menjadi saksi penyiksaan Gewend. Pria itu masih diam di dalam mobil dengan borgol yang mengunci tangannya.
Di kedua belah sisinya dijaga teman Aripin. Mereka sangat kasar dan berulang kali membuat Gewend kesakitan karena sentuhannya. Tapi pria itu benar-benar hebat. Dia masih bisa bertahan hidup hingga sekarang.
"Aku mau minum," ujarnya kepada orang-orang yang berada di dalam mobil itu.
"Tidak ada air di dalam mobil ini," jawab pria yang menjaga Gewend di sisi kiri.
Gewend menunduk merasakan getaran kecil yang menggoyangkan tubuh. Dia hanya bisa diam tanpa memberikan perlawanan. Karena percuma saja Gewend melawan. Dia akan tetap merasakan sakit meskipun orang-orang itu tidak menyakitinya.
Motor yang dikendarai Aripin berbelok dan berhenti di tempat hiburan malam. Para pria itu mendorong Gewend keluar dari dalam mobil dan menghampiri Aripin yang sedang melepas helm-nya.
Betty meletakan helm yang dipegangnya di atas spion. Dia melihat Gewend sedang dipaksa untuk berjalan hingga pria itu tersungkur ke atas tanah. Betty segera berlari dan membantu Gewend untuk berdiri. Tetapi pria itu terlalu kehilangan banyak energi dan hanya bisa menatap tanpa bicara.
"Kenapa keadaanya jadi separah ini!" Tidak ada yang menjawab Betty. Kedua orang itu hanya diam melihat Gewend yang sudah tidak bisa untuk berdiri.
"Lepaskan dia Betty," ucap Aripin sambil menarik Betty mejauh, membiarkan Gewend terlentang di atas tanah.
Betty mencubit paha Aripin dan kembali membantu Gewend. Gewend nampak kedingingan karena bajunya tidak dipakai. Bahkan memar di dadanya sangat parah.
"Berikan aku kunci borgolnya!" Betty menatap kedua pria itu dengan tajam.
"Tidak bisa Betty, kuncinya dipegang Asep." Aripin kembali menarik Betty namun wanita itu menepis tangannya.
"Kalian semua bukan manusia!"
"Sudahlah Betty, biarkan mereka mengurus pria ini." Aripin menarik Betty dan menguncinya. "Obati dia!"
Kedua pria itu membawa Gewend menjauh. Aripin membawa Betty memasuki tempat itu namun wanita yang dibawanya itu berontak dan Aripin terpaksa melepaskannya.
"Lancang sekali kau memelukku!"
"Tidak, aku hanya membuatmu tenang."
"Alasan para pria."
Keduanya berhenti berdebat ketika melihat dua orang pria bertubuh besar kembali menghapiri Aripin. Mereka masih menggunakan kacamata hitam dengan tangan yang ditumpuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PSYCHOPATH
Bí ẩn / Giật gânKehausan dalam dirinya untuk membunuh semakin tidak normal ketika bertemu dengan pria dingin dan juga bengis. ---------------------=[PSYCHO]=--------------------- 🚫TIDAK DIPERUNTUKAN UNTUK MANUSIA PENGIDAP PHOBIA DARAH DLL. 🚫TIDAK DIPERBOLEHKAN U...
