Afgan begitu kesal pada Rossa, mengatakan apa yang menjadi beban di hati Putri, lalu menjenguk Ratu sebentar lalu pergi begitu saja, meninggalkan Rossa yang masih menangis.
"Jangan lemah Gan, Ocha harus tau dia salah dan harus bisa adil pada Putri dan Ratu" runtuk Afgan yang sesungguhnya tak tega melihat tangisan Rossa. Sepeninggal Afgan Rossa mengucapkan janjinya "Mulai sekarang mama janji akan bersikap adil pada kalian, lekas sembuh ya nak" ucap Rossa di tengah isaknya.
Waktu kembali berlalu, Rossa hanya bisa menjenguk Putri dari jauh, mengikuti perkembangan konsling nya juga hanya dari perawat yang mendampingi Putri, hingga 3 hari berlalu Rossa sudah diijinkan pulang, dan sebelum pulang Rossa memberanikan diri menemui Putri di ruang rawatnya.
"Selamat sore anak mama yang cantik" sapa Rossa lembut. "mama? Mama mau apa kesini? Mama jagain Ratu aja Putri gak apa-apa kok" ucap Putri dengan wajah ketakutan "Put' jangan hukum mama dengan cara seperti ini Put, maafkan mama nak, mama janji gak akan.."
"Cukup mama, jangan pernah lagi berjanji, kalau nanti mama akan mengingkari nya" tukas Putri memotong ucapan Rossa "Jangan lagi mama kasih Putri harapan palsu, Putri capek ma" lanjutnya lagi, dan mulai menangis saat Afgan keluar dari toilet dan terkejut melihat Rossa berada disana, dan Putri menangis.
"Mama! Kok Putri nangis, kamu apain lagi Putri Cha?" Tanya Afgan yang langsung menghampiri Putri dan memeluknya. "Aku hanya mau minta maaf pa, aku ingin semua kembali baik-saja seperti dulu, mama mohon Put, maafkan mama" ratap Rossa yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Putri, yang menangis di pelukan Afgan. Putri tau mama minta maaf gak tulus, mama kesini buat bujuk Putri donorin 20% hati aku buat Ratu kan? Tenang aja ma, aku akan donorin apapun yang Ratu butuhin, biar Ratu sembuh dan mama bahagia, kalau aku mati sekalipun pasti mama gak akan sedih atau kehilangan aku kan! "Ucap Putri membuat Rossa tersentak dan berlari meninggalkan ruang rawat Putri.
"Tega sekali Putri mengatakan itu padaku" runtuk Rossa yang jatuh terduduk di lantai di ruang tunggu "sebegitu besar kesalahan aku sama dia hingga dia meragukan ketulusan aku" lanjut Rossa dengan tangis tersedu.
Sementara itu di ruang rawat Putri "kok Putri ngomong gitu ke mama nak, kondisi Ratu saja belum membaik, darimana kamu tau kalau mama mau minta kamu jadi donor buat Ratu?" Tanya Afgan hati-hati "Pa' Putri itu mahasiswi fakultas kedokteran, Putri tau apa yang terjadi pada Ratu, selesai operasi pemasangan ring di jantungnya, Ratu juga harus melakukan transplantasi hati, untuk mengganti hatinya yang rusak akibat racun" tandas Putri yakin akan pendapat nya.
"Ya udah nanti papa ngomong sama mama ya, sekarang Putri minum obat terus bobo" ucap Afgan yang di angguki Putri, setelah memastikan Putri tertidur Afgan meninggalkan ruangan dan mencari Rossa dan menemukan Rossa menangis di depan ruang rawat Ratu. "Cha gimana kondisi Ratu, apa dia sudah siuman?" Tanya Afgan lembut yang hanya di jawab Rossa dengan menggelengkan kepalanya..
"Putri masih kesal jangan masukan hati semua ucapan nya, teruslah berusaha mengambil hatinya" tukas Afgan "aku ingin keluarga kita kembali utuh seperti dulu, dan kuncinya ada pada kamu sayang" lanjut Afgan lagi. "Aku akan mendapatkan cinta anakku kembali, aku akan mencari cara untuk itu" tandas Rossa yakin. "Sampai saat ini aku masih percaya kamu Cha, buktikan kalau kamu ibu yang adil dalam membagi kasih sayang pada kedua anak kamu" tukas Afgan yang di angguki oleh Rossa.
"Putri anak fakultas kedokteran semester 7 dia tau apa yang harus di lakukan untuk kesembuhan Ratu, diantaranya transplantasi hati jadi dia mengira kamu baik-baikin dia agar dia mau mendonorkan hatinya buat Ratu, jangan di masukin hati ucapan nya tadi" tutur Afgan menjelaskan.
"Putri bener kak, Ratu memang membutuhkan cangkok hati, dan kak Ocha sudah tau itu" ucap Dhika yang tiba-tiba keluar dari ruang ICCU selepas memeriksa keadaan Ratu.
"Ocha!! Apa benar yang Dhika katakan?" Tanya Afgan dengan menatap Rossa penuh selidik
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI BUKAN RATU
RomanceKisah tentang 2 anak kembar yang tidak identik dan terpisah oleh keadaan, Kisah Putri yang merasa di perlakukan tidak adil oleh ibunya sendiri sejak kehadiran Ratu yang nota bene adalah sahabat Putri sendiri. Perselisihan antara 2 sahabat terjad...
