PBR 23

158 15 3
                                    

Perjalanan liburan keluarga kecil Afros di mulai, sepanjang jalan Putri bernyanyi dgn iringan gitar dan Rossa bertepuk tangan, sementara Afgan fokus mengemudi. namun bibirnya terus tersenyum dan sesekali melanjutkan lirik lagu yg di nyanyikan Putri, hingga Putri mulai lelah, meletakkan gitarnya dan duduk bersandar..
"haaah cape, ma" haus, minum nya mana?" Tanya Putri sedikit merengek.
"itu sayang di jok belakang di tas yang biru" Jawab Rossa.. "oke" ucap Putri sambil mengambil sebotol air mineral dan menegak habis isinya, baru Putri kembali bersandar hp nya berdering, Putri meraih hpnya dan memeriksa siapa yang menelepon dan tersenyum.
"telepon dari Ratu pa' kayaknya dia udah nyampe, terus gak sabar nungguin kita hehehe" seloroh Putri sambil mengankat telepon nya dan saat telepon tersambung... "hallo Ratu, kamu udah nyampe ya?" Sapa Putri.
"Hallo apa ini kerabat saudari Ratu?" Jawab orang di sebrang telepon yang langsung membuat Putri bingung..
"ini siapa ya kok hp temen saya bisa ada sama kamu?" Tanya Putri.. "Kami dari kepolisian, saudari Ratu mengalami kecelakaan!" Jawab si penelpon. "Astagfirullahaladzim" teriak Putri dan menhatuhkan hp nya. .. "ada apa Put?" Tanya Rossa bingung lalu mengambil hp Putri dan melanjutkan percakapan Putri dengan polisi.. dengan mengaktifkan speaker "Hallo"
"Hallo ibu ini dengan siapa?" Hallo" tanya polisi di seberang telepon..
"Saya orangtuanya Putri pak, ada apa ya?"  Tanya Rossa.. "Begini ibu nomer saudari Putri ini nomer yang terakhir di hubungi oleh saudari Ratu korban kecelakaan, mobilnya menabrak pembatas jalan, 2 orang yang di duga orangtua Ratu meninggal di tempat kejadian, sementara Ratu sendiri dalam keadaan kritis".. ucap polisi menjelaskan pada Rossa di telepon, membuat Rossa terkejut.. "ya Allah Astagfirullahaladzim, di rumah sakit mana Ratu di rawat pak?" Tanya Rossa lagi.. "rumah sakit Hasan Sadikin Bandung bu.
Setelah mengucapkan terimakasih Rossa memutus sambungan telepon, lalu pindah ke jok belakang untuk menenangkan Putri yang sudah menangis, dan memaksa Afgan menghentikan mobilnya di rest area..
"Kita turun dulu, istirahat, beli minuman biar Putri tenang dulu" ajak Afgan pada Rossa dan Putri.. "setelah ini kita langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ratu" Lanjut Afgan lagi..
"Kasihan Ratu papa, sekarang dia sebatang kara, orangtuanya meninggal" ucap Putri di tengah tangisnya.. "kamu harus tenang sayang, kita lihat keadaan  Ratu dulu, dan mencari tau apa Ratu masih punya keluarga lain" potong Rossa sambil memeluk Putri.
Singkat cerita Afros dan Putri tiba di rs, Putri yang sedikit lebih tenang, duduk di ruang tunggu bersama Rossa, sementara Afgan mencari informasi tentang Ratu, tak lama kembali pada Putri dan Rossa.
"Ayo kita temui dokter yang menangani Ratu, itu disana sedang bicara dengan polisi" tukas Afgan yang langsung di angguki Rossa dan Putri, lalu keduanya mengikuti langkah Afgan mendekati dokter yang sedang bicara dengan polisi, dan Afgan langsung menyapa.
"Permisi dok, pak polisi" ucap Afgan menyapa sang dokter.

PUTRI BUKAN  RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang