Menyadari Afgan memayungi nya, Putri sedikit terkejut dan langsung meninggalkan Afgan yang masih kebingungan, melihat Putri pulang sendiri dalam keadaan kacau.
"Ada apa ini? Kenapa Putri Pulang sendiri sambil menangis, Kemana Ocha" Ucap Afgan bertanya-tanya sendiri sambil melangkah memasuki rumah, tiba di dalam Afgan langsung menghampiri meja telepon dan mencoba menelepon Rossa.
"Astagfirullah, kok hp nya gak aktif? Afgan kebingungan dan menaiki anak tangga menuju kamar Putri, saat tiba di depan pintu, Afgan dapat mendengar isak tangis Putri, Afgan menghela nafas lalu mengetuk pintu kamar tersebut.
"Put' buka pintunya sayang, boleh papa masuk?" ucap Afgan lembut sambil mengetuk pintu, tak berapa lama terlihat gagang pintu bergerak dan perlahan terbuka.
"Ada apa pa?" Tanya Putri "Putri lagi pingin sendiri.
"Hey' yang harusnya tanya ada apa itu papa nak, kenapa kamu pulang dalam keadaan seperti ini, dan kemana mama kamu?" Tanya Afgan dengan tatapan bingung. "Jawab Put.
"Putri mau jawab kalau papa jawab pertanyaan Putri" Ucap Putri sambil meninggalkan pintu dan duduk di tepi ranjang diikuti Afgan.
"Putri mau tanya apa nak?" Tanya Afgan penasaran lalu duduk di samping Putri.
"Pa' Putri ini anak kandung papa dan mama atau anak angkat?" Tanya Putri dengan air mata kembali mengalir, dan membuat Afgan tersentak mendengar pertanyaan Putri.
"Pertanyaan macam apa itu? Jelas kamu anak mama dan papa nak, sebenarnya ada apa ini?
"Selama ini kenapa mama selalu bilang Putri gak mirip sama mama?" Tanya Putri lagi dengan isak yang membuat nafasnya tersengal.
"tunggu disini nak papa segera kembali" Ucap Afgan sambil lalu, Afgan berlari kecil menuruni anak tangga, mengambil sebuah cd dari kamarnya dan kembali ke kamar Putri, tiba di kamar Putri Afgan menyalakan dvd players juga televisi.
"Ini Video papa buat sama mama melahirkan kamu, lihat bayi kecil itu kamu nak" Ucap Afgan menerangkan isi videonya dengan suara terbata. "Setelah melihat video ini apa kamu masih meragukan papa?
Putri tak menjawab hanya menggelenhkan kepalanya lalu memeluk Afgan sambil menangis.
"Papa apa papa akan menggantikan Putri dengan anak lain, kalau ada anak lain yang lebih cantik dari Putri?" Tanya Putri di tengah isaknya.
"Astagfirullah Put, mana ada orang tua yang mau menggantikan anaknya dengan anak lain, sehebat apapun anak lain itu nak, kenapa kamu bertanya seperti itu.?" Tanya Afgan bingung.
"Tapi mama udah gantiin Putri sama Ratu" Ucap Putri sambil melihat hpnya. "Sudah lebih dari 2 jam Putri pergi dari mereka, dan mereka tidak mencari Putri, telepon atau WA aja enggak, artinya mama senang Putri pergi dan mereka bisa bersenang-senang berdua" Ungkap Putri dan kembali menangis.
"Jadi itu yang terjadi, pantas Putri pulang dalam keadaan kacau, tega kamu Cha" batin Afgan sambil menarik Putri ke dalam pelukannya.
Sementara itu di mall Rossa dan Ratu mulai kelelahan berbelanja dan bermain, keduanya mulai merasakan lapar dan langsung menuju sebuah food court, sambil tertawa mereka memilih meja yang nyaman untuk mereka, saat Ratu menyadari Putri tidak ada di tengah-tengah mereka.
"Hah' cape ya Put, tapi seru, Put menengok ke belakang, Putrii, tante Putri mana?" Tanya Ratu yang kebingungan mencari Putri.
"Ya ampun kemana dia?" Tanya Rossa yang ikut menengok ke segala arah, mencari keberadaan Putri.
"Biar Ratu telepon tante" ucap Ratu sambil mengeluarkan hpnya dan berusaha menelpon Putri, tapi telepon Ratu mendapatkan penolakan. "kok di rijeck tan? Aku salah apa?" Tanya Ratu cemas.
"Coba biar tante yang telepon dia" Ucap Rossa mengeluarkan hp dari tas nya. "yah kok hp nya mati, gimana nih?" Rossa kebingungan.
"Biar Ratu coba telepon lagi tante" ucap Ratu yang langsung kembali mencoba menghubungi Putri, kali ini Putri mengangkat telepon dari Ratu.
"Apa lagi yang mau kamu ambil dari aku Ratu? " Tanya Putri begitu telepon tersambung.
"Put kamu dimana, kenapa kamu ngomong kayak gitu?" tanya Ratu dengan suara panik.
"Kamu ambil Verel dari aku dulu, aku diam Ratu, aku masih bisa menganggap kamu sahabat, tapi sekarang kamu juga mau ambil mama aku, kamu buat mamaku mengabaikan aku, bahkan sudah berjam-jam aku pergi dari kalian, dan kalian baru menyadarinya? Belum pernah mama bersikap seperti itu sama aku Ratu ini semua gara-gara kamu" bentak Putri lalu memutus sambungan telepon.
Tbc
671 words
KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI BUKAN RATU
RomanceKisah tentang 2 anak kembar yang tidak identik dan terpisah oleh keadaan, Kisah Putri yang merasa di perlakukan tidak adil oleh ibunya sendiri sejak kehadiran Ratu yang nota bene adalah sahabat Putri sendiri. Perselisihan antara 2 sahabat terjad...
