PBR 45

207 15 21
                                    

Putri meninggalkan cafe juga kampusnya untuk pulang ke apartemen, begitu tiba di apart Putri mengirim pesan pada Afgan agar tidak membawa Rossa ke unit apart tempat tinggalnya, setelah menerima pesan dari Putri Afgan hanya menghela nafas dan mengantar Rossa pulang ke rumah saat Afros tiba mereka di sambut oleh Ratu yang langsung bermanja pada Afgan dan langsung memeluk nya..
"Papa pulang juga" ucap Ratu dan mempererat pelukkan nya, tapi Afgan melepaskan pelukan Ratu dan langsung  kembali msk mobil, tanpa berkata apa" pada Ratu dan mobil Afgan pun bergerak pergi "ma" kok pa" pergi lg? Kenapa papa gak balas pelukan aku ma? Tukas Ratu yang mulai terlihat sedih dan menuntut penjelasan dari Rossa.
"Papa marah sama kita, karena kita menyakiti Putri, kamu menyindir Putri hingga dia memutuskan untuk kost dan pergi dari rumah" tutur Rossa masih dengan tangis tertahan "jika kamu mau papa memaafkan kita dan pulang ke rumah, kita harus bisa membuat Putri memaafkan kita" ucap Rossa dengan raut sedih.. "Ini semua salah Putri ma, ih apaan sih punya rumah kok pilih ngekost, jadi anak baperan amat, ambekan ap.." ucapan Ratu terhenti saat tparan Rossa telak mengenai pipinya "Jaga mulut kamu, Putri itu adik kembar kamu, dan dia pergi dari rumah ini karena salah kamu yang tidak bisa menghargai privasi nya" tandas Rossa sambil melangkah meninggalkan Ratu yang berdiri terdiam dengan terus meraba pipinya yang terasa panas.
Sementara Rossa memasuki kamarnya lalu menutup pintu..
"Mama menampar aku? Mama tega menampar aku untuk membela Putri?" Gumam Ratu dengan mata berkaca-kaca Waktu berlalu hingga hari mulai gelap Rossa tak juga keluar dari kamarnya, dan seolah tak mendengar jika Ratu terus mengetuk pintu. Sementara itu di apartemen, Putri sedang asik dengan hp nya saat ada panggilan msk, Putri menatap layar hp nya dan dahinya berkerut bingung..
"bik Sumi? Ngapain dia telepon aku? Angkat gak ya, apa bik Sumi di suruh ma" gumam Putri yang terus menatap layar hp nya hingga berhenti berbunyi, tak lama berbunyi lagi
"Tuh kan telepon lagi, angkat aja deh"
Putri memutuskan untuk menjawab telepon dari asisten rumah tangga nya dan saat telepon tersambung..
"Alhamdulillah non Putri akhirnta menjawab telepon saya" ucap Sumi "ada apa telepon saya bik?" Tanya Putri dengan nada suara datar.
"ibu non, sejak pulang siang tadi mengunci diri di kamar, non Ratu sudah berusaha membujuk ibu untuk keluar tapi tak ada jawaban" jelas Sumi menceritakan yang terjadi pada Putri..
"Iya bik Putri ajak papa pulang" tukas Putri sambil memutuskan sambungan telepon..
Tbc

PUTRI BUKAN  RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang