PBR 20

168 13 3
                                    

Afgan berpura-pura tidak tau jika sarapan yang berada di meja adalah buatan Rossa, Afgan mengucapkan terimakasih karena Putri sudah menyiapkan sarapan untuk nya.
"Terimakasih sayang wah pasti enak nih" kelakar Afgan
"itu bukan Putri yang siapim" teriak Putri sambil menggeleng dan mempererat pelukannya pada Afgan..  "Mama yang siapin ini semua.
"Mama? "sela Afgan seolah terkejut.
"Iya mama pa, darimana mama tau kita ada disini pa?" Tanya Putri lalu melepaskan pelukannya pada Afgan.. "gimana caranya mama bisa masuk?
"Biar nanti papa temui mama dan tanyakan soal ini, sekarang kamu sarapan lalu berangkat kesekolah nanti terlambat" bujuk Afgan untuk mengalihkan pembicaraan.
"Putri sarapan di sekolah aja, Rasya udah nunggu di bawah, Putri berangkat dulu pa" ucap Putri sambil meraih tangan Afgan lalu menciumnya dan berlalu meninggalkan Afgan yang hanya menghela nafas, begitu Putri pergi Rossa keluar dari kamar dengan airmata berlinang. "Dia tidak menyentuh makanan yang aku siapkan untuk nya, dia begitu marah padaku. Apa aku bisa mendapatkan maaf nya?" isak Rossa bersandar di bahu Afgan.
"Hey kamu ibunya dia tumbuh besar di bawah asuhan kamu, pasti kamu tau cara menaklukkan hatinya sayang" hibur Afgan lalu memeluk Rossa.
Afgan menenangkan Rossa sementara itu Putri sudah tiba di sekolah dan langsung menuju kantin untuk sarapan saat Putri sedang makan di hampiri Ratu dan Verel..
"Putri boleh ngomong gak?" Tanya Verel
"Kayaknya belun ada undang-undang di larang ngomong ya ngomong aja" jawab Putri ketus
"Put gue mohon maafin gue, berdamai dong sama nyokap lo" ucap Ratu.
"Udah ngomong nya? Sekarang giliran gue, masalah ini ada gara-gara lo, semua ini berawal dari lo Ratu, dan setelah semua kekacauan yang lo buat di keluarga gue, sekarang lo mau ngatur-ngatur gue gitu? Go to hel, lo bukan sahabat gue lagi, jauh-jauh dari gue dan keluarga gue" hardik Putri sambil pergi meninggalkan makan pagi nya yang belum habis.
"Lah kemana Putri?" Tanya Rasya yang baru selesai memesan makanan. "Apalagi yang kalian lakukan dan membuat Putri marah ha?
"Gak ada Sya" bantah Ratu. "gue sama Verel cuma mau minta maaf dan minta dia berbaikan sama nyokap nya.
"Lo tau kan sebab Putri kecelakaan dan nyaris meninggal apa ha? Lo jg tau sebab keluarganya gk harmonis lagi gara--gara apa? Gara-gara lo" Hardik Rasya, sambil membereskan makanannya dan Putri lalu pergi "Selera makan gue sama Putri lenyap karena kehadiran lo Ratu"
"Astagfirullahaladzim' gue memang salah sudah akrab dengan tante Ocha, tapi apa salah kalau gue pingin memperbaiki semuanya? Gue pingin kembali kayak dulu Rel" Keluh Ratu pada Verel.
"Sabar Ratu, mungkin masalah ini terlalu melukai Putri, butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya, dia merasa kehilangan ibu nya karena ibunya lebih memilih kamu, jadi kamu harus sabar" hibur Verel yang malah membuat Ratu kian sedih dan menangis.
"Orang tua aku selalu sibuk Rel, mereka gak pernah ada buat aku, belakangan mereka selalu bertengkar.. Tiba-tiba ada tante Ocha yang begitu perhatian sama aku, di sana aku merasa nyaman dan bahagia Rel, tapi kebahagiaan aku menyakiti sahabat aku sendiri, itu.. itu membuat aku tersadar jika yang perhatian itu bukan mama aku, aku cuma berkhayal bisa punya mama yang perhatian dan sayang sama aku" Ucap Ratu di tengah isaknya..
"Gak ada yang salah dalam masalah ini Ratu, semua terjadi begitu saja, aku gak tau waktu di mall itu gak berani bilang kalau di mall itu ada kamu dan tante Ocha, kalau aja aku jujur setidaknya pada Rasya, mungkin masalahnya akan berbeda, Putri tidak akan kecelakaan dan semua.. argh aku yang salah kalau tentang kecelakaan Putri" sela Verel menyalahkan dirinya.
"Enggak Rel, yang salah itu aku, kalau waktu tante Ocha ke sekolah aku gak peluk tante Ocha dan gak bikin Putri tambah salah paham, pasti sekarang mereka sudah baikan" ucap Ratu sambil menangis..
"Sudahlah Ratu sekarang biarkan Putri sendiri, dia mungkin butuh waktu untuk mengobati luka di hatinya" ucap Verel berusaha menetralkan suasana.

tbc

PUTRI BUKAN  RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang