Afgan diikuti Putri dan Rossa menghampiri dokter yang sedang berbincang dengan polisi, dan menyapanya.
"Permisi dok, pak polisi selamat sore" sapa Afgan diikuti anggukan dan senyum tipis dari ke tiganya.. sore ada yang bisa kami bantu?" jawab polisi dengan ramah.. "saya Putri pak kerabat Ratu yang tadi di hubungi pihak kepolisian, dan ini kedua orangtua saya" ucap Putri memperkenalkan diri.
"Biar dokter memberi keterangan, silahkan dok" Jeda petugas polisi yang sebelum nya berbincang dengan dokter.
"Kita bicara di ruangan saya bapak.. ibu.. adik Putri, mari silahkan" sapa ramah dokter yang menangani Ratu, mempersilakan Putri dan Afros, masuk ke ruangan nya dan mempersilahkan tamu nya untuk duduk..
"Jadi begini pak, setelah melakukan visum pada jenazah ternyata di dalam tubuh mereka terdapat racun arsenik" ucap dokter menjelaskan.. "Racun?" Tanya Rossa terkejut.
"Betul bu, kecelakaan ini sudah di rencanakan, mereka merencanakan mati bersama" ungkap dokter berusaha menjelaskan apa yang terjadi..
"Bunuh diri? Ratu?? itu gak mungkin dok, saya sangat mengenal Ratu, dia anak yang optimis, gak mungkin dia punya pemikiran sesempit itu" ucap Putri membantah perkataan dokter saat tiba-tiba hp nya berdering.. "permisi dok, pa Rasya telepon.
"Angkat aja siapa tau penting" ucap Afgan dan di angguki Putri lalu menjawab telepon Rasya.. "Hallo Sya?" sapa Putri begitu telepon tersambung.. "Put aktifin video call nya, aku sama Verel lagi ada di rumah Ratu" Jawab Rasya di sebrang telpon..
Putri buru-buru mengaktifkan video call nya dan terlihat Rasya dan Verel berada di depan sebuah rumah besar dan terdapat papan plang bertuliskan RUMAH INI DISITA Putri menutup mulutnya dan memanggil Afgan "pa kayaknya papa harus lihat ini, pinta Putri sambil menatap Afgan, yang langsung menghampiri Putri.. "ada apa nak?" Tanya Afgan menghampiri dan duduk di samping Putri.. "Papa lihat, papanya Ratu bangkrut pa, itu yang membuat mereka mau bunuh diri, mereka takut hidup miskin" ungkap Putri menjelaskan pada Afgan.. "sini Put biar papa bicara sama Rasya" pinta Afgan dan meraih hp Putri.. "Hallo Sya, di rumah Ratu ada siapa?" Tanya Afgan pada Rasya di video call.. "hallo om, disini ada Verel dan di teras rumah banyak orang bank dan orang-orang bertubuh besar, sepertinya depcolektor om, tapi papanya Ratu gak ada, mereka bilang kabur karena di kantornya pun gak ada om" ungkap Rasya.. "Sya papa nya Ratu sudah meninggal, mereka bunuh diri, dengan cara meminum racun dan menabrakkan mobilnya ke pembatas jalan, mamanya Ratu juga meninggal, sedangkan Ratu sendiri dalam keadaan kritis di ICU" ucap Afgan hati-hati, dan yang menimpali adalah Verel.. "apa om? Astagfirullahaladzim, sekarang Ratu dimana om?" Tanya Verel dengan wajah khawatir..TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI BUKAN RATU
RomanceKisah tentang 2 anak kembar yang tidak identik dan terpisah oleh keadaan, Kisah Putri yang merasa di perlakukan tidak adil oleh ibunya sendiri sejak kehadiran Ratu yang nota bene adalah sahabat Putri sendiri. Perselisihan antara 2 sahabat terjad...